Jelang Porprov Sulsel XVIII, KONI Bone Pastikan Venue Terus Dibenahi hingga Siap Digunakan
Ari Maryadi September 10, 2026 10:05 AM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE — Persiapan Kabupaten Bone sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulsel XVIII terus digenjot.

Selain mempersiapkan atlet, kesiapan venue pertandingan menjadi perhatian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bone.

Ketua KONI Bone, Asiswa Karim, mengatakan pihaknya terus melakukan visitasi terhadap sejumlah venue yang akan digunakan dalam pertandingan.

Visitasi dilakukan untuk melihat langsung kondisi fasilitas sekaligus memastikan pembenahan berjalan sesuai kebutuhan masing-masing cabang olahraga.

Menurut Asiswa, peninjauan venue tidak berhenti pada satu kali kunjungan.

KONI akan terus memantau progres pembenahan hingga seluruh venue benar-benar siap digunakan.

“Visitasi bukan hanya pada saat sekarang ini. Sampai clear-nya itu, artinya sampai siap atau ready-nya venue mau dipakai,” kata Asiswa saat dikonfirmasi via telfon, Kamis (10/9/2026). 

Ia mengatakan kesiapan venue menjadi hal penting karena menyangkut kenyamanan atlet dan kelancaran pertandingan.

Berbagai aspek akan diperiksa, mulai dari kondisi bangunan, kebersihan, fasilitas pendukung hingga kebutuhan teknis setiap cabang olahraga.

Salah satu fasilitas yang mendapat respons positif yakni Gedung Pemuda Bone.

Gedung tersebut dinilai cukup representatif untuk digunakan sebagai lokasi pertandingan, khususnya sejumlah cabang olahraga bela diri.

Namun, Asiswa menyebut Gedung Pemuda belum sepenuhnya siap.

Masih ada sejumlah pembenahan yang perlu dilakukan, termasuk pengecatan dan perbaikan fasilitas toilet.

“Siapa pun yang melihat itu dianggap representatif. Cuma kita sampaikan bahwa ini belum ready 100 persen. Perlu dicat, dibersihkan WC-nya dan sebagainya,” ujarnya.

Selain Gedung Pemuda, KONI Bone juga menyoroti sejumlah venue lainnya.

Salah satunya venue panjat tebing yang dinilai masih membutuhkan pembenahan.

Asiswa mengatakan fasilitas panjat tebing perlu mendapat perhatian agar nantinya bisa digunakan sesuai kebutuhan pertandingan.

Ia tidak ingin atlet dan ofisial dari luar daerah datang ke Bone sementara venue belum siap digunakan.

“Jangan sampai atlet dan ofisial datang, tetapi venuenya belum bisa dipakai,” ujarnya.

Asiswa mengatakan panjat tebing memiliki potensi besar di Bone.

Menurutnya, daerah ini memiliki sejarah pada cabang olahraga tersebut, termasuk keberadaan atlet dan pelatih yang masih aktif hingga saat ini.

“Panjat tebing memang sangat potensi atletnya, pelatihnya datang ke saya, karena historinya ada. Bone dulu pernah berjaya dan potensinya memang ada,” katanya.

Karena itu, pembenahan venue panjat tebing dinilai bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan Porprov.

Lebih jauh, fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung keberlangsungan pembinaan olahraga panjat tebing di Bone.

Asiswa menegaskan KONI Bone akan terus mendorong pembenahan venue hingga seluruh fasilitas siap digunakan.

“Tujuan utama saya adalah untuk keberlangsungannya ke depan,” pungkasnya.

Dengan waktu pelaksanaan Porprov Sulsel XVIII yang semakin dekat, KONI Bone berharap seluruh venue dapat rampung sesuai kebutuhan.

Kesiapan fasilitas diharapkan dapat menunjang pelaksanaan pertandingan sekaligus memberikan pengalaman terbaik bagi atlet dan ofisial yang datang bertanding di Bone.

Sementara, Atlet panjat tebing, Arsandi, berharap pembenahan venue dapat segera dilakukan sehingga atlet memiliki tempat latihan dan pertandingan yang layak.

Menurutnya, kesiapan venue sangat penting bagi atlet untuk menunjang persiapan menghadapi Porprov Sulsel XVIII.

"Kami sebagai atlet tentu mengapresiasi pembenahan venue ini. Dengan fasilitas yang lebih baik, kami juga semakin semangat untuk latihan dan mempersiapkan diri menghadapi Porprov,” kata Arsand

Ia berharap fasilitas yang tersedia nantinya dapat memberikan rasa nyaman bagi atlet selama menjalani pertandingan.

“Kami akan lebih giat latihan. Semoga venuenya segera siap sehingga kami bisa fokus latihan dan memberikan hasil terbaik untuk Bone,” ujarnya. 

Arsandi juga berharap pembenahan venue panjat tebing tidak hanya dilakukan menjelang Porprov.

Menurutnya, fasilitas tersebut dapat menjadi tempat pembinaan atlet panjat tebing Bone setelah pelaksanaan Porprov selesai.

Dengan adanya venue yang memadai, atlet muda juga akan memiliki ruang untuk berlatih dan mengembangkan kemampuan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.