Solusi Krisis Air Perkotaan, IPA Terpadu Malinau Diklaim Mampu Bertahan 15 Tahun
Cornel Dimas Satrio September 11, 2026 12:14 AM

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Ancaman krisis pasokan air bersih di wilayah perkotaan Malinau, Kalimantan Utara segera menemui jalan keluar.

Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Terpadu berkapasitas salur 100 liter per detik di Kecamatan Malinau Utara diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang yang sanggup menopang kebutuhan warga hingga 15 tahun ke depan.

Langkah ini menyusul kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Malinau dan DPRD Malinau untuk merealisasikan proyek terpadu tersebut secara berkelanjutan.

Tahapan awal akan dimulai dari pematangan jaringan pipa distribusi yang akan dibangun bersamaan dengan proyek Jembatan Turanmas mulai tahun 2027.

Direktur Perumda Apa' Mening, Indra Gunawan, menjelaskan bahwa kehadiran fasilitas anyar ini sangat krusial untuk menjaga ketahanan produksi dan distribusi air bersih di tengah pesatnya pertumbuhan pemukiman.

"Untuk IPA Terpadu jika terbangun dengan kapasitas 100 liter per detik, dikalikan dengan pertumbuhan pelanggan 3 persen bahkan ke depan target kami 5 persen bisa bertahan cukup lama, perkiraannya 15 tahun," ujar Indra saat dikonfirmasi TribunKaltara.com, Kamis (10/9/2026).

Tiga IPA Perkotaan Sudah Capai Batas Maksimal

Berdasarkan data Perumda Apa' Mening, jumlah pelanggan air bersih di Malinau hingga 2026 telah menembus 15.000 pelanggan, dengan tren pertumbuhan berkisar 2,5 hingga 3 persen setiap tahunnya.

Kenaikan beban layanan tersebut membuat infrastruktur penolahan air bersih saat ini berada pada titik jenuh.

Saat ini, seluruh wilayah Malinau hanya ditopang oleh enam IPA, dengan tiga di antaranya terfokus melayani area perkotaan. Sebagian besar fasilitas pengolahan di wilayah perkotaan tersebut dilaporkan sudah beroperasi pada kapasitas maksimal (zero idle).

"Untuk seluruh Malinau, kita punya enam IPA dan tiga di daerah perkotaan, dan sebagian besar sudah zero idle. Jadi cukup terbantu jika IPA terpadu ini sudah operasional," kata Indra.

Lokasi Baru Minim Risiko Kontaminasi

Selain memperbesar kapasitas olah air, IPA Terpadu Malinau Utara ini dirancang untuk menjawab persoalan lingkungan dan potensi penurunan kualitas air baku yang selama ini sangat bergantung pada Sungai Sesayap akibat dampak kegiatan konstruksi maupun aktivitas perkotaan.

Lokasi sumber air baku untuk IPA Terpadu baru ini sengaja dipilih pada titik yang minim risiko kontaminasi. Dengan demikian, kualitas pasokan air bersih bagi 15.000 pelanggan dapat tetap terjaga secara konsisten dalam jangka panjang.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.