Revolusi Baru Penanganan Sepsis, Akademisi FKUI Temukan Kunci Epigenetik Respons Imun Tubuh
Hironimus Rama September 10, 2026 09:35 PM

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - ​Universitas Indonesia (UI) kembali mencetak sejarah lewat keberhasilan dokter Yogi Prawira, yang meraih gelar Doktor berpredikat Summa Cum Laude dari Fakultas Kedokteran UI.

​Penelitian tingkat tinggi ini berangkat dari ancaman sepsis yang hingga kini terus menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia akibat fase kelumpuhan imun pada pasien.

​Pada kondisi darurat tersebut, makrofag yang bertindak sebagai sel pembersih kuman justru mengalami perubahan fungsi dari penyerang infeksi menjadi pemulih jaringan.

Baca juga: Lansia Bekasi Tulis Ulang Makna Hidup, Mahasiswa UI Ubah Edukasi Diabetes Jadi Sesi Berbagi Cerita

​Fenomena pergeseran fungsi imun ini diduga kuat dipicu oleh mekanisme epigenetik molekuler berupa proses laktilasi histon.

​Laktilasi histon sendiri merupakan penambahan gugus kimia laktat pada protein pembungkus DNA yang berwenang mengatur instruksi ekspresi gen di dalam sel.

​"Penelitian ini membantu menjelaskan kapan biomarker muncul, bagaimana jalur epigenetik berperan dalam respons imun, serta sejauh mana jalur tersebut dapat dimodulasi melalui intervensi farmakologis," tegas Yogi, Kamis (10/9/2026). 

​Secara khusus, titik tumpu penelitian eksperimental ini berfokus pada dinamika laktilasi histon H3K18 sebagai pengendali utama kendali imun seluler.

​Demi mengurai kerumitan molekuler tersebut, Yogi menguji 190 ekor mencit jantan BALB/c dalam model endotoksemia di laboratorium riset FK-KMK Universitas Gadjah Mada.

​Hasil pengujian membuktikan bahwa kadar laktat melonjak begitu cepat sehingga tidak tepat dijadikan tolok ukur tunggal keparahan penyakit.

​Sebaliknya, penilaian skor klinis Murine Sepsis Score terbukti jauh lebih presisi dalam mencerminkan keparahan serta dinamika penyakit pada tubuh pasien.

​"Kebaruan penelitian ini adalah perbandingan langsung dua agen dengan mekanisme berlawanan terhadap aksis laktat-H3K18la-Arg1 dalam satu model endotoksemia yang sama," tambahnya. 

​Sementara itu, intervensi agen metabolik MSM dan 2-DG berhasil memperlihatkan tren positif dalam menurunkan angka kematian absolut serta memperpanjang kesintasan subjek.

​Keberhasilan akademis Yogi dicapai di bawah kawalan promotor Antonius H Pudjiadi bersama jajaran tim penguji terkemuka.

​Capaian terobosan riset biomedik ini mendapat sambutan hangat dari pihak pimpinan fakultas atas kontribusinya bagi dunia kedokteran intensif.

​"Disertasi yang dihasilkan memberikan kontribusi penting bagi pengembangan ilmu biomedik dan kedokteran intensif, khususnya dalam memahami mekanisme molekuler respons imun pada sepsis," puji Dekan FKUI, Anna Rozaliyani. 

​Keberhasilan ini kian mempertegas kepemimpinan UI sebagai kampus riset unggul yang konsisten melahirkan inovasi medis demi keselamatan masyarakat luas. (m38)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.