Liputan6.com, Jakarta - Sholat qobliyah subuh merupakan amalan yang sangat dianjurkan, terlebih karena salat sunnah dua rakaat sebelum Subuh ini memiliki keutamaan yang luar biasa. Rasulullah SAW menyebut, dua rakaat sholat sunnah sebelum subuh ini lebih baik daripada dunia seisinya.
Salat qobliyah subuh, yang juga dikenal sebagai salat sunnah fajar, adalah salat sunnah rawatib mu’akkad yang dikerjakan sebelum salat fardhu Subuh. Salat ini dikerjakan sebanyak dua rakaat setelah terbit fajar shadiq hingga sebelum iqamah dikumandangkan. Ibnul Qayyim dalam Zadul Ma’ad menegaskan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan salat sunnah fajar ini, bahkan dalam perjalanan (safar) sekalipun.
Dalam kitab Nihayah az-Zain Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani menjelaskan bahwa setelah melaksanakan salat qobliyah subuh, terdapat doa dan wirid yang dianjurkan untuk dibaca sebelum melaksanakan salat Subuh. Doa-doa ini merupakan amalan rutin Rasulullah SAW yang sarat dengan permohonan kebaikan dunia dan akhirat.
Memahami doa qobliyah subuh, niat, tata cara, serta keutamaannya menjadi penting agar ibadah yang kita lakukan benar-benar sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW dan mendatangkan pahala yang dijanjikan.
Merangkum berbagai sumber, artikel ini akan mengulas niat, tata cara, doa setelah salat, hukum, keutamaan, hingga hikmah salat qobliyah subuh.
Niat merupakan salah satu rukun salat yang wajib dilakukan. Niat dilakukan di dalam hati saat takbiratul ihram. Melafalkan niat dengan lisan hukumnya sunnah, membantu menghadirkan hati sebelum takbiratul ihram.
Berikut lafal niat salat qobliyah subuh dalam bahasa Arab, latin, dan artinya:
Arab: أُصَلِّي سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatas shubhi rak‘ataini qabliyyatan lillāhi ta‘ālā
Artinya: “Aku niat sholat sunnah sebelum Subuh dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Dalam kitab Nihayatuz Zain, Syaikh Nawawi al-Bantani menyebutkan bahwa niat shalat fajar juga dapat dilafalkan sebagai berikut:
أُصَلِّي سُنَّةَ الْفَجْرِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلّهِ تَعَالى
Latin: Ushalli sunnatal fajri rak‘ataini adā’an lillāhi ta‘ālā
Artinya: “Aku niat sholat sunnah fajar dua rakaat secara tunai karena Allah Ta’ala.”
Waktu Pelaksanaan
Waktu salat qobliyah subuh dimulai sejak masuknya waktu Subuh, yakni sejak terbit fajar shadiq, hingga sebelum iqamah salat Subuh dikumandangkan. Dengan kata lain, salat ini dikerjakan di antara azan Subuh dan iqamah.
Dari Ummul Mukminin Hafshah RA, beliau menceritakan: “Rasulullah SAW dahulu bila muadzin selesai mengumandangkan azan untuk salat Subuh dan telah masuk waktu Subuh, beliau mengerjakan dua rakaat ringan sebelum iqamah dikumandangkan.” (HR Bukhari no. 618 dan Muslim no. 723)
Tata Cara Pelaksanaan
Salat qobliyah subuh dikerjakan dengan ringan dan singkat, bukan terburu-buru, tetapi tidak memberatkan. Tetap tuma’ninah, hanya tidak sepanjang salat malam. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:
“Adalah Rasulullah SAW meringankan dua rakaat ini sebelum salat Subuh hingga aku bertanya: Apakah Engkau membaca Ummul Kitab (Al-Fatihah)?” (HR Bukhari no. 1165 dan Muslim no. 724).
Tata cara salat qobliyah subuh sama seperti salat sunnah dua rakaat lainnya. Berikut urutannya:
• Membaca niat sholat qobliyah subuh (di dalam hati saat takbiratul ihram).
• Takbiratul ihram, yaitu mengucapkan “Allahu Akbar” disertai mengangkat kedua tangan.
