Cerita Sultan Kalupe soal Mimpi Besar di Balik Gorontalo Half Marathon 2026
Aldi Ponge September 10, 2026 03:01 PM

TRIBUNGORONTALO.COM- Cerita Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe soal persiapan Gorontalo Half Marathon (GHM) 2026

GHM 2026 tidak hanya dipersiapkan sebagai ajang lari tahunan di Provinsi Gorontalo. Di balik pelaksanaan event tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo menyimpan mimpi lebih besar untuk menjadikan GHM sebagai pintu masuk sport tourism sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, dalam podcast Tribun Gorontalo bertajuk "Mimpi Besar di Balik Gorontalo Half Marathon 2026”, dengan host Jefri Potabuga wartawan Tribun Gorontalo, Kamis (10/9/2026).

Menurut Sultan, GHM yang mulai digelar sejak 2024 kini terus berkembang. Panitia menargetkan sebanyak 7.500 peserta ambil bagian pada 2026.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pelaksanaan perdana GHM pada 2024 yang diikuti sekitar 2.500 peserta.Kemudian pada 2025, jumlah peserta ditingkatkan menjadi sekitar 5.000 orang.

Sultan mengatakan, perkembangan tersebut menunjukkan GHM mulai mendapatkan perhatian dari pelari, baik dari Gorontalo maupun luar daerah. Namun, target tahun ini tidak hanya berbicara mengenai jumlah peserta.

Pemprov Gorontalo ingin peserta yang datang tidak sekadar berlari, tetapi juga tinggal beberapa hari, menikmati destinasi wisata, menggunakan jasa hotel, membeli makanan dan produk UMKM hingga memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi daerah.

Sultan mengungkapkan, GHM pertama kali digagas pada 2024 oleh Penjabat Gubernur Gorontalo saat itu, Rudi Salahuddin.

Rudi disebut memiliki latar belakang sebagai mantan atlet sekaligus penghobi olahraga lari dan memiliki komunitas lari.

Gagasan tersebut kemudian diwujudkan menjadi sebuah event lari di Gorontalo.

Pada awalnya, konsep GHM masih menimbulkan keraguan karena pemerintah daerah harus belajar bagaimana mengelola event lari berskala besar.

Salah satu langkah yang dilakukan saat itu yakni mengirim ketua panitia ke Yogyakarta untuk mempelajari penyelenggaraan Jogja Marathon.

"Disuruh belajar. Jadi belajar di sana bagaimana pengelolaan event Jogja Marathon dan pulang ke sini setelah ikut Jogja Marathon minta untuk dibuat event," kata Sultan.

Dengan dukungan berbagai pihak, GHM akhirnya terlaksana pada 2024.

Saat itu, sekitar 2.500 peserta ikut ambil bagian dan GHM langsung menjadi salah satu event lari terbesar di Gorontalo.

Pada 2025, jumlah peserta kembali ditingkatkan hingga sekitar 5.000 pelari.Untuk 2026, target kembali dinaikkan menjadi 7.500 peserta.

PODCAST--Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga ( Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, dalam podcast Tribun Gorontalo bertajuk
PODCAST--Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga ( Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, dalam podcast Tribun Gorontalo bertajuk "Mimpi Besar di Balik Gorontalo Half Marathon 2026”, dengan host Jefri Potabuga Jurnalis Tribun Gorontalo, Kamis (10/9/2026). (Tribun Gorontalo/TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE TRIBUNGORONTALO)

Bukan Sekadar Event Lari

Sultan mengatakan GHM 2026 dirancang dengan konsep yang lebih luas.Salah satunya dengan menggabungkan event olahraga dengan kegiatan UMKM dan hiburan.

Konsep tersebut diharapkan membuat peserta yang datang dari luar daerah tidak langsung meninggalkan Gorontalo setelah menyelesaikan lomba.

"Target kita dengan 7.500 peserta ini tentu hotel akan terisi. Kemudian ketika mereka tiga hari di sini, tentu ada perputaran ekonomi yang terjadi," ujar Sultan.

Menurut perhitungannya, seorang peserta dari luar daerah setidaknya dapat mengeluarkan sekitar Rp2 juta selama berada di Gorontalo.

