Tribunlampung.co.id, Tuban - Seorang pengendara Honda Beat meninggal dunia setelah tubuhnya terpental sekitar lima meter akibat kecelakaan beruntun di Pertigaan Mondokan, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Baca juga: Mahasiswa UB Terjatuh dari Lantai 6, Polisi Masih Tunggu Keterangan Korban
Korban tewas di lokasi setelah sepeda motor yang dikendarainya ditabrak Toyota Innova.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Tuban, Ipda Rizky Dwi P, mengatakan kecelakaan bermula ketika Toyota Innova bernopol S 1817 EW melaju dari arah utara menuju selatan. Saat tiba di pertigaan, kendaraan tersebut diduga tetap melaju ketika lampu lalu lintas menunjukkan tanda berhenti.
“Awalnya Innova ini menerobos traffic light kemudian menabrak ojol dan membentur mobil Suzuki,” ujar Rizky.
Sebelum menghantam Honda Beat, Innova terlebih dahulu menabrak sepeda motor Honda Vario bernopol S 3028 EAB yang dikendarai seorang pengemudi ojek online bersama penumpang perempuan. Pada saat bersamaan, Vario tersebut bergerak dari arah timur menuju barat bersama mobil Suzuki bernopol B 2028 KIE yang hendak berbelok ke kanan.
Tabrakan tersebut menyebabkan pengemudi Vario mengalami luka pada bagian kepala hingga berdarah. Sementara penumpang perempuan yang diboncengnya mengalami luka berat.
Setelah benturan dengan Vario dan Suzuki, Innova terus bergerak hingga menghantam Honda Beat merah bernopol S 5979 IS. Motor tersebut dikendarai seorang pria yang melaju dari arah timur dan hendak berbelok ke kiri.
Kerasnya benturan membuat pengendara Beat terpental sekitar lima meter. Petugas memastikan korban meninggal dunia di tempat kejadian.
“Pengemudi Honda Beat meninggal dunia di lokasi kejadian dan terlempar sekitar lima meter,” imbuh Rizky.
Honda Beat milik korban mengalami kerusakan cukup parah. Di sekitar kendaraan, polisi juga menemukan sejumlah perlengkapan kerja berupa bor listrik dan bearing berukuran besar.
“Kelihatannya ini seorang tukang,” beber Rizky.
Sementara itu, polisi memeriksa pengemudi Innova untuk mengetahui kemungkinan adanya pengaruh narkoba atau zat terlarang saat kecelakaan. Pemeriksaan urine dilakukan sebagai bagian dari penanganan kasus tersebut.
Hasil pemeriksaan menunjukkan pengemudi Innova tidak terindikasi menggunakan narkoba. “Hasil tes urine terhadap sopir Innova negatif,” jelas Rizky.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk kondisi lampu lalu lintas ketika Innova melintas. Petugas memeriksa rekaman CCTV di sekitar pertigaan serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
“Petugas masih melakukan pengecekan CCTV untuk penyelidikan lebih lanjut, untuk data pastinya nanti akan kita kabarkan setelah penyelidikan,” pungkasnya.
sumber: TribunJatim.com