Sopir Alphard Ngaku Tertidur Sesaat, Kesaksiannya Diragukan Usai Tabrak Belasan Kendaraan
Laksmi Anindita September 11, 2026 12:44 AM

TRIBUNWOW.COM, SURABAYA - Pengakuan Yusu0f (52), sopir mobil Toyota Alphard nopol N-1992-ACI yang terlibat kecelakaan di Jalan Menur Pumpungan No 74, Kelurahan Menur Pumpungan, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, Jawa Timur, diragukan.

Yusuf mengaku mengantuk saat mobil Alphard yang dikemudikan menghantam belasan motor, dua mobil dan satu gerobak bakso pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 15.05 WIB.

Pria asal Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur ini mengaku mengantuk setelah menenggak obat untuk meredakan sakitnya. 

Kepada awak media yang menemuinya di lokasi kejadian, Yusuf mengaku tak enak badan atau sakit sehingga harus menenggak sejenis obat untuk memulihkan kondisinya. 

Yusuf mengakui, kendaraannya sempat terlibat kecelakaan dengan sebuah Mobil Toyota Innova Zenix dan mobil boks.

Baca juga: Khofifah Ungkap Upaya Spiritual agar Pesawat Jokowi Bisa Mendarat di Tengah Kabut Asap

Insiden kecelakaan tabrak belakang atau totolan diantara ketiga kendaraan tersebut, terjadi di ruas jalan persimpangan Jalan Arief Rahman Hakim dan Jalan Klampis Ngasem. 

"Saya kan habis tidak enak badan dan habis minum obat, terus di lampu merah itu saya tidak sadar mengunduri Zenix. Terus zenixnya kan jalan tapi kan mau diselesaikan. Pas di situ, mobilnya masnya ini, kena juga," katanya.

Kemudian, saat Yusuf melajukan mobilnya untuk menyelesaikan permasalahan dengan beberapa kendaraan yang terlibat kecelakaan.

Ia berdalih sempat tertidur sejenak karena efek obat, saat mobilnya berhenti tertahan kemacetan. 

Saat beberapa orang mengetuk jendela kaca pintu mobil sisi kanan.

Yusuf mengaku merasa kaget dan tanpa sengaja salah memijak pedal gas hingga membuat mobilnya melaju tak terkendali. 

Bahkan saat ditanyai berapa kecepatan laju mobilnya kala itu. YF tidak bisa mengungkapkan karena mengaku lupa karena kejadiannya begitu cepat. 

"Teruskan kan macet, saya itu berhenti ngantuk mungkin mas, ketiduran, didokdok, akhirnya saya keliru nginjak gas saya. Enggak tahu kecepatan itu. Iya (habis minum obat)," pungkasnya. 

Pengakuan Yusuf yang mengaku ngantuk saat kejadian dirahukan Gufron, sopir mobil boks yang ditabraknya.

Gufron menyangsikan keterangan sopir YF yang berdalih sedang mengantuk akibat menenggak obat. 

Ia malah secara tegas menyebutkan bahwa sopir YF diduga tidak menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan permasalahan kecelakaan pada peristiwa awal dengan berusaha kabur menggeber kencang laju mobilnya. 

Namun, nahas, upaya pelarian mobil Toyota Alphard malah menyebabkan kecelakaan beruntun melibatkan belasan motor, dua mobil, dan sebuah gerobak bakso di Jalan Menur Pumpungan tersebut. 

Baca juga: Massa Geruduk Rumah Jokowi di Solo, Bawa Surat Peringatan Usai Pernyataan Budi Arie soal Makar

"Yang Zenix juga saya mau berhentiin; pak saya minta tolong berhenti dulu Pak urusan bertiga saja. (Zenix bilang) enggak bisa mas saya kesusu, saya kan ada KTP-nya sampean urus yang di belakang. Oke," kata Gufron saat ditemui awak media

"(Gufron bilang ke Alphard); pak ayo minggir. Tak suruh minggir dia terus jalan gitu. Saya klakson klakson dia enggak mau berhenti. Lari, enggak mungkin ngantuk, enggak seperti itu. Oh langsung nabrak banyak ini," pungkasnya. 

Gufron mengaku akibat tabrakan itu, mobilnya hancur. 

Kerusakan kendaraan dalam kecelakaan beruntun tidak hanya berkaitan dengan nilai barang. Bagi pemilik kendaraan yang digunakan untuk bekerja, kerusakan berarti potensi terganggunya aktivitas dan pendapatan sehari-hari. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.