Jika angka tersebut dikalikan dengan 7.500 peserta, potensi perputaran ekonomi yang dihitung mencapai sekitar Rp15 miliar.

Perhitungan itu mencakup pengeluaran peserta selama berada di Gorontalo, seperti hotel, makanan, transportasi dan kebutuhan lainnya.

"Jadi kita tidak bisa melihat bahwa satu event itu biasanya kan orang event, bikin event lagi, bikin habis uang. Padahal sebenarnya kita harus melihat secara utuh bagaimana menarik orang yang dari luar datang ke Gorontalo, belanja di Gorontalo. UMKM-nya juga dapat untung, hotelnya hidup, kemudian ekonominya juga tumbuh," jelasnya.

Konsep tersebut, kata Sultan, menjadi multiplier effect yang ingin diciptakan melalui GHM 2026.

Usung Tema 'Run With The Journey'

GHM 2026 juga mengusung tema “Run With The Journey”. Tema tersebut tidak hanya mengajak peserta menyelesaikan lintasan lomba.

Peserta juga diarahkan untuk menikmati perjalanan dan keindahan alam Gorontalo.

Sultan mengatakan GHM menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan destinasi wisata Gorontalo kepada peserta dari luar daerah.

Sejumlah destinasi seperti Hiu Paus dan Danau Limboto dapat menjadi tujuan wisata setelah peserta menyelesaikan lomba.

"Jadi bagaimana pelari itu selain dia mengikuti event, dia juga bisa merasakan keindahan alam Gorontalo," katanya.

Bahkan, panitia menyiapkan fasilitas khusus bagi para pemenang. Juara yang memenuhi ketentuan akan mendapatkan kesempatan menikmati wisata Hiu Paus secara gratis.

Selain itu, pemenang juga akan mendapatkan fasilitas menginap gratis selama satu malam di hotel melalui voucher yang disiapkan panitia.

Target Peserta: 4.000 Lokal, 3.500 dari Luar

Dari target 7.500 peserta, panitia memperkirakan sekitar 4.000 peserta berasal dari lokal.

Sementara sekitar 3.000 hingga 3.500 peserta ditargetkan berasal dari luar daerah.

Peserta luar daerah tidak hanya berasal dari wilayah Sulawesi, tetapi juga diharapkan datang dari Pulau Jawa dan daerah lainnya.

Dengan komposisi tersebut, GHM diharapkan semakin memperluas jangkauan promosi Gorontalo.

Pendaftaran Dibuka hingga Awal Oktober

Sultan mengatakan target peserta GHM 2026 ditetapkan sebanyak 7.500 orang.

Pendaftaran ditargetkan ditutup pada awal Oktober 2026.

Hal itu dilakukan untuk memberikan waktu kepada panitia menyiapkan jersey dan medali peserta.

Menurut Sultan, panitia melakukan pemesanan secara bertahap.

Setiap 1.000 tiket yang terjual, pemesanan jersey langsung dilakukan agar kebutuhan peserta tidak menumpuk di akhir.

Jika pada tahap akhir masih tersedia sekitar 500 slot peserta, pendaftaran masih memungkinkan dibuka selama kebutuhan jersey dan medali masih dapat dipenuhi.

Rute 21K, 10K dan 5K

Untuk kategori 21 kilometer atau 21K, GHM 2026 menggunakan rute yang pernah dipakai pada pelaksanaan 2024.Start berada di kawasan Taruna Remaja.

Dari Taruna, peserta menuju Masjid Baiturrahim kemudian berbelok ke arah Suwawa.

Selanjutnya peserta menuju kawasan Polsek Kabila, masuk hingga lampu merah dan berbelok ke arah Center Point.

Di Center Point peserta melakukan putar balik, kemudian kembali menuju arah Kejaksaan.

Dari kawasan Kejaksaan, peserta masuk ke JDS, kemudian melewati Jalan Panjaitan dan kembali menuju garis finish di kawasan Taruna.

Sementara kategori 10K menggunakan rute yang pernah digunakan pada 2025.

