Unggahan Pembatalan Pesanan Tempe untuk MBG Viral, BGN Bali Sebut Tidak Dapat Dipertanggungjawabkan
Ida Ayu Suryantini Putri September 10, 2026 01:23 PM

 


TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Bali mengklarifikasi kabar viral di media sosial Threads terkait tuduhan pembatalan sepihak pesanan ratusan papan tempe untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

BGN Bali memastikan bahwa informasi yang diunggah oleh akun @aulya_hdy tersebut tidak benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Koordinator BGN Provinsi Bali, Risca Christina G.W., mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran internal ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Bali segera setelah unggahan tersebut muncul.

Dari hasil konfirmasi, tidak ditemukan adanya pembatalan pesanan tempe sebagaimana yang diklaim oleh pemilik akun.

Baca juga: Nyoman Parta Komentari Kasus Dugaan Korupsi Oleh Mantan Ketua BGN Dadan Hindayana: Perlu Evaluasi

"Sudah dimonitor postingan-nya dihapus. Dan telah kami tanyakan ke rekan-rekan (SPPG) tidak ada yang membatalkan untuk tempenya," ujar Risca saat dikonfirmasi, Kamis 10 September 2026. 

Guna memastikan kebenaran klaim tersebut, BGN Bali telah berupaya menghubungi pemilik akun @aulya_hdy secara langsung untuk meminta klarifikasi mengenai identitas maupun lokasi SPPG yang dimaksud.

Namun, pemilik akun tidak memberikan iktikad baik dan justru menghapus unggahan tersebut.

"Sudah (meminta klarifikasi), tidak ada balasan dan postingan langsung dihapus," ungkapnya.

Baca juga: Kepala BGN Kembalikan Anggaran MBG Rp 70 Triliun, Prabowo Sebut Pertama dalam Sejarah RI

Risca menambahkan, meski BGN mengantongi data mitra pemasok bahan pokok dari seluruh SPPG di Bali, verifikasi mengenai keterlibatan pemilik akun sebagai supplier MBG tidak dapat dilanjutkan karena tidak adanya transparansi dari pihak pengunggah.

"Datanya memang ada, akan tetapi yang bersangkutan tidak membalas pesan kami terkait yang bersangkutan menjadi supplier pada SPPG mana dan ternyata postingan tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan," tegas Risca.

Sebelumnya, sebuah unggahan dari akun Threads @aulya_hdy sempat menyita perhatian publik usai meluapkan kekecewaannya terhadap pihak MBG.

 Akun tersebut mengaku mengalami kerugian akibat pembatalan mendadak atas pesanan 211 papan tempe berbobot kurang lebih 340 gram, serta mencoba menjual kembali tempe tersebut ke kawasan Denpasar, Gianyar, dan Klungkung. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.