6 Makanan Antiinflamasi Andalan Warga Jepang, Bikin Otak Fokus
GH News September 11, 2026 06:08 AM
Jakarta -

Kondisi tubuh yang sering mendadak drop atau lemas bisa sangat mengganggu produktivitas harian. Mulai dari urusan pekerjaan, hubungan sosial, hingga target pribadi bisa berantakan saat kesehatan terganggu.

Banyak orang tak menyadari bahwa biang kerok di balik rentannya tubuh terhadap penyakit adalah peradangan (inflamasi) kronis. Kondisi ini tak hanya menurunkan daya ingat dan fungsi kognitif, tetapi juga memicu penyakit serius seperti radang sendi, jantung, diabetes, gangguan sistem imun, hingga kanker.

Seorang ahli gizi asal Nara, Jepang, Michiko Tomioka, MBA, RDN, membagikan rahasianya dalam melawan peradangan tubuh. Ia rutin mengonsumsi bahan makanan tradisional khas Jepang yang kaya nutrisi, ampuh mendongkrak sistem imun, serta menjaga kestabilan energi.

"Bahan-bahan ini kaya akan nutrisi esensial yang dapat membantu melawan peradangan, meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh, serta mendongkrak fokus dan energi. Sehingga orang-orang bisa melakukan hal-hal yang paling mereka pedulikan," terang Michiko, dikutip dari .

Menariknya, bahan-bahan ini tak hanya mudah ditemukan di pasar swalayan Asia, tetapi juga kian marak dijual di supermarket umum.

Berikut 6 makanan antiinflamasi andalan ahli gizi Michiko Tomioka yang bisa dicoba:

1. Konnyaku (Konjac)

Bahan berbentuk jeli padat dari umbi konjac ini sangat populer di Jepang dan sering diolah menjadi mi shirataki. Konnyaku bebas kalori serta kaya akan glukomanan, jenis serat larut yang sangat baik untuk pencernaan.

Teksturnya yang kenyal serta kemampuannya menyerap bumbu masakan membuatnya jadi pilihan favorit untuk mengelola berat badan.

2. Rumput Laut

Rendah kalori tetapi kaya serat, mineral, serta polifenol penangkal radang. Jenis rumput laut seperti nori dan wakame sangat mudah diolah menjadi onigiri, campuran sup, hingga salad segar.

3. Makanan Fermentasi Kedelai dan Beras

Menu harian orang Jepang hampir tak pernah lepas dari miso (pasta kedelai), natto (kedelai fermentasi), dan nukazuke (acar fermentasi dedak). Natto khususnya kaya akan probiotik dan prebiotik untuk usus, serta tinggi protein nabati dan vitamin K2 yang bagus untuk kesehatan tulang.

"Tanpa natto, sup miso, dan acar, sarapan saya terasa tidak lengkap," kata Michiko.

4. Katsuobushi (Cakalang Serut Kering)

Olahan ikan cakalang yang diasap, dikeringkan, dan difermentasi ini diproses hingga mengeras sebelum diserut tipis. Hasilnya adalah konsentrat protein tinggi kaya rasa umami alami tanpa lemak berlebih.

Katsuobushi sering digunakan sebagai bahan kaldu dashi atau taburan di atas tahu dan salad.

5. Aneka Jamur

Varietas jamur seperti shiitake, maitake, enoki, dan shimeji kaya akan serat dan protein, tetapi bebas kolesterol. Jamur kering sangat pas dijadikan campuran sup atau kari untuk menambah kelezatan alami tanpa kalori berlebih.

6. Teh Hijau

Dikonsumsi murni tanpa gula dan susu, teh hijau hampir tidak mengandung kalori. Minuman ini kaya antioksidan yang mendukung metabolisme dan imunitas tubuh.

Menariknya, ampas daun teh hijau yang telah diseduh pun masih dimanfaatkan Michiko sebagai campuran salad porsi kecil dengan dressing cuka atau miso.

"Saya juga rutin mempraktikkan upacara minum teh tradisional Jepang untuk menyajikan matcha. Ini adalah bagian dari ritual harian saya yang memberikan rasa sukacita dan ketenangan jiwa," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.