Federiko Valverde mengakui bahwa Real Madrid tidak menjalankan instruksi taktik Jose Mourinho saat meraih kemenangan atas Inter di Liga Champions. Meski berhasil mengamankan tiga poin di Bernabeu, pemain internasional Uruguay itu sangat mengkritik penampilan timnya pada babak kedua setelah membiarkan lawan mereka dari Italia kembali masuk ke dalam pertandingan.
Real Madrid menyingkirkan Inter dalam laga menegangkan
Real Madrid meraih kemenangan penting 2-1 atas Inter untuk membuka kampanye mereka di Eropa, tetapi hasil itu didapat dengan cara yang jauh dari mudah. Kilian Mbappe membuka skor lebih awal lewat penyelesaian akhir yang klinis, sekaligus menandai gol ke-71-nya di Liga Champions.
Tuan rumah kemudian segera menggandakan keunggulan ketika kapten klub, Valverde, memanfaatkan kesalahan fatal dari kiper Inter, Josep Martinez. Namun, setelah jeda, tuan rumah kehilangan kendali atas pertandingan dan memberi kesempatan kepada wakil Serie A itu untuk menekan dengan sangat kuat.
Carlos Augusto akhirnya mencetak gol untuk tim tamu, membuat akhir laga di Bernabeu berlangsung penuh ketegangan. Thibaut Courtois, yang menjalani penampilan ke-100-nya di kompetisi ini, dipaksa melakukan sejumlah penyelamatan penting untuk memastikan tim asuhan Mourinho mampu mempertahankan kemenangan.
Valverde mengkritik penampilan babak kedua
Walaupun berhasil meraih poin penuh melawan mantan klub Mourinho, Valverde tidak sepenuhnya puas dengan cara Madrid mengelola pertandingan. Gelandang itu mengungkapkan bahwa skuad secara jelas justru melakukan hal yang berlawanan dengan tuntutan pelatih mereka saat turun minum.
"Mourinho mengatakan kepada kami dengan sangat jelas untuk lebih banyak menguasai bola, terutama di area permainan mereka, dan bermain dengan lebih tenang," jelas Valverde setelah peluit akhir. "Kami tidak melakukan itu."
Pemain berusia 28 tahun itu mendesak rekan-rekan setimnya untuk menuntut standar yang lebih tinggi dari diri mereka sendiri ke depan. Saat menyoroti penurunan intensitas permainan timnya, ia menambahkan: "Kami harus mengkritik diri sendiri. Memang benar kami menang dan penting untuk memulai dengan kemenangan, tetapi kami sebagai pemain harus menyadari bahwa kami menjalani babak kedua yang buruk dan tidak bermain dengan baik."
Mbappe mencetak sejarah di Liga Champions
Walau performa babak kedua menyisakan banyak hal yang perlu diperbaiki, malam itu pada akhirnya menjadi milik Mbappe. Gol kapten Prancis tersebut membuatnya sejajar dengan ikon Madrid, Raul, dengan torehan 71 gol di kompetisi antarklub elite Eropa.
Hebatnya, pemain berusia 27 tahun itu mencapai tonggak tersebut hanya dalam 99 penampilan, jauh lebih sedikit dibandingkan 142 pertandingan milik Raul. Kini ia menempati posisi kelima bersama dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa, hanya berada di belakang Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, Robert Lewandowski, dan Karim Benzema.
Gol bersejarah itu menjadi fondasi kemenangan Madrid, meski tim sempat kesulitan mempertahankan dominasi mereka. Di sisi lain, Inter akan merasa kecewa pulang tanpa poin setelah membentur mistar melalui Curtis Jones dan berulang kali menguji Courtois.
Fokus beralih kembali ke tugas di La Liga
Mourinho dan staf pelatihnya kemungkinan akan menjadikan babak kedua yang menegangkan itu sebagai bahan pelajaran saat bersiap untuk segera kembali ke kompetisi domestik. Real Madrid dijadwalkan menghadapi Rayo Vallecano berikutnya di La Liga, di mana mereka akan berusaha menampilkan performa 90 menit yang lebih komplet.
Sementara itu, Inter harus segera bangkit dan membenahi kelengahan di lini belakang sebelum kembali beraksi di Serie A. Juara Italia itu akan menghadapi ujian sulit melawan Udinese, dengan target bangkit dan memulai kembali momentum mereka.