Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Wakil Bupati Sumedang M Fajar Aldila mengajak para pelajar untuk fokus mengejar cita-cita dan membangun karakter kuat di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Pesan itu disampaikan Fajar saat bersilaturahmi dan melakukan monitoring sekolah ramah lingkungan di SMPN 1 Darmaraja, Kabupaten Sumedang, Rabu (9/9/2026).
Di hadapan sekitar 950 siswa, guru, dan tenaga kependidikan, Fajar mengingatkan bahwa generasi muda akan menjadi penerus pembangunan Sumedang dan Indonesia.
“Kenapa kalian adalah masa depan, ujung tombaknya Kabupaten Sumedang. Fokus kejar cita-cita kalian,” ujar Fajar.
Menurutnya, kemajuan teknologi membawa banyak peluang, tetapi juga dapat menimbulkan berbagai persoalan apabila tidak disertai karakter yang kuat.
Ia pun mengingatkan para siswa agar tidak mudah terbawa tren atau fenomena FOMO.
“Yang harus kalian kuatkan adalah fundamental karakter. Jangan terbawa yang namanya FOMO,” tegasnya.
Selain itu, Fajar meminta para pelajar menggunakan teknologi secara bijak dan menjauhi berbagai hal yang dapat merusak masa depan, seperti judi online, narkoba, dan penggunaan layanan keuangan secara tidak bertanggung jawab.
Ia juga mengingatkan siswa agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial.
“Jangan gampang termakan hoaks. Jangan gampang tergiring opini,” katanya.
Menurut Fajar, setiap informasi perlu diperiksa terlebih dahulu sebelum dipercaya atau disebarkan kepada orang lain.
“Ketika mendapatkan isu miring atau hal-hal negatif, cek faktanya mana, datanya mana. Buat perbandingan. Jangan pernah menelan mentah-mentah,” ujarnya.
Fajar menilai kemampuan berpikir kritis dan memilah informasi menjadi penting bagi generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital.
Ia juga meminta siswa untuk tidak kehilangan fokus terhadap pendidikan dan tujuan hidup mereka.
“Strike to the plan. Fokus dengan apa yang kalian cita-citakan. Jangan fokus apa yang kalian inginkan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Fajar turut mengingatkan pentingnya menghormati orang tua dan guru.
Menurutnya, kesuksesan seseorang tidak terlepas dari peran orang tua serta para guru yang membimbing selama proses pendidikan.
“Jangan pernah merasa bangga, ‘Saya sukses karena diri saya sendiri.’ Memang ada tekad dan kekuatan mental kalian. Tapi ada sentuhan yang tidak dapat kalian bayangkan, yaitu bantuan dari orang tua dan para guru,” katanya.
Fajar juga memberikan apresiasi kepada para guru yang dinilainya memiliki peran besar dalam membentuk masa depan generasi muda.
“Seharusnya gaji yang paling tinggi adalah gaji seorang guru, bukan gaji seorang pejabat. Tidak mungkin ada bupati, gubernur, bahkan presiden tanpa figur seorang guru,” ungkapnya.
Ia berpesan kepada para siswa agar tidak melupakan guru dan orang tua ketika kelak berhasil meraih cita-cita.
“Ketika bertemu guru di jalan atau di tempat makan, tegur, sapa dan salam. Jangan pernah lupakan pendahulu kalian,” kata Fajar.