Pemegang Saham RANS Protes di BSD, Datang Bawa Undangan tapi Tak Bisa Ikut RUPSLB Offline
Wawan Akuba September 10, 2026 08:47 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Puluhan pemegang saham PT RANS Entertainment Indonesia Tbk mendatangi RANS Office Building, BSD, Kota Tangerang Selatan, Banten, Kamis (10/9/2026).

Kedatangan mereka berujung protes setelah para investor retail tersebut mengaku tidak dapat mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) secara langsung di lokasi.

Sejumlah pemegang saham menyebut telah menerima undangan yang mencantumkan pelaksanaan RUPSLB pada pukul 11.00 WIB. Mereka bahkan tiba lebih awal, sekitar pukul 08.00 WIB, untuk mengikuti agenda tersebut.

Baca juga: Guru MAN 3 Nganjuk Meninggal Usai Cekcok dengan Siswa, Sekolah Beri Klarifikasi

Namun, setibanya di kantor RANS, mereka mendapat informasi bahwa peserta yang dapat mengikuti rapat secara offline dibatasi hanya lima orang.

Pembatasan tersebut membuat sejumlah pemegang saham kecewa. Sebab, menurut mereka, informasi mengenai batasan peserta tatap muka tersebut tidak diketahui secara luas oleh para pemegang saham.

Mereka yang hadir berasal dari sejumlah daerah. Sebagian mengaku telah meluangkan waktu dan meninggalkan aktivitas pekerjaan untuk datang ke RANS Office Building di Bumi Serpong Damai, BLOK CBD LOT VIII NO. 12, Kelurahan Lengkong Gudang, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan.

Baca juga: Anak 16 Tahun Meninggal Dianiaya Ibu Kandung, Diduga Dipukul Pakai Balok

Situasi kemudian memanas ketika pihak manajemen meminta para pemegang saham yang berada di lokasi untuk meninggalkan kantor.

Para investor menilai penyelenggaraan RUPSLB perdana RANS Entertainment tersebut tidak berjalan profesional. Mereka juga meminta adanya pertanggungjawaban atas persoalan yang terjadi.

Salah seorang pemegang saham asal Bogor, Irfan, mengaku kecewa karena telah meminta izin dari tempat kerjanya untuk menghadiri agenda tersebut.

"Datang dari Bogor udah izin kerja, untuk ikut ke sini jelas kecewa," ungkapnya kepada TribunBanten.com di lokasi.

Menurut Irfan, panitia tidak menyiapkan ruangan untuk para investor retail yang ingin mengikuti rapat secara tatap muka.

Kekecewaan semakin bertambah setelah para pemegang saham diminta pulang tanpa mendapatkan solusi yang mereka harapkan.

"Kita diusir secara halus, suruh pulang begitu saja tanpa ada pertanggungjawaban. Pihak RANS cuma minta maaf gak ada solusi lain, tentu kita kecewa," tegas Irfan.

Keluhan serupa disampaikan Farsa, pemegang saham asal Tangerang Selatan. Ia mengatakan telah berada di lokasi sejak pagi untuk mengikuti RUPSLB.

"Kecewa dari jam 8 standby di sini, sering ikut gak kaya gini. Ini gak profesional PR dalam penanganan case-nya," ujar Farsa.

Farsa juga mempertanyakan tidak adanya alternatif bagi investor yang sudah hadir apabila rapat memang harus diikuti secara daring.

"Dan gak ada pertanggungjawaban apa-apa dan gak ada solusi apa-apa, kita cuma disuruh pulang. Harusnya minimal disediakan tempat kalau memang harus online. Kita gak jelas bukti kehadiran tapi gak berguna apa-apa," pungkasnya.

Para pemegang saham yang berada di lokasi kemudian meminta penyelenggara memberikan pertanggungjawaban atas pelaksanaan RUPSLB tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.