DPR Bela Orangtua Siswa Keracunan MBG, Desak RI Tanggung Biaya Perawatan Korban: Dampaknya Kronis!
Ni'amu Shoim Assari Alfani September 09, 2026 10:42 PM

Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa meminta Badan Gizi Nasional (BGN) serius menangani kasus Febiona Purba, siswi SMA berusia 16 tahun yang diduga mengalami hilang ingatan setelah keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Saan, kondisi yang dialami Febiona sudah sangat memprihatinkan karena diduga mengalami gangguan ingatan sebagai dampak dari keracunan.

Saan pada Rabu (9/9) menilai, seluruh biaya pengobatan dan pemulihan korban juga perlu menjadi tanggung jawab pemerintah.

Menurutnya, banyak penerima program MBG berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah.

Atas hal itu, keluarga korban dinilai tidak seharusnya menanggung sendiri biaya pengobatan akibat kejadian tersebut.

Saan berharap penanganan dilakukan secara menyeluruh agar korban dapat segera mendapatkan perawatan yang dibutuhkan dan kembali pulih.

"Kita minta ya dari BGN, bahkan dari apa, instansi-instansi yang terkait untuk bisa menangani apa, mereka secara serius ya. Mereka secara serius dan sungguh-sungguh agar dampak dari keracunan apa, MBG itu, itu anaknya bisa segera pulih," kata Saan. 

"Kalau yang ini kan sudah berisiko karena kehilangan ingatan, masuk dalam penyakit-penyakit yang memang apa, dampaknya sangat kronis kan begitu. Nah karena itu, baik pemerintah daerah, terutama juga dari BGN memang untuk apa, mengambil tindakan yang lebih apa, lebih cepat dan lebih serius lagi," ujarnya.

Mengenai kasus keracunan MBG ini, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution buka suara. 

Bobby mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus memantau kondisi kesehatan Febiona, baik secara fisik maupun mental.

Menurut Bobby, tim medis masih perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah gangguan tersebut berkaitan dengan obat, saraf, atau faktor lainnya.

"Kita bilang anak kita terjadi gangguan, nanti gangguan di sini perlu kita lihat apakah tindak lanjut dari medisnya, pemeriksaan dari medisnya, apakah memang pengaruh dari obatnya atau sarafnya atau yang lainnya," ucapnya.

Sebagai informasi, selain Febiona, siswi bernama Agnesia P br Silitonga juga diduga mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap MBG. 

Terkait kejadian ini, para orang tua siswa meluapkan keluhannya saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD Karo pada Senin (7/9). 

Ibu Agnesia, Fitriani br Sijabat mengaku kondisi Agnesia kembali memburuk beberapa hari lalu hingga harus dilarikan ke RS Efarina Berastagi.

Dari hasil pemeriksaan, dokter menyebut Agnesia mengalami gangguan ginjal dan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Fitriani mengaku syok mendengar kondisi putrinya.

Ia mengatakan, kondisi keuangannya saat ini juga terbatas.

Sementara itu, biaya pengobatan Agnesia kali ini tidak ditanggung seperti saat pertama kali mendapat perawatan setelah dugaan keracunan MBG.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.