Saimin Sadang Syawal, korban gempa di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) kini meminta maaf atas aksinya yang beredar di media sosial.
Pihaknya mengaku khilaf telah menginjak-injak bantuan dari Pemerintah Daerah Manggarai Timur.
Dalam tayangan akun @1nteltiktok pada Selasa (8/9), Saimin mengaku tindakannya tersebut dilakukan karena khilaf dan terbawa emosi.
Saimin mengatakan, kekecewaan itu muncul karena bantuan yang diterima warga di Kampung Nanga Lok dinilai belum mencukupi kebutuhan masyarakat setelah gempa.
Ia pun menarik kembali pernyataannya yang disampaikan melalui video dan media sosial.
Saimin menegaskan, dirinya menyadari perbuatannya adalah sebuah kekeliruan.
Atas kejadian ini, Kepala Desa Golo Lijun Yovita Mbaju mengambil tindakan tegas.
Yovita menyebut, tindakan Saimin akan diproses lebih lanjut kepada pihak kepolisian.
"Kemarin Kapolsek dan anggota datang bertemu oknum yang viral itu (Saimin). Namun, proses lanjutannya tidak tahu lagi," ungkap Yovita.
Sebagai informasi, hingga kini pemerintah masih terus berusaha memulihkan kembali wilayah terdampak gempa di NTT.
Bantuan pasca-gempa hingga kini juga masih dilakukan.
Terkait hal ini, Forkopimda Provinsi NTT melaporkan perkembangan penanganan pascagempa kepada Presiden Prabowo Subianto pada Senin (7/9).