Demo Kelangkaan BBM, HMI Polman Desak Wakil Rakyat Bertindak Respon Keresahan Masyarakat
Nurhadi Hasbi September 09, 2026 10:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Polewali Mandar (Polman) unjuk rasa, soroti kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) picu antrean panjang di SPBU, Rabu (9/9/2026).

Kondisi tersebut sudah lebih satu pekan, membuat masyarakat resah.

Merespon keresahan masyarakat, HMI demo di kantor DPRD Polman, Jalan Andi Depu, Kelurahan Lantora.

Puluhan kader HMI menyampaikan orasi, menutup jalan dan membakar ban.

Demo berlangsung kurang lebih dua jam, mereka secara bergantian orasi.

Baca juga: Kasihan, Warga di NTT Masuk Rumah Sakit Diduga Jadi Korban Kebrutalan Dua Oknum TNI

Baca juga: DPRD Minta Ada Posko Pengawasan di Perbatasan Agar BBM Polman Tak Dijual ke Pinrang

Mereka menyampaikan keresahan atas terjadinya antrean di tiap SPBU.

Unjuk rasa itu sempat menyebabkan kemaceta arus lalu lintas dari dua arah.

“Kami melihat betapa sulitnya masyarakat dalam memperoleh bbm, mereka harus antre selama berjam-jam di SPBU,” kata koordinator aksi, Deby Akbar.

Ia mengatakan, kondisi yang terjadi di Polman selama beberapa pekan terakhir tidak boleh dibiarkan.

Masyarakat harus rela antre lama, mulai pagi hingga malam hari untuk memperoleh beberapa liter bbm.

HMI mendesak wakil rakyat segera turun tangan mencari penyebab kelangkaan bbm dan mencarikan solusi yang tepat.

“Jangan hanya gelar rapat dengan pendapat saja, tapi tidak ada solusi yang bisa diberikan untuk mengatasi kelangkaan bbm ini,” lanjut Deby.

Dia mendesak agar wakil rakyat di DPRD Polman memanggil pengelola SPBU dan satuan tugas (Satgas) pengawasan.

Agar segera duduk bersama, lalu terjun ke lapangan melihat langsung kondisi kesulitan yang dialami masyarakat dalam memperoleh bbm.

DPRD Siapkan Pembatasan Pembelian BBM

Sementara itu, Anggota DPRD Polman, Amir menyampaikan jika Satgas pengawasan telah bertemu untuk membahas masalah kelangkaan BBM Subsidi.

Disebutkan hasil pertemuan ini akan ada dikeluarkan Surat Edaran (SE) mengenai pembatasan pembelian BBM untuk semua pengendara.

"Pembatasan pembelian ini kita maksudkan agar semua masyarakat mendapatkan BBM, dan meminimalisir adanya pembelian BBM dalam kondisi yang banyak lalu dijual, kembali," kata Amir.

Dia memberikan penjelasan kepada para mahasiswa, terkait solusi yang akan diambil oleh pemerintah daerah dalam menyikapi masalah antrean BBM.

Seperti memberikan penjelasan jika hasil rapat jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Polman, akan ada SE pembatasan pembelian BBM.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.