Viral di media sosial sebuah video memperlihatkan sejumlah papan tempe untuk bahan baku Makan Bergizi Gratis (MBG) diletakkan berjejer di depan toilet di SPPG Sukorejo 2 Blora, Jawa Tengah.
Temuan itu terungkap dalam sidak yang dilakukan tak lama setelah kasus dugaan keracunan MBG yang dialami ratusan siswa di Tunjungan Blora.
Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, membenarkan adanya bahan makanan berupa tempe yang diletakkan di depan toilet SPPG.
Kepala Dinkesda Blora, Edy Widayat, menilai penyimpanan bahan makanan tersebut tidak sesuai dengan prosedur keamanan pangan.
"Betul, ada beberapa hal di dalam persiapan ya, persiapan dan penyimpanan peletakan bahan-bahan makanan yang siap olah yang tidak sesuai dengan prosedur keamanan pangan," ucapnya, Kamis (10/9).
Temuan itu diketahui setelah Dinkesda Blora menerima laporan dugaan keracunan makanan dari penerima manfaat SPPG tersebut.
Menindaklanjuti laporan itu, Dinkesda Blora menerjunkan tim surveilans untuk mengecek langsung kondisi dapur SPPG Sukorejo 2.
Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi lingkungan dan pengelolaan makanan yang diduga berkaitan dengan kasus keracunan siswa.
Edy yang juga menjabat Sekretaris Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program MBG Kabupaten Blora mengatakan pihaknya telah mengambil sampel makanan dari SPPG.
Sampel tersebut selanjutnya dikirim ke Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Tengah untuk menjalani pemeriksaan.
Selain mengambil sampel, petugas juga melakukan inspeksi terhadap kondisi kesehatan lingkungan di dapur SPPG.
Pemeriksaan turut mencakup aspek kesehatan dan keamanan makanan yang dipersiapkan untuk para penerima manfaat program MBG.
Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya diharapkan dapat membantu mengungkap penyebab dugaan keracunan serta memastikan penerapan standar keamanan pangan di SPPG tersebut.