TRIBUNNEWS.COM - Tim SAR gabungan menemukan satu life jacket dan sebuah pelampung berbentuk botol berwarna putih saat melakukan pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Banten.
Temuan tersebut diperoleh Kapal Angkatan Laut (KAL) Anyer saat melakukan penyisiran pada Kamis (10/9/2026). Kedua benda itu ditemukan di wilayah perairan di sisi barat Anyer.
Baca juga: Lantunan Yasin Iringi Pencarian Jurnalis Peliput Anak Krakatau yang Hilang di Selat Sunda
Danlanal Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani mengatakan, kedua benda tersebut belum dapat dipastikan berkaitan dengan delapan orang yang masih dalam pencarian.
"Setelah didekati objek tersebut, kemudian diambil diangkat ditemukan ada bentuk botol pelampung berwarna putih dan life jacket," kata Wawan.
Menurut Wawan, barang temuan tersebut masih harus dibawa ke Posko SAR Gabungan untuk menjalani proses identifikasi.
Tim SAR juga akan mencocokkan life jacket dengan perlengkapan yang digunakan speedboat Arupadhatu 1, yang membawa rombongan pada Senin (7/9/2026).
"Untuk temuan tim KAL Anyer saat ini masih akan dilaksanakan identifikasi terlebih dahulu. Mohon dari rekan-rekan menunggu, mengingat posisi penemuan tersebut cukup jauh dari lokasi kejadian," kata Wawan kepada wartawan di Posko SAR Cerita.
Wawan mengatakan, life jacket yang ditemukan tidak memiliki identitas. Sementara pelampung berbentuk botol berwarna putih tersebut dinilai masih umum digunakan oleh nelayan.
"Di lokasi yang ditemukan itu baru satu buah life jacket tanpa identitas dan satu buah botol tabung putih yang sepertinya masih umum digunakan oleh nelayan. Jadi kita tidak bisa langsung mendeklarasikan bahwa itu barang-barang yang berkaitan dengan korban," ujarnya.
Ia menjelaskan, lokasi penemuan berada di sisi barat Anyer, sekitar 7,05 nautical mile dari wilayah perairan Anyer. Jika dibandingkan dengan titik kontak terakhir rombongan, lokasi tersebut berjarak sekitar 10 hingga 12 nautical mile.
"Kalau lokasi jauhnya penemuan dari posisi kontak terakhir kurang lebih 10-12 nautical mile, tapi kalau dari posisi Gunung Anak Krakatau itu masih perlu diukur ulang," katanya.
Selanjutnya, barang temuan akan dikumpulkan di posko untuk diperiksa. Tim SAR juga akan menghubungi pemilik speedboat guna memastikan apakah life jacket tersebut merupakan bagian dari perlengkapan kapal yang digunakan rombongan.
"Makanya itu kita membandingkan dengan membawa dulu, akan mengecek dulu dikumpulkan di posko. Tidak langsung kita merilis, karena kita akan menanyakan pemilik kapal apakah betul barang tersebut milik kapal yang disewa pada hari Senin," ujarnya.
Wawan meminta masyarakat menunggu hasil identifikasi dan tidak membuat kesimpulan sebelum ada keterangan resmi.
"Mari kita bersabar menunggu hasilnya, jadi tidak ada berspekulasi atau membuat statemen sebelum hasil resmi," ujarnya.
Ia mengatakan proses serah terima barang temuan dari personel KAL Anyer kepada Posko SAR Gabungan masih berlangsung.
"Personel dari KAL Anyer masih proses serah terima dari barang yang ditemukan tadi," ucapnya.
Identifikasi diperkirakan dapat selesai pada Kamis malam atau Jumat (11/9/2026) pagi.
"Ditunggu hasilnya, apakah malam ini apakah besok pagi selesai," tambahnya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan pemanggilan pemilik speedboat, Wawan mengatakan langkah selanjutnya akan ditentukan berdasarkan hasil identifikasi oleh tim di Posko SAR Gabungan.
"Baik dari rekan-rekan Basarnas maupun dari Polri yang akan menentukan langkah-langkahnya," pungkasnya.
Kamis (10/9/2026) merupakan hari ketiga operasi pencarian terhadap delapan orang yang berada di speedboat Arupadhatu 1 dan hilang kontak di perairan Selat Sunda sejak Senin (7/9/2026).
Tiga orang lainnya merupakan awak dan pemandu kapal, yakni Warta (55) selaku kapten, Surakman (60) sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto (49) sebagai pemandu.
Hingga Kamis sore, belum ada temuan lain yang dapat dipastikan berkaitan dengan keberadaan delapan orang tersebut.
Baca juga: BMKG Tepis Ancaman Tsunami di Selat Sunda Setelah Erupsi Gunung Anak Krakatau
Di tengah berlangsungnya operasi pencarian, sejumlah wartawan Kota Serang dari berbagai media menggelar doa bersama untuk delapan orang yang hilang kontak di kawasan Gunung Anak Krakatau.
Doa bersama digelar di Sekretariat Pokja Wartawan Kota Serang (PWKS), Kamis (10/9/2026) malam. Kegiatan tersebut dipimpin Ustadz Halimi dan diikuti sejumlah wartawan dari berbagai media.
Ketua PWKS Dharma Wijaya mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk solidaritas dan dukungan bagi delapan orang yang masih dalam pencarian beserta keluarga mereka.
"Kami bersama-sama berdoa agar delapan orang yang hilang kontak dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Kami juga berharap proses pencarian terus dilakukan secara maksimal oleh tim SAR gabungan," katanya.
Dharma mengatakan lima dari delapan orang yang berada di kapal tersebut merupakan rekan sesama wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.
"Kami sangat prihatin dan ikut merasakan apa yang dialami keluarga mereka. Sebagai sesama wartawan, tentu kami berharap ada kabar baik dan mereka bisa segera kembali berkumpul dengan keluarga," ucap Dharma.
Ia juga mengajak masyarakat untuk turut mendoakan keselamatan delapan orang yang masih dalam pencarian dan memberikan dukungan kepada keluarga mereka.
"Semoga ikhtiar dan doa dari kita semua diijabah oleh Allah, sehingga seluruhnya dapat ditemukan dengan selamat," ujarnya.