Breaking News : Gubernur Sulut YSK Instruksikan Penanganan Terpadu Karhutla di Gunung Awu Sangihe
Rizali Posumah September 09, 2026 07:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Awu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, mendapat perhatian serius Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling (YSK) langsung menginstruksikan agar penanganan karhutla dilakukan secara terpadu dengan melibatkan seluruh unsur terkait.

Karhutla di kawasan Gunung Awu diketahui telah berlangsung sejak Sabtu (5/9/2026).

INSTRUKSI - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Awu, -09rrr4
INSTRUKSI - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Awu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, mendapat perhatian serius Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling (YSK) langsung menginstruksikan agar penanganan karhutla dilakukan secara terpadu dengan melibatkan seluruh unsur terkait.

Kondisi medan yang terjal, vegetasi kering, akses yang sulit serta keterbatasan sumber air menjadi tantangan dalam upaya pemadaman.

Gubernur YSK menegaskan, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam penanganan kebakaran tersebut.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Saya minta seluruh jajaran bergerak cepat, terkoordinasi dan jangan bekerja sendiri-sendiri,” tegas YSK.

INSTRUKSI - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Awu,5rft56y778
INSTRUKSI - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Awu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, mendapat perhatian serius Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling (YSK) langsung menginstruksikan agar penanganan karhutla dilakukan secara terpadu dengan melibatkan seluruh unsur terkait.

Ia meminta titik-titik api terus dipantau dan langkah antisipasi dilakukan agar kebakaran tidak meluas ke kawasan perkebunan maupun permukiman warga.

YSK juga meminta seluruh dukungan yang dibutuhkan di lapangan segera disiapkan.

Koordinasi penanganan melibatkan Pemprov Sulut, Pemkab Kepulauan Sangihe, BPBD, TNI-Polri, unsur kehutanan, pemadam kebakaran serta potensi sumber daya lainnya.

Pemerintah daerah juga diminta segera menginventarisasi kebutuhan dukungan dari pemerintah pusat apabila penanganan melalui jalur darat tidak lagi memadai.

Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari sebelumnya telah berkoordinasi langsung dengan Gubernur Sulut terkait kondisi karhutla tersebut.

INSTRUKSI - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Awu, Karfgerty6yjujry6u
INSTRUKSI - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Awu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, mendapat perhatian serius Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling (YSK) langsung menginstruksikan agar penanganan karhutla dilakukan secara terpadu dengan melibatkan seluruh unsur terkait.

Keterbatasan penanganan di medan Gunung Awu membuat Pemkab Sangihe berharap adanya dukungan tambahan dari Pemprov Sulut dan BNPB, termasuk kemungkinan penggunaan pemadaman dari udara atau water bombing.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekdaprov Sulut Jemmy Ringkuangan mengatakan, arahan Gubernur YSK harus diterjemahkan dalam satu sistem penanganan yang terintegrasi.

Menurutnya, seluruh informasi di lapangan harus diperbarui secara berkala, mulai dari titik api, luas kawasan terdampak, arah rambatan api hingga kondisi cuaca.

Data titik api, luas terdampak, arah rambatan, kondisi cuaca, personel serta kebutuhan peralatan harus terus diperbarui.

"Dari data itulah kita menentukan langkah operasional dan dukungan yang diperlukan,” ujar Ringkuangan.

Ia menekankan penanganan karhutla tidak semata-mata mengejar pemadaman api.

Upaya pencegahan agar api tidak menjalar ke perkebunan dan permukiman juga menjadi perhatian.

Termasuk memperkuat sekat bakar, memastikan keselamatan personel di lapangan dan mengantisipasi munculnya titik api baru.

Di sisi lain, jalur pendakian Gunung Awu untuk sementara ditutup.

Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk melindungi masyarakat dari potensi bahaya selama proses penanganan karhutla berlangsung.

Pemkab Sangihe memastikan tidak ada aktivitas pendakian hingga kondisi dinyatakan aman dan proses pemadaman selesai.

Pemprov Sulut juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Masyarakat diminta tidak memasuki kawasan terdampak dan segera melaporkan apabila menemukan titik api baru.

Menurutnya, Karhutla adalah tanggung jawab bersama.

Pemerintah hadir, aparat bergerak, dan masyarakat harus ikut menjaga. 

"Target kita jelas: api dikendalikan, masyarakat dilindungi, dan kawasan Gunung Awu kita selamatkan,” tegas Ringkuangan. (Ren/Adv)

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.