TRIBUNNEWS.COM - Korea Selatan menargetkan sekitar 425 ribu kunjungan wisatawan asal Indonesia pada 2026. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi kunjungan wisatawan Indonesia ke Korea Selatan yang mencapai sekitar 365 ribu orang pada 2025.
PR & Media Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta Office Novi Nursyahbani mengatakan, kenaikan jumlah kunjungan dalam beberapa tahun terakhir menjadi dasar penetapan target tersebut.
"Kalau sudah seperti ini, tentu kita memasang target yang lebih tinggi. Pada 2026, kita memasang target sekitar 425 ribu wisatawan Indonesia ke Korea," kata Novi.
Jumlah kunjungan wisatawan Indonesia ke Korea Selatan sempat turun pada periode pandemi Covid-19 setelah mencapai sekitar 279 ribu orang pada 2019.
Kunjungan kemudian kembali meningkat menjadi sekitar 320 ribu orang pada 2024 dan sekitar 365 ribu orang pada 2025.
Pada Januari-Juli 2026, sekitar 259 ribu wisatawan Indonesia telah tercatat berkunjung ke Korea Selatan.
Dengan rata-rata sekitar 37 ribu kunjungan per bulan, jumlah kunjungan sepanjang 2026 secara matematis dapat mencapai sekitar 440 ribu orang apabila tren tersebut bertahan hingga akhir tahun.
Angka tersebut berarti berpotensi melewati target 425 ribu kunjungan yang ditetapkan KTO.
Baca juga: Wisatawan Mancanegara Tembus 6,9 Juta, Komisi VI Dorong Kajian Daya Dukung Bali
Menurut data yang disampaikan KTO, Indonesia berada di peringkat kesembilan sebagai negara asal wisatawan ke Korea Selatan pada tahun sebelumnya.
Pada Januari-Juli 2026, posisi Indonesia disebut naik ke peringkat keempat secara global.
Di kawasan ASEAN, Indonesia sebelumnya berada di peringkat keempat, sedangkan pada Januari-Juli 2026 berada di peringkat kelima.
Novi mengatakan, minat wisatawan Indonesia terhadap Korea Selatan tidak hanya dipengaruhi oleh drama, film, dan musik.
Pengaruh budaya Korea juga terlihat dalam minat terhadap kecantikan, fesyen, kuliner, dan tren gaya hidup lainnya.
Selain faktor budaya, konektivitas penerbangan antara Indonesia dan Korea Selatan serta sejumlah kebijakan perjalanan turut disebut mendukung mobilitas wisatawan.
Korsel juga menawarkan sejumlah kategori perjalanan kepada pasar Indonesia, antara lain wisata budaya dan alam, wisata yang berkaitan dengan K-pop, drama dan film, wisata ramah Muslim, serta wellness tourism.
Sejumlah destinasi yang dipromosikan meliputi Incheon, Busan, dan Jeju.
Wisatawan juga diarahkan untuk mengunjungi destinasi di luar tujuan utama, termasuk kawasan yang menawarkan wisata alam dan budaya pada musim gugur.
Untuk wisatawan Muslim, KTO memberikan informasi mengenai kategori restoran, seperti halal certified, self certified, Muslim-friendly, dan pork-free. Informasi mengenai masjid dan ruang ibadah di sejumlah destinasi juga disediakan.
Baca juga: Liburan ke Luar Negeri, Wisatawan Muda Minati Destinasi Baru di Afrika dan Tiongkok
KTO Jakarta akan menggelar Korea Travel Fair 2026 pada 18-20 September 2026 di Kota Kasablanka, Jakarta. Kegiatan tersebut mengusung tema "Travel the Korean Way".
Direktur KTO Jakarta Office Kim Jisun mengatakan, kunjungan wisatawan Indonesia ke Korea Selatan mengalami peningkatan setelah pandemi.
"Minat masyarakat Indonesia meningkat signifikan, terlihat dari pertumbuhan jumlah kunjungan dari tahun 2023 hingga 2025," ujar Kim Jisun.
