Jayapura (ANTARA) - Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menemukan selongsong peluru kaliber 5,56 milimeter dan 9 milimeter saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penembakan tiga aparatur sipil negara (ASN) di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Pol. Yusuf Sutejo mengatakan keterangan saksi menyebut pelaku membawa dua pucuk senjata api laras panjang saat melakukan penembakan.

"Penyidik, Kamis ini, sudah melakukan olah TKP dan menemukan sejumlah barang bukti," kata Yusuf di Jayapura, Kamis malam.

Menurut dia, keterangan saksi mengenai penggunaan senjata laras panjang diperkuat dengan ditemukannya selongsong peluru kaliber 5,56 milimeter di lokasi kejadian.

Selain itu, petugas menemukan selongsong peluru kaliber 9 milimeter yang mengindikasikan penggunaan senjata api laras pendek dalam penembakan tersebut.

Namun, kata Yusuf, para saksi belum memberikan keterangan mengenai adanya pelaku yang membawa senjata api laras pendek.

Aparat masih melakukan penyelidikan untuk memastikan pelaku penembakan yang menewaskan tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tersebut.

Sebelumnya, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Irjen Pol. Faizal Ramadhani mengatakan hasil penyelidikan sementara menduga pelaku penembakan berasal dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap III Ndugama.

Namun, aparat masih mendalami identitas pelaku yang terlibat dalam penembakan tersebut.

Penembakan terjadi saat rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya dalam perjalanan kembali menuju Wamena setelah mengantar bantuan pangan berupa ternak babi kepada masyarakat di Kampung Kimbim, Distrik Asologaima, Rabu (9/9).

Saat rombongan berada di Distrik Muliama, sekitar 20 kilometer dari Wamena, mereka dihadang dan tiga ASN menjadi korban penembakan.

Ketiga korban adalah Aprida Rapi, Alfonsius Albinus Meha, dan Willi Mbuik.

Satu dari tiga jenazah korban, yakni Willi Mbuik, telah diberangkatkan menuju kampung halamannya di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Menurut Yusuf, jenazah Willi dijadwalkan tiba di Kupang melalui Jakarta pada Jumat (11/9).