• Membaca doa iftitah (sunnah).
• Membaca surah Al-Fatihah.
• Membaca surah atau ayat Al-Qur’an. Rasulullah SAW menganjurkan dua surah pendek: rakaat pertama membaca QS. Al-Kafirun (109), dan rakaat kedua membaca QS. Al-Ikhlas (112).
• Rukuk dengan membaca tasbih tiga kali.
• I’tidal, berdiri setelah rukuk.
• Sujud pertama.
• Duduk di antara dua sujud.
• Sujud kedua.
• Berdiri untuk rakaat kedua dengan urutan yang sama seperti rakaat pertama.
• Duduk tasyahud akhir.
• Salam.
Setelah melaksanakan salat qobliyah subuh, dianjurkan untuk membaca doa dan wirid sebelum melaksanakan salat Subuh. Dalam kitab Nihayah az-Zain, Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani menjelaskan bahwa sahabat Ibnu Abbas meriwayatkan: “Nabi Muhammad SAW ketika selesai melaksanakan shalat (sunnah) dua rakaat fajar, beliau berdoa sebelum melaksanakan shalat fardhu (shalat subuh).”
1. Doa Pertama (Doa Panjang)
Berikut bacaan doa setelah sholat qobliyah subuh yang diriwayatkan dari Imam Thabrani:
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِكَ تَهْدِي بِهَا قَلْبِي، وَتَجْمَعُ بِهَا شَمْلِي، وَتَلُمُّ بِهَا شَعَثِي، وَتَرُدُّ بِهَا أُلْفَتِي، وَتُصْلِحُ بِهَا دِينِي، وَتَحْفَظُ بِهَا غَائِبِي، وَتَرْفَعُ بِهَا شَاهِدِي، وَتُزَكِّي بِهَا عَمَلِي، وَتُبَيِّضُ بِهَا وَجْهِي، وَتُلْهِمُنِي بِهَا رُشْدِي، وَتَعْصِمُنِي بِهَا مِنْ كُلِّ سُوءٍ. اللَّهُمَّ أَعْطِنِي إِيمَانًا صَادِقًا، وَيَقِينًا لَيْسَ بَعْدَهُ كُفْرٌ، وَرَحْمَةً أَنَالُ بِهَا شَرَفَ كَرَامَتِكَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْفَوْزَ عِنْدَ اللِّقَاءِ، وَمَنْزِلَ الشُّهَدَاءِ، وَعَيْشَ السُّعَدَاءِ، وَمُرَافَقَةَ الْأَنْبِيَاءِ، وَالنَّصْرَ عَلَى الْأَعْدَاءِ
Latin: Allāhumma innī as’aluka raḥmatan min ʿindik, tahdī bihā qalbī, wa tajmaʿu bihā shamlī, wa talummu bihā shaʿathī, wa taruddu bihā ulfatī, wa tuṣliḥu bihā dīnī, wa taḥfaẓu bihā ghā’ibī, wa tarfaʿu bihā shāhidī, wa tuzakkī bihā ʿamalī, wa tubayyiḍu bihā wajhī, wa tulhimunī bihā rushdī, wa taʿṣimunī bihā min kulli sū’in. Allāhumma aʿṭinī īmānan ṣādiqan, wa yaqīnan laysa baʿdahu kufrun, wa raḥmatan anālu bihā sharafa karāmatika fid-dunyā wal-ākhirah. Allāhumma innī as’aluka al-fawza ʿindal-liqā’, wa manzilash-shuhadā’, wa ʿīshas-suʿadā’, wa murāfaqatal-anbiyā’, wan-naṣra ʿalal-aʿdā’
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon rahmat dari sisi-Mu, yang dapat menunjukkan hatiku, yang mengumpulkan harapan baikku, yang membersihkan rambut-rambutku (dosa) yang kotor, yang mengembalikan semua fitnah dariku, yang menyelesaikan segala urusan agamaku, yang memelihara ketika gaibku, yang mengangkat derajat ketika nampak-ku, yang membersihkan (kesalahan) amalan-amalanku, yang memutihkan wajahku, yang memberi ilham kepada keilmuanku, dan yang memelihara aku dari setiap kejahatan. Ya Allah, berikanlah kepadaku iman yang benar, keyakinan yang tidak diikuti kekufuran, dan rahmat yang dengannya aku dapat meraih kemuliaan-Mu di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kemenangan saat bertemu dengan-Mu, kedudukan para syuhada, kehidupan orang-orang yang bahagia, menemani para nabi, dan pertolongan atas musuh-musuh.”