Ia mengatakan, motivasi wisatawan Indonesia pada 2026 mencakup sejumlah kebutuhan perjalanan, seperti wisata keluarga, wisata ramah Muslim, dan perjalanan tematik, selain pengaruh Korean Wave.
"Melalui ajang ini, kami ingin memberikan akses lebih mudah bagi masyarakat untuk mendapatkan inspirasi dan promo perjalanan ke Korea,"
Korea Selatan menjadi salah satu tujuan wisata yang banyak diminati wisatawan Indonesia. Selain Seoul, negara
Berikut 10 tempat wisata yang dapat menjadi pilihan saat berkunjung ke Korea Selatan.
1. Pulau Jeju
Pulau Jeju berada di bagian selatan Korea Selatan dan dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam utama negara tersebut. Pulau ini menawarkan kawasan pesisir, pantai, air terjun, hutan, serta bentang alam vulkanik.
Jeju juga memiliki sejumlah lokasi yang pernah digunakan sebagai latar produksi drama Korea, sehingga menarik bagi wisatawan yang mengikuti industri hiburan Korea.
Dari Seoul, Jeju dapat dicapai menggunakan penerbangan domestik. Durasi penerbangan umumnya sekitar satu jam lebih, tergantung kondisi penerbangan.
Selain menikmati kawasan pantai, wisatawan dapat mengunjungi berbagai objek wisata alam dan budaya yang tersebar di pulau tersebut.
2. Homigot Sunrise Square
Homigot Sunrise Square berada di Pohang, Provinsi Gyeongsangbuk-do. Kawasan ini dikenal dengan instalasi Sangsaeng's Hand, berupa dua tangan berukuran besar yang menjadi salah satu simbol kawasan.
Homigot juga dikenal sebagai salah satu lokasi untuk menyaksikan matahari terbit. Setiap pergantian tahun, kawasan ini menjadi salah satu titik yang didatangi masyarakat untuk melihat matahari terbit pertama pada tahun baru.
Selain menikmati pemandangan laut, wisatawan dapat mengunjungi sejumlah fasilitas dan objek wisata di sekitar kawasan Homigot.
3. Namsan Seoul Tower
Namsan Seoul Tower merupakan salah satu landmark Kota Seoul yang berada di Gunung Namsan. Menara tersebut memiliki dek observasi yang memungkinkan pengunjung melihat panorama kawasan perkotaan Seoul dari ketinggian.
Kawasan di sekitar menara juga dikenal dengan tradisi memasang gembok yang kerap dikaitkan dengan pasangan.
Wisatawan dapat mencapai kawasan Namsan menggunakan sejumlah pilihan transportasi, termasuk bus dan kereta gantung. Waktu operasional dan tarif dapat berubah sehingga sebaiknya diperiksa melalui kanal resmi sebelum berkunjung.
4. Myeongdong
Myeongdong merupakan salah satu kawasan perdagangan dan kuliner yang ramai di Seoul. Area ini dipenuhi toko, pusat perbelanjaan, restoran, kafe, serta gerai yang menjual berbagai produk.
Kawasan tersebut juga dikenal dengan jajanan kaki lima dan produk kecantikan Korea. Lokasinya yang berada di pusat Seoul membuat Myeongdong relatif mudah dijangkau menggunakan transportasi umum.
Selain berbelanja dan mencicipi makanan, wisatawan dapat mengunjungi sejumlah tempat di sekitar kawasan tersebut, termasuk Myeongdong Cathedral.
5. Istana Gyeongbokgung
Gyeongbokgung merupakan salah satu istana utama dari Dinasti Joseon dan menjadi salah satu situs sejarah yang banyak dikunjungi di Seoul.
Kompleks istana memiliki berbagai bangunan bersejarah, halaman, serta taman yang menggambarkan arsitektur kerajaan Korea pada masa lalu.
Wisatawan juga dapat mengenakan hanbok, pakaian tradisional Korea, ketika berkunjung ke kawasan tersebut. Pada kondisi tertentu, pengunjung yang mengenakan hanbok dapat memperoleh pembebasan tiket masuk sesuai ketentuan pengelola.
