TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA – Warga Ibu Kota siap menyambut moda transportasi baru yang makin terintegrasi.
Masyarakat umum dijadwalkan mulai dapat menggunakan layanan LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai secara komersial luas pada 12 Oktober 2026 mendatang.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menjelaskan bahwa sebelum layanan ini dibuka secara penuh hingga 30 November 2026, pihak penyelenggara akan melalui tiga tahapan simulasi untuk memastikan kesiapan teknis dan kenyamanan operasional.
Baca juga: Uji Coba Perdana LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai Mulai Hari Ini, Jarak 12,2 Km Cuma 28 Menit
Tahapan pertama telah bergulir dengan menyasar kelompok tamu undangan, perwakilan warga, pembuat konten (Key Opinion Leader), hingga jurnalis di Stasiun LRT Jakarta Kelapa GadingKlik untuk membuka panel samping guna melihat informasi selengkapnya.
"Uji coba hari ini adalah memang hasil dari tindak lanjut rapat kita juga dengan DJKA ya. Dan uji coba adalah bagian dari kita untuk melakukan uji coba untuk penyempurnaan layanan," kata Budi saat ditemui di Stasiun LRT Jakarta Kelapa GadingKlik untuk membuka panel samping guna melihat informasi selengkapnya, Kamis (10/9/2026).
Budi menekankan pentingnya evaluasi bertahap untuk menyaring masukan publik secara langsung sebelum masuk ke operasional penuh.
"Nah, sehingga nanti pas saat pelaksanaannya itu bisa terpenuhi semua. Seperti itu," ujarnya.
Jadwal Uji Coba Gratis Masyarakat Mulai 17 September
Memasuki tahap kedua, kesempatan untuk merasakan secara langsung rute penuh Kelapa Gading–Manggarai akan dibuka untuk warga sekitar dan masyarakat umum yang mendaftar secara daring.
Periode uji coba tahap ini dijadwalkan berlangsung dari 17 September hingga 2 Oktober 2026.
Dalam periode tersebut, operasional kereta dibatasi selama tujuh jam setiap harinya, yakni mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB.
"Iya, ada yang melalui undangan dan juga ada yang nanti mendaftar melalui situs web," kata Budi.
Ia juga menambahkan bahwa uji coba ini difokuskan untuk menguji keandalan gate masuk serta integrasi sistem pembayaran elektronik, di mana penumpang masih digratiskan.
"Iya, sementara kita masih tidak dikenakan biaya dan tadi teman-teman kan dikasih kartu. Nah, kartu itu juga sambil mengecek bagaimana sistem ticketing kita, sudah bisa berjalan atau belum," kata Budi.
Integrasi JPO Stasiun Manggarai
Direktur Utama LRT Jakarta, Aditia Kesuma Negara, membeberkan bahwa fokus utama persiapan fisik saat ini adalah percepatan integrasi antarmoda dengan hub transportasi Stasiun Manggarai.
Akses penghubung antarmoda tersebut nantinya mengandalkan fasilitas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).
"Iya, pakai JPO. Nanti ya kita upayakan September ini selesai," ujar Aditia.
Selain akses JPO, penataan estetika kawasan di bawah lintasan layang LRT terus dimaksimalkan oleh Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta.
"Sudah mulai dilakukan ya oleh Dinas Pertamanan, masih proses" kata Budi.
Budi berharap hadirnya konektivitas rute baru ini mampu mengubah pola mobilitas warga Jakarta agar beralih ke transportasi massa.
"Harapannya tentu masyarakat bisa menggunakan ini dan juga harapan besarnya mereka yang menggunakan kendaraan pribadi ya bisa beralih menggunakan transportasi publik," pungkas Budi.