Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima Sakti
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan fenomena El Nino bertahan hingga awal tahun 2027 dengan peluang 75 persen dengan kategori sangat kuat.
Sementara puncak musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung pada Juli-September 2026.
Analisis BMKG, tidak semua wilayah mengalami puncak kemarau pada waktu yang sama.
Atas kondisi itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri mengimbau masyarakat terus mewaspadai dampak yang ditimbulkan dari fenomena tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama mengatakan berdasarkan informasi dari BMKG masih ada kecenderungan kenaikan suhu.
Baca juga: Makam Kuno Eyang Raden Santri Kembali Terlihat saat Waduk Gajah Mungkur Surut, Simak Kisah Mitosnya
"Dampaknya ke sumber air yang berkurang atau mengering. Daun atau tanaman kering yang meningkatkan kerawanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," kata Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, Kamis (10/9/2026).
Antisipasi yang dapat dilakukan masyarakat yakni tidak membakar sampah sembarangan yang mana menjadi penyebab paling tinggi karhutla.
"Memang ada beberapa penyebab karhutla, pertama membakar sampah dan tidak ditunggu. Ada beberapa kasus kejadian yang ditangani Damkar seperti itu," ujarnya.
Di bagian lain, hingga saat ini BPBD terus melakukan pengiriman air bersih ke sejumlah wilayah yang dilanda kekeringan.
Setidaknya sudah ada 11 kecamatan yang meminta dropping air bersih dari 14 kecamatan yang terdampak kekeringan di musim kemarau.
"Ada permintaan dari Desa Johunut, Kecamatan Paranggupito yang sumber airnya berkurang," kata Fuad.
BPBD Wonogiri terbuka untuk berkoordinasi dengan organisasi maupun lembaga yang ingin membantu masyarakat terdampak kekeringan.
BPBD, kata dia, dapat memberikan informasi maupun referensi wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih.
Baca juga: Kemarau Ancam Wonogiri, 14 Kecamatan Rawan Kekeringan
Dengan demikian, bantuan dari berbagai pihak diharapkan dapat lebih tepat sasaran, terutama untuk warga yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kami siap berkoordinasi kalau ada organisasi atau lembaga yang hendak mengirimkan air bersih. Kami bisa memberikan informasi atau referensi wilayah yang bisa dibantu dropping air bersih,” pungkasnya.
(*)