Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Gas mudah terbakar berupa metana masih terdeteksi di Blok B TPA Putri Cempo, Kota Solo, Jawa Tengah, pada hari kedelapan penanganan kebakaran, Kamis (10/9/2026).
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Solo Ari Dwi Daryaatmo mengatakan temuan tersebut berdasarkan asesmen yang dilakukan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta.
Dalam asesmen tersebut, BPPTKG Yogyakarta mendapati kandungan gas metana masih berada di Blok B yang hingga kini masih dalam proses penanganan kebakaran.
Sementara itu, kondisi berbeda terlihat di Blok C dan Blok D1 yang sebelumnya juga sempat terbakar.
Hasil asesmen menunjukkan tidak ada lagi kandungan gas metana di kedua blok tersebut.
"Kemarin kita juga dapat bantuan dari BPPTKG Yogyakarta yang khusus melakukan assesment terkait gas metana. Itu yang di blok C sudah tidak terdapat gas metana termasuk di blok D," jelas Ari.
"Tetapi yang untuk blok B karena masih proses penanganan itu masih terdapat gas metana," lanjut dia.
Petugas gabungan hingga Kamis masih melanjutkan penanganan kebakaran TPA Putri Cempo.
Petugas melakukan pemadaman melalui jalur darat dengan dukungan alat berat.
Ari mengatakan petugas masih menghadapi kendala untuk membuka akses menuju lereng timur Blok B.
Karena itu, alat berat membantu petugas membuka akses agar proses pemadaman dapat berlangsung.
"Upaya tindaklanjut, hari ini kita fokus pemadaman darat dengan alat berat untuk membuka akses karena memang kita masih kesulitan membuka akses di lereng timur blok B. Berdasarkan pantauan di lapangan dengan damkar, tadi sudah mulai membuka di lereng sebelah timur," kata Ari.
Baca juga: Kebakaran TPA Putri Cempo Solo Belum Padam, Rekayasa Cuaca Disiapkan Hari Ini
Selain pemadaman dari jalur darat, petugas juga menyiapkan upaya lain untuk mempercepat penanganan kebakaran, termasuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau rekayasa cuaca.
Penanganan kebakaran masih berfokus pada Blok B karena area tersebut masih mengalami kebakaran dan hasil asesmen juga menunjukkan keberadaan gas metana.
(*)