Negara Bagian Odisha dibuat geger dengan penemuan lima bayi orang utan di tengah hutan. Pemerintah menduga, bayi orang utan ini diselundupkan dari ASEAN.
Foto dan video lima orang utan duduk di tengah hutan sambil menyantap pisang tersebar luas di India. Menteri Kehutanan Odisha menyatakan bahwa tim penyelidik sedang memeriksa apakah hewan-hewan tersebut diselundupkan ke negara itu oleh jaringan penyelundupan internasional dan kemudian ditinggalkan di dekat jalan raya, seperti dikutip dari Jumat (11/9/2026).
Pihaknya menyatakan bahwa orang utan bukan hewan asli India. Primata yang terancam punah ini hanya ditemukan di Indonesia dan Malaysia.
Bayi orang utan tersebut diselamatkan pada Selasa (8/9/2026) pagi di distrik Balasore. Sebelumnya, warga setempat melihat bayi-bayi itu di dekat permukiman dan melapor kepada petugas kehutanan.
Petugas memberikan pertolongan pertama sebelum dibawa ke Taman Zoologi Nandankanan di ibu kota negara bagian, Bhubaneswar. Selama penyelidikan, lima bayi itu akan menjalani masa karantina dan pemantauan.
Pejabat Kehutanan Distrik Balasore, Pratik Prakash Indalkar, mengatakan kepada bahwa hewan-hewan tersebut tidak mungkin sampai di Odisha secara alami dan kemungkinan besar dibawa ke sana melalui jalur darat.
"Kelima hewan itu ditemukan di Ranakata, sebuah kawasan yang diusulkan sebagai hutan lindung di blok Bhogarai, dekat perbatasan Benggala Barat," ujarnya.
Terdapat tiga spesies orang utan yang kini dilindungi oleh (IUCN), yaitu orang utan Kalimantan, Sumatera, dan Tapanuli. Jika bayi orang utan itu berasal dari Kalimantan, Indonesia, maka jarak yang tempuh sekitar 3.600 km!
Petugas kehutanan meyakini bahwa orang utan-orang utan tersebut baru berada di kawasan itu selama dua atau tiga hari.
"Kawasan tersebut sebagian besar ditumbuhi pohon cemara udang (casuarina) dan bukan merupakan hutan lebat. Lokasinya juga dekat dengan jalan raya negara bagian," jelasnya.
Penyisiran hutan tidak menemukan orang utan lain ataupun petunjuk mengenai bagaimana hewan-hewan itu bisa sampai di sana. Usia bayi-bayi ini berkisar antara satu hingga dua tahun.
Orang utan muda biasanya tetap bersama induknya selama beberapa tahun untuk mempelajari keterampilan yang dibutuhkan agar dapat bertahan hidup secara mandiri. Orang utan betina juga memiliki tingkat reproduksi yang lambat, biasanya mereka hanya melahirkan satu kali setiap delapan tahun.
Penemuan lima orang utan muda secara bersamaan dengan jarak ribuan kilometer dari habitat alami tanpa adanya hewan dewasa di sekitarnya, telah menimbulkan kekhawatiran pejabat mengenai bagaimana mereka bisa sampai di Odisha.
Selama bertahun-tahun, populasi mereka menurun drastis akibat deforestasi, hilangnya habitat, dan perburuan.
Perdagangan komersial internasional orang utan dilarang berdasarkan CITES, yaitu perjanjian global yang mengatur perdagangan satwa liar yang terancam punah. Mereka juga dilindungi oleh undang-undang satwa liar India.
Meskipun demikian, orang utan masih terus diperdagangkan secara ilegal untuk dijadikan hewan peliharaan eksotis maupun untuk kolektor pribadi.
Ini bukan kali pertama orang utan muda ditemukan di India. Pada tahun 2022, dua bayi orang utan ditemukan telantar di sebuah pos pemeriksaan dekat perbatasan antara negara bagian Assam dan Mizoram, India. Pihak berwenang menduga hewan-hewan tersebut dibawa masuk ke India melalui negara tetangga, Myanmar.





