Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra
TRIBUNBEKASI.COM, SERANG BARU- Dua pria berinisial NF dan EE diamuk warga di Jalan Kampung Cibenda, dekat Ruko H Ecin, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Senin (7/9/2026) malam.
NF dan EE diamuk massa karena dikira pelaku begal.
Namun demikian, setelah pihak kepolisian dari Polsek Serang Baru mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan mendalam, ternyata NF dan EE dalam kondisi mabuk.
"Kedua pria ini sebenarnya kasihan. Kan belum ditanya-tanya karena keadaannya belum sadar, gara-gara mabuk arak Bali," kata Kanit Reskrim Polsek Serang Baru Iptu Augusman Harefa saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2026).
Harefa menjelaskan, sebelum pihaknya mendatangi lokasi, NF dan EE diketahui sempat menghentikan sejumlah pengendara sepeda motor.
Hal itu kemudian yang membuat warga sekitar mengira kalau mereka itu pelaku begal.
Namun berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, sebelum berada di jalan dan menghentikan sejumlah pengendara motor, NF dan EE sempat terlibat keributan dengan orangtua mereka.
Setelah itu, keduanya pergi sembari berteriak-teriak hingga akhirnya menghentikan sejumlah orang yang melintas.
"Mereka warga asli situ. Mereka mabuk dua-duanya dan sempat ribut sama orang tuanya, kemudian kabur sambil teriak-teriak," jelasnya.
Harefa menuturkan, satu dari sekian pengendara motor yang dihentikan oleh NF yakni perempuan berinisial U.
Ketika dihentikan, U terjatuh karena kehilangan keseimbangan.
"Jadi di jalan siapa saja diberhentikan," imbuhnya.
Hanya saja, Kapolsek Serang Baru AKP Huntal Sibarani memastikan U tidak mengalami penganiayaan maupun menjadi korban pembegalan.
"Cewek yang di pinggir jalan itu hilang keseimbangan dan jatuh," ujar Huntal saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2026).
Huntal menyampaikan, NF yang saat itu sedang mabuk justru sempat hendak membantu U yang terjatuh.
Hal itu diperkuat usai polisi melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan kepada perempuan yang bersangkutan.
"Artinya tidak ada korban. Cewek itu ketakutan, dipikir orang mabuk itu mau begal, ternyata bukan," ucapnya.
Pasca kejadian, Huntal menuturkan bahwa U kemudian menceritakan kejadian yang dialami kepada kerabatnya, P.
P bersama sejumlah warga kemudian mendatangi lokasi untuk mencari NF berdasarkan ciri-ciri yang diceritakan U.
Namun, NF saat itu tidak ditemukan di lokasi awal.
Ketika hendak pulang, P melihat NF sedang berjalan bersama EE dan seorang anak kecil.
Selanjutnya, P kemudian berteriak "Begal".
"Jadi ada salah paham. Dikira masyarakat itu dibegal. Lalu cewek itu teriak bukan-bukan, tapi sudah terlambat karena sudah ramai dan kemudian diamuk massa," tuturnya.
NF dan EE kemudian menjadi sasaran amukan warga di sebuah ruko sebelum polisi dari Polsek Serang Baru tiba di lokasi dan mengamankan situasi.
"Terkini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian," pungkas Huntal. (M37)