Jam operasional dan tarif tiket dapat berbeda berdasarkan musim maupun kebijakan pengelola.
6. Cheonggyecheon Stream
Cheonggyecheon merupakan aliran sungai yang membentang di kawasan pusat Seoul. Area di sepanjang sungai ditata sebagai ruang publik yang dapat digunakan untuk berjalan kaki dan bersantai.
Kawasan ini juga menjadi salah satu ruang terbuka di tengah pusat kota Seoul. Lokasinya berada tidak jauh dari sejumlah kawasan populer seperti Myeongdong, Gwanghwamun, dan Dongdaemun.
Cheonggyecheon dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana kota tanpa harus mengunjungi pusat perbelanjaan atau objek wisata berbayar.
7. Gangnam
Gangnam merupakan salah satu distrik yang dikenal sebagai kawasan bisnis, perdagangan, hiburan, dan gaya hidup di Seoul.
Di kawasan ini terdapat pusat perbelanjaan, restoran, kafe, serta berbagai fasilitas hiburan. Bagi penggemar budaya populer Korea, terdapat pula sejumlah lokasi yang berkaitan dengan industri K-pop.
Salah satu kawasan yang dikenal wisatawan adalah K-Star Road, yang berada di area Apgujeong dan Cheongdam.
Gangnam dapat dijangkau menggunakan jaringan kereta bawah tanah Seoul sehingga wisatawan dapat mengaksesnya dari berbagai bagian kota.
8. Lotte World
Lotte World merupakan kompleks hiburan di Seoul yang memiliki taman bermain dalam ruangan dan luar ruangan. Tempat ini menawarkan berbagai wahana untuk anak-anak maupun orang dewasa.
Selain wahana permainan, kompleks tersebut memiliki area pertokoan dan fasilitas hiburan lainnya.
Karena jam operasional, harga tiket, dan ketersediaan wahana dapat berubah, wisatawan sebaiknya mengecek informasi terbaru sebelum melakukan kunjungan.
9. Hongdae
Hongdae merupakan kawasan yang berkembang di sekitar Hongik University dan dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas anak muda di Seoul.
Kawasan ini menawarkan beragam restoran, kafe, toko, tempat hiburan, dan pertunjukan jalanan. Wisatawan juga dapat menemukan berbagai toko yang menjual pakaian, kosmetik, serta produk kreatif.
Hongdae dapat dijangkau menggunakan Seoul Subway melalui Stasiun Hongik University. Kawasan ini menjadi salah satu pilihan bagi wisatawan yang ingin melihat sisi kehidupan perkotaan Seoul yang lebih dinamis.
10. Ihwa Mural Village
Ihwa Mural Village berada di kawasan perbukitan Seoul dan dikenal dengan berbagai karya seni mural yang menghiasi dinding serta bangunan di lingkungan tersebut.
Kawasan ini menjadi salah satu tujuan wisata bagi pengunjung yang ingin berjalan kaki sambil melihat karya seni dan suasana permukiman kota.
Karena merupakan kawasan permukiman, wisatawan perlu memperhatikan ketenangan warga sekitar, tidak memasuki area privat, serta menjaga kebersihan ketika berkunjung.
Tips Berlibur ke Korea Selatan
Perjalanan ke Korea Selatan membutuhkan persiapan, terutama terkait transportasi, cuaca, pembayaran, dan komunikasi.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Pelajari alfabet Korea atau Hangeul. Kemampuan membaca tulisan dasar dapat membantu saat menggunakan transportasi umum atau membaca papan informasi.
Gunakan aplikasi navigasi yang sesuai. Layanan peta lokal seperti Naver Map dan KakaoMap banyak digunakan untuk mencari rute transportasi dan lokasi di Korea Selatan.
Siapkan metode pembayaran alternatif. Bawa kartu pembayaran internasional sekaligus uang tunai dalam jumlah yang sesuai untuk mengantisipasi tempat yang tidak menerima jenis pembayaran tertentu.