Kota Magelang Waspadai Dampak Perubahan Iklim bagi Kesehatan
Yoseph Hary W September 09, 2026 08:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah Kota Magelang mulai memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim. Kelurahan didorong menjadi garda terdepan melalui program Desa/Kelurahan Sehat Iklim (DEKSI).

Program tersebut diperkuat melalui Orientasi Desa/Kelurahan Sehat Iklim Kota Magelang 2026 di Gedung Adipura Kencana, Kantor Pemkot Magelang, Rabu (9/9/2026).

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan perubahan iklim tidak boleh hanya dipandang sebagai persoalan lingkungan.

"DEKSI bukan sekadar program lingkungan. Ini adalah upaya membangun ketahanan kesehatan masyarakat," kata Damar.

Kenali risiko perubahan iklim

Menurutnya, setiap wilayah perlu mengenali risiko dan kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim.

"Pemerintah bersama masyarakat perlu memetakan kondisi dan kerentanan lingkungan, mengetahui kelompok yang paling rentan, kemudian menentukan intervensi yang tepat sasaran," ujarnya.

Damar juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

"Puskesmas, kecamatan dan kelurahan, OPD, kader, serta komunitas memiliki peran dalam membangun ketahanan masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim," katanya.

Perhatian khusus untuk anak-anak, perempuan, lansia dan difabel

Ia meminta perhatian khusus diberikan kepada anak, perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas.

"Solusi tidak harus mahal. Manfaatkan sumber daya lokal untuk melindungi mereka yang paling rentan," tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang dr. Istikomah mengatakan saat ini baru dua kelurahan yang telah terbentuk sebagai DEKSI, yakni Tidar Utara dan Rejowinangun Selatan.

"Dua kelurahan tersebut menjadi fondasi untuk memperluas penerapan DEKSI ke seluruh wilayah Kota Magelang," ujar Istikomah.

Menurutnya, kader dan kelurahan nantinya tidak hanya memahami perubahan iklim, tetapi juga mampu memetakan kerentanan wilayah dan menyusun rencana aksi.

"Kelurahan dan kader kesehatan diarahkan mampu memetakan kerentanan wilayah masing-masing dan menyusun rencana aksi adaptasi kesehatan lingkungan," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.