Peserta dari Taruna menuju Jalan Agus Salim, Bundaran Saronde, kemudian masuk Jalan Sam Ratulangi hingga kawasan SMA 3.

Rute dilanjutkan menuju Jalan Arif Rahman Hakim, Jalan Andalas, kemudian masuk ke JDS dan menyambung dengan rute 21K.

Untuk kategori 5K, rute dimulai dari Jalan Agus Salim, kemudian menuju Jalan Sam Ratulangi, Jalan Jalaluddin Malik, hingga Jalan Panjaitan.

Di sepanjang Jalan Panjaitan, panitia juga menyiapkan konsep hiburan untuk peserta dan keluarga.

Ada Lomba 'Tim Hore'

Salah satu hal menarik yang disiapkan dalam GHM 2026 adalah keberadaan “tim hore” di sepanjang rute.

Keluarga maupun pendukung peserta dapat membuat titik dukungan yang paling meriah.

Panitia bahkan menyiapkan hadiah bagi tim pendukung yang dinilai paling heboh.

"Mana yang lebih wah, mana yang lebih heboh, itu yang kita lombakan. Kita kasih doorprize dan hadiah," kata Sultan.

Hadiah Ditambah, Podium Diperluas

Dari sisi hadiah, GHM 2026 juga mengalami peningkatan.

Total bonus hadiah yang disiapkan mencapai sekitar Rp250 juta, meningkat dibandingkan 2025 yang berada di kisaran Rp200 juta.

Selain peningkatan nilai hadiah, kesempatan untuk meraih podium juga diperluas.

Jika pada 2025 pemenang hanya diberikan hingga tiga besar, pada 2026 kategori pemenang diperluas hingga peringkat lima.

Langkah tersebut diharapkan memberikan kesempatan lebih banyak kepada pelari untuk mendapatkan penghargaan.

Evaluasi: Water Station hingga Penerangan

Sultan mengatakan persiapan GHM 2026 juga mengacu pada evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya. Salah satu catatan utama adalah ketersediaan water station.

Pada pelaksanaan sebelumnya, jumlah water station dinilai masih kurang.

Selain itu, petugas di titik tersebut juga perlu diperbanyak agar pelari tidak harus mengambil air sendiri yang dapat mengganggu waktu lari.

Evaluasi berikutnya berkaitan dengan fasilitas pendingin atau penyemprotan air yang masih perlu ditingkatkan. Kemudian ada persoalan marshal atau petugas penunjuk arah.

Hal tersebut dianggap penting terutama untuk peserta kategori 21K yang mulai berlari saat kondisi masih gelap.

"Harus ada penunjuk jalan. Kalau tidak ada penunjuk jalan mereka tidak tahu. Masih gelap juga itu. Harus belok kiri, belok kanan dan sebagainya," ujar Sultan.

Penerangan jalan juga menjadi perhatian.Panitia akan memastikan sejumlah titik yang dilalui pelari memiliki penerangan yang memadai.

Selain itu, kebutuhan peserta muslim untuk melaksanakan salat Subuh juga menjadi bagian evaluasi.

Panitia mempertimbangkan menyediakan lokasi salat lengkap dengan tempat wudu serta perlengkapan seperti sarung dan mukena di titik tertentu.

Jalan Dinilai Sudah Layak

Dari sisi infrastruktur jalan, Sultan menyebut hasil survei menunjukkan kondisi jalan yang akan digunakan untuk rute GHM relatif baik.

Tim dari Bank Mandiri disebut telah melakukan survei pada akhir Juli 2026.

Menurut hasil survei tersebut, sekitar 95 persen jalan yang menjadi lintasan GHM dalam kondisi mulus.

Sementara sekitar 5 persen lainnya terdapat lubang-lubang kecil yang masih dapat diperbaiki.

Dengan kondisi tersebut, infrastruktur jalan dinilai sudah cukup layak untuk pelaksanaan event.

Namun, penambahan penerangan dan penunjuk arah tetap diperlukan.

UMKM Ikut Didorong Tumbuh

GHM 2026 juga akan dikolaborasikan dengan kegiatan UMKM.

Pada pelaksanaan 2025, terdapat sekitar 40 booth UMKM.

