Puluhan Kapal Perang AS Mundur dari Selat Hormuz, Logistik Habis Total Tak Mampu Hadapi Rudal Iran
Dedhi Ajib Ramadhani September 10, 2026 12:42 PM

- Pasukan Amerika Serikat dilaporkan mulai menjauh dari Selat Hormuz.

Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi, mengklaim kapal-kapal perang AS telah mundur hingga 400 kilometer dari Selat Hormuz.

Menurut Mohebbi, kondisi logistik dan moral pasukan Amerika di kawasan tersebut mulai menurun.

“AS tentu tidak akan mampu mempertahankan situasi ini dalam waktu lama,” kata Hossein Mohebbi seperti dilansir Press TV pada Rabu (9/9/2026).

Ia menyebut pengerahan kekuatan angkatan laut membutuhkan biaya logistik dan operasional yang sangat besar.

Mohebbi bahkan mengklaim Angkatan Laut AS telah terdesak dan keluar dari Teluk Persia.

Menurutnya, sebelum perang terdapat sekitar 30 hingga 40 kapal perang dan kapal angkatan laut AS di Teluk Persia.

Namun kini, ia mengklaim tidak ada satu pun kapal perang AS di wilayah tersebut.

“Kapal-kapal perang AS telah menjauhkan diri setidaknya 400 kilometer dari Selat Hormuz,” ujarnya.

Mohebbi juga mengeklaim Iran kini memiliki sistem rudal baru yang mampu menghantam target strategis dari jarak jauh.

Selain itu, Iran mengeklaim telah menangkap kendaraan bawah air tak berawak atau UUV milik Amerika Serikat di pintu masuk Selat Hormuz.

“Selat Hormuz adalah selat kekuatan kami,” kata Mohebbi.

Iran juga berencana memperluas zona sanksi maritim di sekitar Selat Hormuz.

Zona tersebut akan mencakup wilayah dari sekitar Pelabuhan Chabahar hingga Laut Oman dan Laut Arab.

Iran mengancam kapal yang memasuki zona tersebut tanpa koordinasi akan dikenai sanksi.

Bahkan, kapal tersebut dapat ditolak saat hendak melintasi Selat Hormuz.

Iran juga mengancam tidak akan memberikan layanan pelabuhan, asuransi, maupun dukungan logistik kepada kapal yang masuk daftar hitam.

Koordinat zona sanksi baru itu disebut akan diumumkan Iran dalam beberapa hari mendatang.

Jika benar diberlakukan, kebijakan tersebut berpotensi semakin meningkatkan ketegangan di salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.