TRIBUNSUMSEL.COM - Evi, istri Heriyanto (49), pemandu rombongan yang membawa lima jurnalis ke kawasan Gunung Anak Krakatau menceritakan detik-detik komunikasi terakhirnya dengan sang suami sebelum hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten sejak Senin (7/9/2026).
Ia mengungkapkan bahwa suaminya mengirimkan foto kondisi terkini Gunung Anak Krakatau beberapa jam setelah bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, menggunakan speedboat Arupadhatu 1 sekitar pukul 14.00 WIB.
Hal itu diungkap Evi saat mendatangi Posko SAR Terpadu Marina Carita, Rabu (9/9/2026) menanti kabar suaminya.
Baca juga: Terekam Kamera Pemandu, Inilah Momen Keberangkatan 5 Jurnalis Peliput Anak Krakatau: Bismillah
Adapun sebuah foto erupsi Gunung Anak Krakatau yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp pada pukul 18.13 WIB menjadi pesan sekaligus komunikasi terakhir dari Heriyanto.
"Dia kirim foto, jam 18.13, saya balas lagi jam 19.35 WIB pesan cuma ceklis satu, gak ada komunikasi lagi sampai sekarang," kata Evi, dilansir dari Tribunjakarta.com.
Evi menjelaskan, suaminya sempat berpesan sebelum berangkat bahwa perjalanan meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau tersebut hanya berlangsung sehari tanpa ada rencana menginap.
Rombongan awalnya diperkirakan sudah kembali ke daratan pada sore hari.
Namun hingga malam tiba, rombongan tidak kunjung pulang dan hilang kontak.
Evi mengenang kebiasaan suaminya yang selalu rutin memberi kabar selama bertahun-tahun bekerja di laut.
Selain foto erupsi tersebut, tidak ada informasi lain mengenai posisi maupun kondisi rombongan.
Evi menambahkan, rombongan hanya membawa bekal sederhana untuk perjalanan singkat tersebut.
"Menunya bawa air mineral satu dus, lunch box lima, dan semangka satu biji. Sudah, bawa itu doang," ujar Evi.
Baca juga: Sosok Heriyanto, Pemandu Wisata Turut Hilang Kontak Bersama 5 Jurnalis Peliput Erupsi Anak Krakatau
Hingga Rabu (9/9/2026) pukul 15.30 WIB, Tim SAR gabungan belum menemukan keberadaan delapan orang yang berada di atas speedboat tersebut.
Kedelapan orang tersebut dilaporkan hilang kontak saat hendak melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK), Senin (7/9/2026).
Delapan orang tersebut terdiri dari lima jurnalis, dua Anak Buah Kapal (ABK), serta satu guide atau pemandu.
Kelima jurnalis tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas, jurnalis Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis freelance.
Sementara tiga ABK yakni Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) sebagai ABK, Heriyanto (49) selaku guidel.
Polda Banten, Basarnas, TNI Angkatan Laut, dan Polairud terus melakukan pencarian intensif. Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menegaskan komitmen personelnya dalam operasi kemanusiaan ini.
"Ada, kita piket 24 jam di sini. Tanpa diperintah kami sudah jalan. Jadi kalau ada kejadian kita akan respons cepat," tegas Irjen Pol Hengki saat memantau lokasi di Pantai Marina Trip To Krakatau-Ujung Kulon.
Pencarian difokuskan pada penyisiran lima sektor perairan strategis dengan membagi Search and Rescue Unit (SRU) berdasarkan peta navigasi SAR Map:
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com