Laporan Wartawan TribunBanten.com, Ade Feri Anggriawan
TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL – Polemik pembangunan gedung SMPN 25 Tangerang Selatan (Tangsel) di kawasan Perumahan Bukit Nusa Indah, Kecamatan Ciputat, mulai memunculkan reaksi dari warga lainnya.
Di tengah penolakan yang disuarakan sebagian warga RW 16, sejumlah spanduk dukungan terhadap pembangunan SMPN 25 Tangsel justru bertebaran di sejumlah jalan utama kawasan perumahan tersebut.
Spanduk-spanduk itu menjadi bentuk dukungan warga dari RW lain yang meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel segera merealisasikan pembangunan gedung sekolah tersebut.
Ketua RW 17, Yanofri mengatakan, sejak awal dirinya mendukung pembangunan SMPN 25 karena menyangkut kepentingan pendidikan anak-anak di wilayah tersebut.
Baca juga: Tanggapi Protes RUPSLB di BSD Tangsel, Pihak RANS Buka Suara dan Sampaikan Permohonan Maaf
Menurutnya, pembangunan sekolah negeri dapat memperluas akses pendidikan yang murah, dekat, dan berkualitas bagi masyarakat sekitar.
"Saya berempati kepada warga-warga kami yang berharap ada pemerataan akses pendidikan yang murah, dekat, dan berkualitas untuk masa anak-anak serta cucu kami," ujarnya, Kamis (10/9/2026).
"Jadi wajar saat ini saya mendukung," sambungnya.
Yanofri juga menyayangkan, sikap sebagian warga RW 16 yang dinilainya belum memberikan ruang dialog dua arah dengan Pemkot Tangsel untuk mencari solusi atas persoalan pembangunan sekolah tersebut.
Ia menilai, pembangunan SMPN 25 seharusnya dapat dibahas bersama agar kepentingan seluruh warga tetap terakomodasi.
Yanofri bahkan mempertanyakan alasan penolakan tersebut.
Sebab, menurut dia, lahan yang direncanakan untuk pembangunan gedung baru sebelumnya memang sudah digunakan sebagai sekolah.
"Lahan yang direncanakan dibangun kan bukan lahan kosong, memang awalnya sudah gedung sekolah," katanya.
"Masa pembongkaran bangunan sekolah lama disetujui warga, tapi pas mau dibangun lagi malah ditolak," tambahnya.
"Jangan buat kita berpikir negatif seolah-olah ada kepentingan pribadi untuk memanfaatkan lahan tersebut," tegasnya.
Yanofri menambahkan, dirinya bersama empat ketua RW di Perumahan Bukit Nusa Indah telah membuat kesepakatan untuk mendorong Pemkot Tangsel segera melaksanakan pembangunan gedung SMPN 25.
Dukungan tersebut, kata dia, juga datang dari sejumlah RW dan RT di luar kawasan perumahan yang mendorong agar pembangunan sekolah segera direalisasikan.
"Banyak RW lain juga mendukung. Kami sudah membuat tanda tangan bersama RW, RT, serta warga," katanya.
"Nanti surat ini akan kami serahkan kepada wali kota untuk menjadi dasar Pemkot Tangsel menyegerakan proses pembangunan gedung sekolah," jelasnya.
Sementara itu, Ketua RT 06/RW 015, Pramono Subekti menilai, keberadaan sekolah negeri di kawasan tersebut justru akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat.
Ia menyebut, pembangunan SMPN 25 dapat membuka peluang lebih besar bagi anak-anak di sekitar perumahan untuk mengakses sekolah negeri yang lokasinya lebih dekat.
"Kalau ada sekolah baru kan membuat anak-anak di wilayah kita lebih berpeluang diterima di sekolah negeri," katanya.
"Apalagi bisa irit biaya juga dan kita enggak terlalu was-was karena jarak sekolah lebih dekat," tambah Pramono.
Pramono pun berharap, persoalan tersebut tidak berlarut-larut dan dapat diselesaikan melalui dialog yang lebih terbuka antara warga dan Pemkot Tangsel.
Menurutnya, ruang komunikasi perlu dibuka agar pembangunan sekolah dapat berjalan tanpa mengabaikan aspirasi warga.
"Harus dibuka dong ruang dialog yang lebih sejuk, bukan penuh tegang, agar apa yang semua orang harapkan, orang tua harapkan, bisa berjalan baik dan terakomodir," tutupnya.
Sebagai informasi, Pemerintah Kota Tangerang Selatan menargetkan pembangunan tujuh Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri baru hingga 2029.
SMPN 25 Tangsel menjadi salah satu sekolah yang masuk dalam rencana tersebut.
Target pembangunan tujuh SMPN baru itu bahkan telah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tangerang Selatan 2025-2029.
Pembangunan infrastruktur pendidikan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Tangsel memperkuat infrastruktur pendidikan sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap akses sekolah negeri.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, sebelumnya mengatakan, pembangunan sekolah baru dilakukan untuk menambah kapasitas daya tampung peserta didik yang terus meningkat setiap tahunnya.
Menurut Pilar, pada 2026 sudah terdapat dua SMP Negeri baru yang dibangun.
Sementara lima sekolah lainnya ditargetkan rampung secara bertahap hingga 2029.