TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN – Tak kunjung mendapat kepastian anggaran dari pemerintah, warga Dusun Liunggunung, Desa Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, nekat mengambil langkah berswadaya.
Warga kompak menggalang dana patungan demi merenovasi jalan desa yang telah hancur selama kurun waktu enam tahun terakhir.
Aksi patungan tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari warga kecil, petani, pengusaha lokal, hingga aparatur pemerintah yang ikut merogoh kocek pribadi demi mewujudkan jalan yang layak.
Tokoh warga Dusun Liunggunung, Usup Supriadi, mengungkapkan bahwa aksi gotong royong perbaikan jalan ini telah berjalan sejak Agustus lalu.
Hingga kini, pengerjaan swadaya tersebut sudah memasuki segmen kedua pada titik-titik kerusakan yang paling parah.
"Ini dibangun sudah sebulan yang lalu, dari Agustus kemarin. Sampai saat ini alhamdulillah sudah masuk segmen kedua di titik paling parah dan sudah menghabiskan 54 sak semen," kata Usup saat ditemui Tribun Jabar di lokasi pengerjaan jalan, Kamis (10/9/2026) siang.
Baca juga: Jalan Rusak Bertahun-tahun di Cililin Viral, Pemda KBB Janji Perbaiki Akhir Tahun 2026
Usup menegaskan, seluruh dana pembangunan murni dihimpun dari kesadaran dan kepedulian swadaya masyarakat tanpa menyentuh anggaran resmi pemerintah pusat maupun daerah yang tak pasti.
Lantaran bertumpu pada sumbangan warga, proses pengerjaan dilakukan secara bertahap menyesuaikan ketersediaan kas.
Bahkan, ketika kas donasi habis namun material semen mendesak dibutuhkan, warga tak ragu untuk berutang terlebih dahulu ke toko bangunan.
"Kalau lagi tidak ada uang tapi pengerjaan mau terus berjalan, kami pinjam (ngutang) dulu ke toko material."
"Nanti kalau ada uang terkumpul lagi dari donatur, baru kita bayarkan," ungkapnya.
Dari penggalangan dana sukarela tersebut, akumulasi sumbangan warga baru menyentuh angka Rp5,8 juta.
Padahal, estimasi total biaya yang dibutuhkan untuk menuntaskan perbaikan fisik jalan mencapai kisaran Rp25 juta.
Besaran donasi yang masuk pun beragam, mulai dari nominal puluhan ribu, Rp500 ribu, hingga yang terbesar mencapai Rp600 ribu.
Terbatasnya dana membuat warga memprioritaskan pengecoran pada titik-titik yang kondisinya paling memprihatinkan.
Saat ini, baru sekitar 100 meter jalan yang berhasil diperbaiki secara bertahap dari total panjang jalan sekitar satu kilometer.
Padahal, akses jalan sepanjang satu kilometer tersebut merupakan jalur vital harian yang menghubungkan Desa Legokjawa dengan Desa Batumalang, Kecamatan Cimerak.
Setiap harinya, jalan ini dilalui oleh petani, pengusaha, hingga anak-anak sekolah.
Warga berharap aksi swadaya ini menggugah kepedulian Pemerintah Kabupaten Pangandaran maupun Pemprov Jawa Barat agar segera mengucurkan anggaran perbaikan secara permanen.
"Jalan ini panjangnya cuma satu kilometer, bagi pemerintah tentu tidak terlalu susah. Kami sangat memohon bantuan Ibu Bupati dan Pak Gubernur Jabar agar segera turun tangan memperbaiki jalan di desa kami," pungkas Usup.(*)