2. Doa Kedua (Doa Pendek)
Doa lain yang sering dipanjatkan Rasulullah SAW setelah salat qobliyah subuh:
Arab: اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرِيلَ، وَإِسْرَافِيلَ، وَمِيكَائِيلَ، وَمُحَمَّدٍ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ
Latin: Allāhumma rabba jibrīla, wa isrāfīla, wa mīkā’īla, wa muḥammadinin-nabiyyi ṣallallāhu ʿalaihi wa sallam, aʿūdzu bika minan-nār
Artinya: “Ya Allah, Tuhan malaikat Jibril, Israfil, Mikail dan Tuhan Nabi Muhammad SAW. Aku berlindung kepada-Mu dari siksaan api neraka.”
Doa ini dibaca oleh Nabi Muhammad SAW sebanyak tiga kali. Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Imam an-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar, ia menukil doa sholat fajar dari Kitab Ibnu Sunni melalui riwayat Amir bin Usamah.
Selain doa, dianjurkan juga untuk membaca dzikir berikut:
1. “Ya Hayyu Ya Qayyum Laa Ilaaha Illa Anta” dibaca 40 kali.
Arab: يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ يَا بَدِيعَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ يَا اللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْأَلُكَ أَنْ تُحْيِيَ قَلْبِي بِنُورِ مَعْرِفَتِكَ يَا اللهُ يَا اللهُ يَا اللهُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Ya Ḥayyu yā Qayyūm yā Badīʿas-samāwāti wal-arḍi yā Dzal-jalāli wal-ikrām, yā Allāhu lā ilāha illā Anta as’aluka an tuḥyiya qalbī bi nūri maʿrifatika, yā Allāhu yā Allāhu yā Allāhu yā Arḥamar-rāḥimīn
“Wahai zat Yang Maha Hidup, Yang Berdiri Sendiri, Yang Menciptakan langit dan bumi, Yang Memiliki keagungan dan kemuliaan. Ya Allah, tiada Tuhan selain Engkau, aku mohon kepada-Mu untuk menghidupkan hatiku dengan cahaya makrifah-Mu. Ya Allah, ya Allah, ya Allah, wahai Yang Paling Pengasih.”
Menurut Syaikh Abu Bakar Syatha dalam kitab I’anatut-Thalibin, doa ini dianjurkan dibaca sebanyak 41 kali.
2. Membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 11 kali, Al-Falaq 1 kali, dan An-Naas 1 kali.
3. Istighfar 3 kali.
Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum salat dua rakaat fajar:
1. Pendapat Pertama: Wajib
Sebagian ulama berpendapat bahwa salat dua rakaat fajar hukumnya wajib. Ini adalah pendapat al-Hasan al-Bashri, sebagian ulama Hanafiyyah, dan dipilih oleh Imam as-Syaukani dalam Nailul Author (3/24).
Dalil mereka adalah hadits: “Janganlah kalian tinggalkan salat sunnah fajar walaupun kalian dikejar tentara berkuda.” (HR Abu Dawud no. 1258 dan Ahmad no. 9253)
2. Pendapat Kedua: Sunnah Mu’akkad
Jumhur ulama (mayoritas) berpendapat bahwa salat qobliyah subuh hukumnya sunnah mu’akkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Ini adalah pendapat mazhab Syafi’i dan mayoritas ulama. Salat ini termasuk dalam salat sunnah rawatib mu’akkad bersama dengan dua rakaat sebelum dan sesudah Dhuhur, dua rakaat setelah Maghrib, dan dua rakaat setelah Isya.
Dan di antara semua sholat sunnah rawatib, menurut Imam Syafi’i, sholat dua rakaat sebelum Subuh (qobliyah) adalah yang paling utama.
