Krisis Air Bersih di Gili Trawangan, PT TCN Kembali Operasi
Idham Khalid September 11, 2026 08:20 AM

 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK UTARA - Distribusi air bersih di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali dibuka pada Kamis (10/9/2026) sore setelah sempat terhenti dan mengganggu aktivitas warga serta sektor pariwisata.

Pembukaan kembali distribusi air tersebut dilakukan setelah Kapolda NTB Irjen Pol Kalingga Rendra turun langsung ke Gili Trawangan untuk memediasi pihak-pihak yang terdampak krisis air bersih.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Mohammad Kholid, mengatakan Kapolda juga memimpin penyaluran bantuan air bersih bagi warga.

"Kapolda NTB hadir langsung di Gili Trawangan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Selain menyalurkan bantuan darurat 15.000 liter air bersih menggunakan kapal Ditpolairud dan mobil tangki, Kapolda juga memfasilitasi komunikasi antara Pemda, PT Tiara Cipta Nirwana (TCN), serta para pelaku usaha," ujar Kholid.

Sebelumnya, penghentian distribusi air bersih berdampak pada warga dan puluhan hotel serta resort di Gili Trawangan. Kondisi tersebut juga dikhawatirkan mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat dan citra pariwisata di salah satu destinasi wisata utama NTB tersebut.

Dalam pertemuan di Bale Adat Gili Trawangan, pengelola akomodasi wisata dan tokoh masyarakat menyampaikan dampak yang mereka rasakan akibat kelangkaan air bersih.

Baca juga: BPPD NTB Minta Pemerintah Segera Tuntaskan Krisis Air Bersih di Gili Trawangan Demi Citra Pariwisata

Polda NTB kemudian memfasilitasi komunikasi antara Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Pemerintah Provinsi NTB, PT TCN, dan pelaku usaha.

Dari hasil koordinasi tersebut, disepakati penggunaan diskresi Bupati Lombok Utara dan Gubernur NTB dengan dukungan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Langkah tersebut memberikan ruang bagi PT TCN untuk kembali mengoperasikan layanan distribusi air bersih selama enam bulan, sembari proses pemenuhan perizinan dilakukan kepada pemerintah pusat.

"Hasil nyata dari koordinasi intensif ini adalah dibukanya kembali keran operasional PT TCN pada pukul 18.00 WITA. Kini pasokan air bersih bertahap kembali mengalir ke rumah-rumah warga dan kawasan industri pariwisata," jelas Kholid.

Terkendala Persoalan Perizinan

PT TCN sebelumnya menghentikan operasional karena khawatir menghadapi persoalan hukum terkait sejumlah persyaratan perizinan yang belum diselesaikan.

Perizinan tersebut berkaitan dengan penggunaan teknologi pengolahan air laut menjadi air tawar atau seawater reverse osmosis (SWRO), termasuk ketentuan yang berkaitan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Kementerian Lingkungan Hidup.

PT TCN merupakan perusahaan swasta yang bekerja sama dengan PDAM Amerta Dayan Gunung untuk menyediakan air bersih bagi kawasan wisata Gili Trawangan.

Namun, persoalan perizinan PT TCN juga telah berlangsung cuku lama sejak 2024. Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut (PKRL) kala itu mencabut izin pemanfaatan ruang laut terkait pengeboran pipa bawah laut PT TCN pada 27 September 2024.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.