TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan pentingnya agenda ekonomi yang mencakup penciptaan lapangan pekerjaan berkualitas beriringan dengan pertumbuhan nilai investasi.
Dalam pidato politiknya, AHY menegaskan pemerintah perlu memastikan investasi, industrialisasi, hilirisasi, ekonomi kreatif, ekonomi digital hingga industri masa depan mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut AHY, pekerjaan bukan sekadar sumber penghasilan, tetapi memberikan kemandirian, harga diri dan harapan bagi masyarakat. Karena itu, penciptaan pekerjaan berkualitas harus menjadi bagian penting dari keberhasilan pembangunan ekonomi.
Wakil Ketua Umum Bidang Strategis Bintang Muda Indonesia (BMI) Partai Demokrat sekaligus Wakil Ketua Umum KSPSI, Arnod Sihite menilai pertumbuhan ekonomi sudah seyogianya berdampak langsung terhadap peningkatan kesempatan kerja dan kesejahteraan pekerja.
“Pidato Ketum AHY sangat tepat. Pertumbuhan ekonomi jangan hanya dilihat dari angka investasi, tetapi juga dari seberapa besar lapangan pekerjaan yang tercipta dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Arnod kepada wartawan, Rabu (9/9/2026).
Arnod yang juga Ketua Umum FSP PPMI SPSI ini mengatakan, pekerjaan berkualitas harus disertai kepastian penghasilan, perlindungan sosial, peningkatan keterampilan serta kesempatan bagi pekerja untuk meningkatkan taraf hidup keluarganya.
Menurutnya pertumbuhan investasi harus dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Ketika industri berkembang dan investasi masuk, manfaatnya harus dirasakan masyarakat. Harus ada lapangan pekerjaan baru, pendapatan yang meningkat dan kehidupan keluarga yang lebih sejahtera,” katanya.
Ketua Umum Toga Sihite ini pun menyambut perhatian AHY terhadap UMKM dan kelompok masyarakat yang menciptakan lapangan pekerjaan.
Menurutnya pidato politik AHY menekankan pentingnya membuka jalan agar masyarakat dapat naik kelas, termasuk meningkatkan keterampilan dan penghasilan pekerja, mengembangkan UMKM, serta meningkatkan kesejahteraan buruh, petani, nelayan, guru dan tenaga kesehatan.
Baca juga: Di Hadapan Prabowo, AHY Klarifikasi Pidatonya soal Kekuasaan Ada Batasnya
“Rakyat Indonesia bukan sekadar ingin dibantu. Mereka membutuhkan kesempatan dan kepastian untuk maju. Karena itu, kebijakan ekonomi harus benar-benar membuka jalan bagi masyarakat untuk bekerja, berkembang dan hidup lebih sejahtera,” pungkas Arnod.