BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di tengah musim kemarau panjang semakin menjadi-jadi.
Tidak hanya menimbulkan kabut asap di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) khususnya, kerusakan lahan hingga menyebabkan kebun semangka turut terdampak.
Kondisi ini dibenarkan pihak Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (Distan PP) Kabupaten HSS saat dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, Kamis (10/9/2026).
Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Darma, mengungkapkan dampak Karhutla hingga saat ini tercatat membakar lahan petani semangka sekitar 3,8 hektare (Ha).
“Rata-rata wilayah terdampak itu berada di Kecamatan Daha Selatan, yakni lahan petani di Desa Pihanin Raya sekitar 1,8 Ha dan Muning Baru sekitar 2 Ha. Ini data yang terbaru saat ini,” katanya.
Baca juga: Api Karhutla Mendekati Komplek Perumahan di Kawasan Tatah Makmur, Warga Minta Bantuan Pemadam
Darma, memastikan lahan terbakar tersebut seluruhnya lahan semangka dan rata-rata hampir mendekati panen.
“Jadi buah semangka itu hampir siap untuk dilakukan panen oleh petani. Saat ini sudah mulai banyak ini warga di Nagara yang melakukan panen semangat juga,” jelasnya.
Darma turut memberikan pendapat terkait video kebakaran lahan semangka sebanyak 3.000 biji yang sempat viral di media sosial (Medsos).
Isi video tersebut dikatakannya bukan terjadi di wilayah Pihanin Raya, karena pemiliknya pun tidak ada melakukan pengambilan video saat kejadian.
Baca juga: Karhutla Belum Reda, Dinsos Kalsel Perpanjang Dapur Umum hingga 18 September
“Namun, benar adanya terkait kejadian kebakaran lahan yang membakar milik petani buah semangka tersebut di Desa Pihanin Raya. Memang seperti pada tulisan dalam video tersebut,” jelasnya.
Pihaknya memastikan telah melakukan penelusuran guna mematikan kejadian tersebut dan melaporkan ke pimpinan. (Banjarmasinpost.co.id/Adiyat Ikhsan)