BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Intip simulasi evakuasi bencana dan trauma healing BPBD Tabalong Kalsel, libatkan ratusan siswa.
Suasana halaman sekolah MIN 5 Tabalong di Desa Tanta Hulu, Kecamatan Tanta, yang awalnya tenang mendadak riuh ketika suara instruksi terdengar, Kamis (10/9/2026).
Petugas BPBD Tabalong, TNI, dan Polri dengan sigap memberi petunjuk, membagi barisan, dan memandu anak-anak agar tetap tenang namun bergerak cepat menuju titik kumpul keselamatan.
Dari titik kumpul keselamatan di halaman sekolah, ratusan siswa dengan pengarahan dan pengawalan langsung dievakuasi sesuai jalur menuju armada yang sudah siap di jalan raya.
Baca juga: BREAKING NEWS- Api Mengamuk di Sungai Jaranih HST, 12 Bangunan Hangus Terbakar
Baca juga: Duduk Persoalan Ayah di Balangan Kalsel Sampai Aniaya Anak Kandung, Sekarang Berurusan ke Polisi
Kalak BPBD Tabalong Haris Fakhrozi dengan memegang megafon, nampak sibuk mengarahkan anak-anak yang berlarian untuk menyusuri jalur evakuasi.
Petugas gabungan juga mengawal sisi jalan untuk memastikan keselamatan setiap siswa di tengah lalu lintas dan di dekat truk evakuasi yang sudah disiapkan.
Setelah secara bertahap dinaikkan ke atas truk evakuasi BPBD dan kendaraan operasional lainnya, murid-murid kemudian dibawa ke pengungsian di halaman Kantor Desa Tanta Hulu.
Di tempat pengungsian ini ratusan anak-anak tersebut kemudian ditenangkan dan diajak bermain sebagai bagian dari upaya trauma healing.
Ya, begitulah jalannya simulasi evakuasi bencana dan trauma healing yang dilakukan BPBD Tabalong bersama TNI, Polri, satuan pendidikan, aparat kecamatan dan juga aparat desa.
Kalak BPBD Tabalong, Haris Fakhrozi, mengatakan simulasi ini dilakukan untuk memberikan edukasi kepada satuan pendidikan, baik siswa maupun guru untuk menghadapi bencana banjir maupun karhutla.
"Kalau dalam bencana itu ada tiga fase, prabencana, keadaan darurat dan pascabencana. Ini yang disimulasikan, mulai evakuasi, pengungsian dan pemberian trauma healing," kata Haris.
Adanya simulasi ini disambut positif Kepala MIN 5 Tabalong, H Aliansyah. Menurutnya ini sangat mengedukasi para murid dan guru untuk menghadapi bencana.
"Murid yang dilibatkan ini tadi dari kelas 1, 4 dan 6, kurang lebih 180 orang," katanya.
Sementara itu, dalam simulasi ini juga dirangkai dengan edukasi bahaya kebakaran hutan dan lahan yang disampaikan Tim Penyuluh Karhutla dari Mabes TNI Kolonel Arh Riyanto Budi Nugroho.
Terkait simulasi yang dilaksanakan, Kolonel Arh Riyanto mengatakan ini merupakan salah satu dari rangkaian penanggulangan bencana.
"Biasanya untuk penanganan setelah korban dikumpulkan di titik pengungsian dan dilaksanakan trauma healing," ujarnya
Trauma healing yang diberikan, khususnya kepada anak-anak supaya psikologis mereka tidak terganggu sebagai akibat dari kebencanaan.
"Ini sifatnya latihan, tetapi hal ini bisa diimplementasikan, dipraktekkan apabila nanti suatu saat ada bencana," katanya.
Darurat Asap Kebakaran? Ini Cara Sulap Kamar Tidur Bebas Polusi
Kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia tidak hanya mengancam keselamatan dari api, tetapi juga menyisakan persoalan kualitas udara.
Asap kebakaran dapat masuk ke dalam rumah dan membuat udara yang dihirup tetap tidak sehat, meski penghuni sudah berlindung di dalam ruangan.
Bagi masyarakat yang terdampak asap kebakaran dan masih aman untuk bertahan di rumah, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah membuat clean room atau ruang bersih.
Ruangan ini ditujukan untuk mengurangi masuknya asap sehingga keluarga memiliki tempat untuk bernapas dengan udara yang relatif lebih bersih.
Dilansir dari American Lung Association, berikut enam cara yang dapat dilakukan.
1. Pilih satu ruangan untuk berlindung
Pilih ruangan yang cukup luas agar seluruh anggota keluarga dapat berada di dalamnya dengan nyaman. Kamar tidur dapat menjadi pilihan sebagai tempat beristirahat.
Jika memungkinkan, pilih kamar tidur yang dilengkapi kamar mandi di dalam. Dengan begitu, penghuni tidak perlu terlalu sering keluar-masuk ruangan.
2. Tutup pintu dan jendela
Pastikan pintu dan jendela tertutup rapat selama kondisi udara di luar masih dipenuhi asap. Celah di bawah atau sisi pintu dapat ditutup menggunakan gulungan handuk untuk mengurangi rembesan asap.
Jangan menutup ruangan dengan cara yang menghambat mobilitas seperti lemari atau meja. Pertimbangkan jalan keluar jika terjadi keadaan darurat.
3. Jangan menambah polusi dalam ruangan
Jika ruangan perlu dibersihkan, gunakan kain lembap untuk mengelap permukaan atau mengepel lantai. Hindari penggunaan penyedot debu apabila tidak memiliki filter udara.
4. Jaga ruangan tetap sejuk
Menutup jendela dapat membuat rumah terasa panas, terutama di wilayah Indonesia yang beriklim tropis. Jika tersedia, gunakan kipas atau AC dalam mode recirculate agar udara luar tidak terus ditarik masuk.
Hindari penggunaan exhaust fan atau AC portabel yang memiliki selang pembuangan ke luar, karena perangkat tersebut dapat menarik udara luar yang tercemar ke dalam rumah.
5. Gunakan air purifier
Jika memiliki jenis AC mendukung, pilih filter dengan rating MERV 13 atau lebih tinggi. Filter pada sistem AC juga perlu diperiksa dan diganti bila sudah kotor.
(Banjarmasinpost.co.id/Dony Usman/kompas.com).