Di Hadapan Prabowo, AHY Klarifikasi Pidatonya soal "Kekuasaan Ada Batasnya"
Hasanudin Aco September 09, 2026 10:21 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengklarifikasi pernyataannya yang menyebutkan bahwa kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya, melainkan amanah rakyat yang memiliki batas waktu.

Klarifikasi ini disampaikan langsung oleh AHY di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta pimpinan partai-partai politik pendukung pemerintahan pada acara puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2026) malam.

"Empat hari yang lalu, Bapak Presiden, sebagai bagian dari refleksi dan kontemplasi di HUT partai, saya menyampaikan pidato politik. Maksudnya sederhana, kami ingin menyemangati kader," kata AHY dalam pidatonya.

AHY menjelaskan pidatonya beberapa hari lalu semata-mata bertujuan untuk meneguhkan kembali nilai-nilai serta jati diri perjuangan Partai Demokrat. 

Selain itu, ia ingin memastikan seluruh kader Demokrat memahami tanggung jawab besar yang diemban partai saat ini sebagai bagian dari pemerintahan Prabowo-Gibran. 

Meski demikian, AHY merasa perlu memberikan penjelasan lebih lanjut secara langsung agar pernyataannya terkait kekuasaan tidak dimaknai di luar konteks. 

"Pada kesempatan yang baik ini, izinkan saya mempertegas isi dari pidato politik tersebut. Karena saya khawatir ada yang salah tafsir," ujar AHY.

Di hadapan Prabowo dan tamu undangan, AHY menegaskan komitmen penuh Partai Demokrat terhadap pemerintahan. 

Ia memastikan tidak ada tujuan lain dari partai berlambang mercy tersebut selain mengawal pemerintahan hingga tuntas.

"Posisi Demokrat jelas. Kami ingin pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berhasil. Tidak ada hal lain, selain kesuksesan dan keberhasilan pemerintahan ini," ungkapnya.

Lebih lanjut, AHY memaparkan bahwa keberhasilan pemerintah dalam menjalankan roda negara akan membawa dampak luas bagi seluruh elemen bangsa, bukan hanya bagi elite politik atau kelompok tertentu. 

"Karena ketika pemerintahan berhasil meningkatkan kesejahteraan rakyat, menciptakan lapangan pekerjaan, menjaga stabilitas, memperkuat ekonomi, dan membawa Indonesia semakin maju ke depan, yang berhasil bukan hanya presiden," tutur AHY.

"Bukan hanya kabinet. Bukan hanya partai-partai yang berada dalam pemerintahan, tapi yang berhasil adalah kita semua. Yang berhasil adalah Indonesia," imbuhnya.

Baca juga: Pidato AHY tentang Kekuasaan dan Tanda Menuju Pilpres 2029

Isi Pidato AHY yang Menuai Pro dan Kontra

Sebelumnya, pidato AHY soal kekuasaan menuai pro dan kontra.

Pasalnya diduga pidato itu ditujukan kepada pemerintahan saat ini.

AHY mengatakan kekuasaan merupakan amanah rakyat yang memiliki batas waktu dan harus digunakan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu," kata AHY saat memberikan pidato dalam peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat, Sabtu (5/9/2026) lalu. 

Mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN itu mengatakan kekuasaan pada dasarnya memiliki sifat datang dan pergi.

Jabatan memiliki masa tertentu, sementara pemilihan umum juga berlangsung dalam sebuah siklus.

Namun, menurut AHY, ada satu hal yang tidak mengenal batas waktu, yakni tanggung jawab kepada rakyat.

Karena itu, AHY meminta kader Demokrat tidak hanya melihat perjalanan 25 tahun partai sebagai sebuah pencapaian sejarah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.