Terlepas dari perbedaan pendapat ini, semua ulama sepakat bahwa salat qobliyah subuh memiliki kedudukan yang sangat istimewa dan tidak boleh disepelekan. Bahkan dalam kondisi apa pun, Rasulullah SAW senantiasa menjaganya.
3. Hukum Jika Iqamah Sudah Dikumandangkan
Jika seseorang belum salat dua rakaat fajar dan iqamah sudah dikumandangkan, maka yang lebih utama adalah mengikuti salat Subuh berjamaah terlebih dahulu, kemudian mengqadha salat qobliyah subuh setelah salat Subuh.
Ini berdasarkan hadis: “Jika iqamah solat sudah dikumandangkan, tidak ada solat lagi kecuali solat wajib” (Riwayat Muslim).
Namun sekiranya makmum sedang solat sunat qabliyah, kemudian iqamah dilaungkan, maka disunatkan untuk menyempurnakan solat sunat tersebut dengan meringankannya.
1. Lebih Baik dari Dunia dan Seisinya
Keutamaan terbesar dari salat qobliyah subuh adalah sabda Rasulullah SAW: “Dua rakaat fajar (qobliyah subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR Muslim no. 725)
Dalam riwayat lain, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata bahwa Nabi SAW bersabda tentang dua rakaat sebelum fajar: “Kedua rakaat itu lebih aku sukai daripada dunia seluruhnya.” (HR Muslim no. 725).
2. Salat yang Paling Dijaga oleh Rasulullah
‘Aisyah RA berkata: “Nabi SAW tidaklah menjaga salat sunnah yang lebih daripada menjaga salat sunnah dua rakaat sebelum Subuh.” (HR Muslim no. 724)
3. Tidak Pernah Ditinggalkan dalam Safar
Rasulullah SAW tetap melaksanakan salat qobliyah subuh dalam perjalanan (safar). Ibnul Qayyim RA dalam Zadul Ma’ad (1/315) menegaskan bahwa tidak pernah dinukil dari beliau salat sunnah sebelum dan sesudah salat wajib dalam safar kecuali salat witir dan sunnah fajar.
4. Menyempurnakan Salat Fardhu
Salat sunnah rawatib akan menyempurnakan kekurangan yang mungkin terjadi dalam salat fardhu pada hari kiamat nanti. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Sesungguhnya perkara yang pertama kali yang akan diperhitungkan dari seorang hamba muslim pada hari kiamat adalah salat fardhunya. Jika ia melakukannya dengan sempurna maka sempurnalah semua amal perbuatannya. Tetapi jika tidak, dikatakan (kepada para malaikat) ‘Perhatikanlah apakah ia mengerjakan dari salah satu salat sunnah (rawatibnya). Jika ia mengerjakan salat sunnah (rawatibnya), salat fardhunya menjadi sempurna karena salat sunnah (rawatibnya)’”.
5. Mendapat Perlindungan dari Allah
Salat sunnah qobliyah Subuh turut memperkuat keistimewaan tersebut karena menjadi amalan pembuka hari yang mendekatkan seorang hamba kepada Allah SWT. Dalam berbagai riwayat, orang yang menjaga sholat fajar, termasuk sholat sunnahnya, dijanjikan terhindar dari siksa api neraka dan mendapat perlindungan dari Allah.
1. Mendidik Kedisiplinan dan Ketekunan
Menjaga salat qobliyah subuh berarti bangun lebih awal setiap hari. Ini melatih kedisiplinan, mengatur waktu, dan membentuk karakter yang tekun. Kebiasaan ini juga menunjukkan bahwa seorang muslim serius dalam urusan ibadahnya.
2. Menjadi Benteng Perlindungan dari Godaan Setan
Waktu fajar adalah saat di mana setan berusaha keras menggoda manusia untuk tetap tidur dan meninggalkan salat. Dengan bangun dan melaksanakan salat qobliyah subuh, seorang muslim telah mengalahkan godaan setan dan memulai hari dengan kemenangan.