Sebanyak 20 booth merupakan UMKM yang diusulkan Pemerintah Kota Gorontalo.

Sementara 20 booth lainnya merupakan UMKM binaan Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui instansi terkait.

Sultan mengatakan UMKM yang ikut dalam event tersebut tidak langsung ditempatkan begitu saja.

Produk mereka terlebih dahulu dikurasi, termasuk makanan dan minuman yang akan dijual kepada peserta.

"Jangan sampai justru makanan ini membuat sakit perut atau supaya ada yang keracunan dan sebagainya. Kita lihat dulu, coba dulu, tes dulu makanan. Kalau layak baru kita berikan tempat dengan gratis," jelasnya.

Panitia juga menyiapkan booth untuk UMKM.

Setelah pelaksanaan lomba, peserta dapat menikmati makanan, minuman dan hiburan sambil menunggu rangkaian acara berikutnya.

Berburu Artis untuk GHM 2026

Selain olahraga dan UMKM, kehadiran artis juga menjadi bagian dari strategi promosi GHM 2026.

Sultan mengakui pihaknya tengah berupaya menghadirkan sejumlah nama untuk memeriahkan event tersebut.

Salah satu nama yang pertama kali dihubungi adalah Ariel NOAH.

Namun hingga podcast berlangsung, komunikasi dengan manajemen Ariel belum mendapatkan kepastian.

Pemprov Gorontalo bahkan mencoba membuka akses melalui jaringan di Jakarta serta pihak yang memiliki hubungan dengan brand yang menjadi ambassador Ariel.

Selain Ariel, nama Ririn Ekawati dan Ibnu Jamil juga masuk dalam daftar yang dibidik.

Untuk keduanya, komunikasi melalui agen di Jakarta disebut sudah dilakukan dan pihak tersebut telah menyampaikan penawaran harga.

Nama lain yang juga sedang diupayakan adalah Fahma? bersama suaminya, El Rumi.

Sultan mengatakan pihaknya masih menunggu perkembangan komunikasi tersebut.

Upaya lainnya dilakukan dengan menyurati Raffi Ahmad.

Menurut Sultan, surat tersebut ditandatangani Gubernur Gorontalo dan ditujukan untuk meminta Raffi hadir dalam rangkaian kegiatan kepemudaan pada 5 Desember 2026.

Jika memungkinkan, Raffi kemudian diharapkan ikut berlari dalam GHM pada 6 Desember.

Sultan menegaskan, kehadiran artis tersebut bukan sekadar hiburan.

Artis dipandang sebagai bagian dari strategi marketing untuk memperkenalkan GHM dan Gorontalo kepada publik yang lebih luas.

Mimpi Besar: Sertifikasi World Athletics

Di balik target 7.500 peserta, peningkatan hadiah, UMKM, pariwisata hingga kehadiran artis, Sultan menyimpan target yang lebih besar.

GHM diharapkan tidak berhenti sebagai event lari berskala nasional.

Mimpi tersebut adalah mendapatkan sertifikasi dari World Athletics.

Dengan sertifikasi tersebut, GHM diharapkan dapat berkembang menjadi event internasional dan menarik pelari dari berbagai negara.

"Memang mimpi besar saya Gorontalo Marathon ini bisa bersertifikasi dulu. Ketika dia bersertifikasi World Athletics maka pelari-pelari luar itu bisa masuk, dari Malaysia, dari Singapura, dari mana saja bisa masuk," ujar Sultan.

Menurutnya, sertifikasi tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum GHM diarahkan menjadi event internasional.

Jika sudah berkembang menjadi event internasional, jumlah peserta dari luar negeri diharapkan semakin meningkat.

Dampaknya juga diharapkan tidak hanya dirasakan sektor olahraga, tetapi pariwisata, perhotelan, UMKM hingga sektor ekonomi lainnya.

Sultan bahkan membayangkan dalam lima tahun ke depan Gorontalo sudah memiliki event marathon yang berstatus internasional.

"Nah, jadi saya bayangkan itu lima tahun depan ini sudah menjadi event internasional," katanya.(*/Jefri)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.