TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Kabupaten Banyumas menduduki peringkat ketiga sebagai daerah dengan permohonan cerai gugat dari pihak istri tertinggi di Jawa Tengah.
Posisi puncak diisi oleh Kabupaten Cilacap, sedangkan peringkat kedua ditempati oleh Kabupaten Brebes.
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah tahun 2025, angka cerai gugat di Cilacap menyentuh 3.901 kasus, Brebes sebanyak 3.455 kasus, serta Banyumas mencapai 3.191 kasus.
Sementara untuk perkara cerai talak dari pihak suami, Cilacap mencatatkan 1.278 kasus, Brebes 753 kasus, dan Banyumas berada di angka 801 kasus.
Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti, mengutarakan keprihatinan mendalam lantaran wilayahnya berada di urutan tiga besar se-Jawa Tengah untuk perkara perceraian yang dilayangkan pihak perempuan.
Sejumlah dinamika yang mendominasi pemicu perceraian tersebut meliputi persoalan ekonomi serta perselingkuhan, sedangkan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhitung tidak terlampau marak.
"Cerai gugat kebanyakan karena ekonomi. Kebanyakan yang PPPK sudah pengangkatan," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (10/9/2026).
Menurut Lintarti, para istri yang mengajukan cerai gugat umumnya telah memendam permasalahan rumah tangga sejak kurun waktu yang cukup lama.
Akan tetapi, keterbatasan kemandirian finansial membuat mereka belum memberanikan diri melayangkan gugatan ke pengadilan.
Seusai resmi diangkat menjadi PPPK dan merasa memiliki ketahanan ekonomi, rasa sakit hati yang lama terpendam akhirnya diluapkan.
"Jadi kebanyakan juga sudah pisah rumah lama, sudah setengah tahun atau sampai satu tahun. Cuma dipaksa-paksa untuk dipertahankan," ungkapnya.
Kendati demikian, Lintarti menyerukan kepada segenap masyarakat Banyumas agar sebisa mungkin mengelak dari jalan perceraian.
Ia mengimbau agar setiap pasangan suami istri senantiasa membangun keterbukaan serta kejujuran dalam mengarungi bahtera rumah tangga.
Di samping itu, peningkatan intensitas ibadah dan doa amat diperlukan agar mahligai rumah tangga senantiasa diliputi kerukunan serta ketenteraman.
"Keterbukaan itu penting agar sama-sama tahu. Jangan sampai hal-hal yang dipendam di hati akhirnya meledak karena tidak ada komunikasi," pesannya.