3. Memperkuat Hubungan dengan Allah
Salat sunnah adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah. Salat qobliyah subuh yang dikerjakan dengan ikhlas akan memperkuat hubungan spiritual seorang hamba dengan Rabb-nya, karena ia memulai hari dengan menghadap kepada Sang Pencipta.
4. Mendapatkan Keberkahan Waktu
Waktu fajar adalah waktu yang penuh berkah. Dengan mengisinya dengan ibadah, seorang muslim akan merasakan keberkahan dalam sisa waktunya sepanjang hari. Rezeki, kesehatan, dan ketenangan hati adalah sebagian dari keberkahan yang dapat diraih.
5. Penghapus Dosa dan Pembuka Pintu Rezeki
Sebagian ulama menjelaskan bahwa di antara hikmah salat qobliyah subuh adalah sebagai penghapus dosa, diharamkan dari api neraka, mempermudah datangnya rezeki, dan dibangunkan rumah di surga. Salat ini juga menjadi amalan pembuka hari yang penuh keberkahan, sebagaimana disebutkan dalam buku Panduan Dzikir Harian oleh Baharuddin.
6. Persiapan Mental dan Spiritual Sebelum Salat Fardhu
Salat qobliyah subuh menjadi pemanasan spiritual sebelum melaksanakan salat fardhu Subuh. Dengan melaksanakannya, hati menjadi lebih khusyuk dan siap menghadap Allah dalam salat wajib.
1. Apa doa setelah sholat qobliyah subuh?
Doa setelah sholat qobliyah subuh yang paling utama adalah doa yang diriwayatkan dari Imam Thabrani: “Allahumma inni as’aluka rahmatan min ‘indika tahdi biha qalbi...” (Ya Allah, sesungguhnya aku memohon rahmat dari sisi-Mu...). Doa ini dibaca setelah salat qobliyah subuh sebelum melaksanakan salat Subuh. Selain itu, dianjurkan juga membaca “Allahumma rabba jibrila wa israfila wa mikaila wa muhammadinin-nabiyyi SAW a‘udzu bika minan-nar” sebanyak tiga kali.
2. Apakah doa qobliyah subuh harus dibaca?
Membaca doa setelah sholat qobliyah subuh hukumnya sunnah, bukan wajib. Namun, Rasulullah SAW menganjurkan dan mempraktikkannya, sehingga sangat dianjurkan untuk diamalkan. Dalam kitab Nihayah az-Zain, Syekh Nawawi al-Bantani menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW berdoa setelah salat sunnah dua rakaat fajar sebelum melaksanakan salat fardhu Subuh.
3. Kapan waktu membaca doa qobliyah subuh?
Doa qobliyah subuh dibaca setelah selesai melaksanakan salat qobliyah subuh dan sebelum melaksanakan salat fardhu Subuh. Waktu ini adalah waktu yang penuh keberkahan dan termasuk saat yang mustajab untuk berdoa.
4. Apa saja dzikir setelah sholat qobliyah subuh?
Dzikir setelah sholat qobliyah subuh antara lain: membaca “Ya Hayyu Ya Qayyum Laa Ilaaha Illa Anta” 40 kali, membaca surat Al-Ikhlas 11 kali, Al-Falaq 1 kali, dan An-Naas 1 kali, serta istighfar 3 kali. Menurut Syaikh Abu Bakar Syatha dalam kitab I’anatut-Thalibin, dianjurkan juga membaca doa “Ya hayyu ya qoyyum ya badi’as samaawaati wal-ardhi yaa dzal-jalaali wal ikram...” sebanyak 41 kali.
5. Apakah doa qobliyah subuh bisa dibaca dengan doa lain?
Ya, selain doa yang telah disebutkan, umat muslim dapat membaca doa-doa lain yang diajarkan Rasulullah SAW, seperti doa memohon rezeki: “Alhamdulillaahil ladzi rozaqoni haadzaa min khoiri haulin minnii wa laa quwwatin, Alloohumma baarik fiihi” (Segala puji bagi Allah, yang telah memberikan rezeki padaku dengan tidak ada daya dan kekuatan bagiku. Ya Allah, semoga Engkau memberkahi rezeki kepunyaanku).