Amblas Terkena Abrasi, Jalur Pantai Cangkring-Tanggul Tirto Bantul Ditutup
Yoseph Hary W September 09, 2026 08:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Jalur penghubung Pantai Cangkring dan Pantai Tanggul Tirto, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, ditutup usai terkena abrasi pantai.

Sekretaris Jogosegoro Satpol PP Kabupaten Bantul Wilayah IV, Nugroho, mengatakan, kejadian tersebut baru diketahui pada saat sejumlah personel SAR setempat melakukan patroli pada Selasa (1/9/2026).

"Kalau menurut kami, itu menjadi bagian dari abrasi Agustus dan awal September ini. Karena ada ombak laut yang besar. Itu terutama terjadi di Pantai Samas sampai Pantai Pandansimo," ucapnya, saat dihubungi Tribunjogja.com, Rabu (9/9/2026).

Abrasi tersebut terjadi secara tahunan. Di sisi lain, jalur itu dulunya menjadi jalur utama wisatawan yang hendak beranjak dari Pantai Cangkring ke Pantai Tanggul Tirto maupun sebaliknya.

Setelah ada Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), kini jalur tersebut hanya digunakan oleh beberapa wisatawan dan warga setempat.

"Setelah tahu ada kejadian itu, maka jalur ditutup karena takut membahayakan pengguna jalan," jelas Nugroho.

Jalan amblas

Sementara itu, ‎salah satu petugas pemungut retribusi di Pantai Cangkring, Aris, menyampaikan, akibat abrasi, jalanan sepanjang hampir 10 meter tersebut amblas dengan kedalamannya diperkirakan mencapai sekitar lima meter dan lebar lebih dari dua meter.

"‎Abrasi pantai memang sering terjadi tetapi tidak sampai menyebabkan jalan amblas atau memutuskan akses jalan," ujar dia.

Dikatakannya, jalan tersebut juga biasa digunakan oleh petani untuk menuju ke lahan pertanian dan wisatawan dari atau ke Pantai Cangkring ke Pantai Tanggul Tirto maupun sebaliknya.

Beberapa waktu ini, terdapat pula wisatawan yang bermaksud menggunakan jalur itu. Sebab, wisatawan itu menggunakan kereta kelinci dan akan beranjak dari Pantai Cangkring ke Pantai Tanggul Tirto.

"Tapi, karena akses jalan yang putus, sehingga mereka harus puter balik. Jadi, sekarang jalur tidak bisa dilalui dan wisatawan hanya bisa melalui JJLS kalau ingin berpindah kunjungan di dua pantai tersebut," terang dia.

Taati zona aman

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Saryadi, mengaku belum mengetahui adanya jalanan yang terkikis abrasi tersebut.

"Saya belum dapat info dan belum tahu persis kejadiannya, kecuali dari njenengan (saat dikonfirmasi Tribun Jogja). Tapi kalau memang betul kena abrasi, ya jalan itu kan jalan lama sebelum ada JJLS," ucap Saryadi.

Saryadi juga menyampaikan bahwa jalan itu kerap digunakan oleh wisatawan. Namun, status jalan tersebut belum diketahui sebab kewenangan jalan berada di Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Bantul.

"Yang jelas, dulu penghubung beberapa destinasi wisata ya pakai jalan itu. Tapi setelah ada JJLS, jalan itu memang sudah rusak dan bukan lagi jalan utama. Cuma memang itu masih digunakan oleh beberapa orang," papar dia.

Kendati begitu, pihaknya mengakui bahwa sampai saat ini kawasan Pantai Selatan Bumi Projotamansari kerap terjadi abrasi. Sebagai langkah antisipasi fenomena alam, setidaknya wisatawan dapat menaati penggunaan zona aman sepanjang pantai.

"Ini memang fenomena alam bahwa garis pantai itu nampaknya semakin maju ke arah utara. Jadi misalnya jalan yang kena abrasi itu, dulu sebenarnya jauh dari bibir pantai. Tapi, makin ke sini Jarak antara jalan dengan bibir pantai jadi semakin dekat," urainya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.