5 Jurnalis Hilang Kontak saat Liput Anak Krakatau, Legislator PAN Minta Pencarian Dimaksimalkan
Muhammad Zulfikar September 09, 2026 08:35 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Upaya pencarian lima jurnalis bersama awak kapal yang hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, mendapat perhatian DPR.

Anggota Komisi I DPR RI, Okta Kumala Dewi, meminta seluruh unsur yang memiliki kemampuan dan perangkat pendukung operasi pencarian memberikan dukungan maksimal kepada Basarnas dan tim SAR gabungan.

Baca juga: Tim SAR Berhadapan Dengan Tebalnya Debu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Saat Cari Rombongan Jurnalis

Okta berharap operasi pencarian dapat segera menemukan para wartawan dan awak kapal yang hingga kini masih dalam pencarian.

“Saya sangat prihatin dan ikut merasakan kecemasan keluarga serta rekan-rekan mereka. Semoga seluruh wartawan dan awak kapal yang saat ini masih dalam pencarian segera ditemukan dalam keadaan selamat. Kita semua berharap proses pencarian ini mendapatkan hasil secepat mungkin,” ujar Okta kepada wartawan, Rabu (9/9/2026).

Baca juga: 5 Jurnalis Hilang saat Liput Anak Krakatau, Polisi Siaga 24 Jam, Kapolda Banten: Tanpa Diperintah 

Menurut Okta, dukungan dalam operasi pencarian tidak hanya berupa personel, tetapi juga kapal, perangkat komunikasi, teknologi pencarian, hingga berbagai sarana pendukung yang dimiliki lembaga terkait.

“Saya meminta seluruh stakeholder yang memiliki sumber daya, personel, kapal, perangkat komunikasi, teknologi pencarian maupun sarana pendukung lainnya untuk bersama-sama membantu Basarnas. TNI dan Polri juga memiliki perangkat dan kemampuan yang sangat dibutuhkan dalam kondisi seperti ini. Semoga seluruh sumber daya yang tersedia dapat dimaksimalkan untuk mempercepat pencarian,” tegasnya.

Legislator PAN itu menilai hilangnya wartawan saat menjalankan tugas di tengah kondisi kebencanaan juga memperlihatkan besarnya risiko yang dihadapi insan pers ketika mencari informasi langsung dari lapangan.

Menurutnya, keberadaan wartawan menjadi penting ketika masyarakat membutuhkan informasi mengenai situasi di wilayah terdampak bencana.

“Para wartawan adalah pahlawan informasi. Dalam situasi bencana, masyarakat membutuhkan informasi yang riil time mengenai apa yang terjadi, bagaimana kondisi di lapangan, serta apa yang harus dilakukan. Para jurnalis hadir untuk memenuhi kebutuhan itu, bahkan dengan menghadapi risiko yang tidak kecil,” kata Okta.

“Karena itu, perjuangan mereka bukan hanya menjalankan tugas jurnalistik, tetapi juga memiliki nilai kemanusiaan. Mereka membantu masyarakat memperoleh informasi yang dapat menyelamatkan dan melindungi banyak orang,” lanjutnya.

Okta mengatakan operasi pencarian di wilayah kebencanaan membutuhkan koordinasi yang kuat antarlembaga. Menurutnya, keselamatan para korban harus menjadi prioritas, namun pelaksanaan operasi juga perlu memperhatikan keselamatan personel SAR yang bekerja di wilayah berpotensi bahaya.

Ia berharap sinergi antara Basarnas, TNI, Polri, dan unsur terkait dapat mempercepat proses pencarian hingga seluruh korban ditemukan.

Di sisi lain, Okta mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana dan mengikuti arahan dari pemerintah maupun otoritas terkait.

“Saya berdoa agar seluruh bencana yang saat ini terjadi di berbagai wilayah Indonesia segera membaik dan masyarakat yang terdampak diberikan keselamatan serta kekuatan. Kepada masyarakat, saya mengimbau untuk tetap waspada, tidak panik, dan mengikuti seluruh prosedur serta imbauan pemerintah agar kita dapat bersama-sama meminimalkan risiko dan korban akibat bencana,” tandas Okta.

Baca juga: Angin Kencang dan Ombak Tinggi Selat Sunda Warnai Hari Kedua Operasi SAR Rombongan Jurnalis

Rombongan Jurnalis Hilang Kontak

Delapan orang rombongan jurnalis yang masih dalam pencarian setelah hilang kontak pada Selasa (8/9/2026) terdiri dari kapten kapal Warta (55), ABK Surakman (60), dan guide Heriyanto (49).

Kemudian terdapat lima jurnalis yang hendak melakukan peliputan terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau dalam speed boat tersebut.

Mereka adalah M Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalisfreelance.

Operasi SAR pada hari kedua melibatkan unsur Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten dan Lampung, USS Pandeglang, USS Merak, TNI, Polri, BPBD, KSOP, potensi SAR, media, keluarga korban, nelayan, serta masyarakat.

Sarana yang dikerahkan meliputi KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, KP Sanjaya, KRI Lepu, KRI Leuser, RIB 02 Banten, RIB 02 dan RIB 03 Lampung, drone thermal, serta berbagai peralatan SAR air, medis, komunikasi, dan pendukung lainnya.

Kondisi cuaca di wilayah pencarian terpantau cerah berawan dengan angin dari arah selatan ke utara berkecepatan sekitar 14 knot dan tinggi gelombang berkisar 0,4 hingga 1 meter.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.