TRIBUNNEWS.COM - Tim Liga Italia, Como, mencatatkan sejarah bagi mereka sendiri saat tampil di Liga Champions Eropa, Jumat (11/9/2026).
Como yang tampil untuk pertama kali di kompetisi tertinggi antarklub Eropa itu sukses meraih kemenangan.
Mereka menang saat berhadapan dengan RB Leipzig di hadapan pendukung sendiri di Stadion Giuseppe Sinigaglia.
Tribune stadion bersejarah itu tak menyisakan bangku kosong saat Como tampil di Liga Champions untuk pertama kali.
Hal itu akan menjadi kenangan indah bagi para penggemar yang benar-benar bersemangat menyaksikan pertandingan tersebut.
Kebahagiaan juga dirasakan juru taktik andalan Como, Cesc Fabregas.
Namun ada yang berbeda dari rasa bahagia yang dirasakan Fabregas dengan para anggota tim lain atau penggemar Como.
Pelatih asal Spanyol ini mengaku hanya 5 menit saja merasakan kebahagiaan setelah mengantar tim arahannya memenangkan pertandingan.
Fabregas harus menjaga fokus untuk mengawal Como yang akan segera bertanding lagi di Liga Italia.
Dengan keadaan tim saat ini, Serie A dianggap masih menjadi jalur utama untuk bisa kembali berkompetisi di Liga Champions musim depan.
Baca juga: Klasemen Liga Champions Matchday 1: Trio Pendatang Terakhir Merangsek ke 5 Besar
"Saya senang, tetapi rasa senang itu hanya akan bertahan selama lima menit, karena setelah itu kami harus bersiap menghadapi Parma pada hari Senin, dan kami membutuhkan energi yang sama seperti malam ini," ungkap Fabregas dikutip dari Sky Sports Italia.
"Jelas, saya memahami bahwa ini adalah malam yang bersejarah bagi kota dan klub. Ini adalah hadiah yang pantas kami dapatkan atas kerja luar biasa yang kami lakukan musim lalu."
"Namun, Serie A tetap menjadi target yang paling penting. Bagaimanapun, kompetisi inilah yang memungkinkan Anda kembali ke Liga Champions," sambungnya.
Como memang akan langsung bersiap untuk tampil lagi di Liga Italia tak lama setelah merampungkan pertandingan mereka di Liga Champions.
Mereka akan menghadapi Parma yang sudah menanti untuk menguji konsistensi tim tersebut.
Memang pada musim ini Como harus membelah fokus ke beberapa kompetisi.
Mereka mengikuti Serie A, Liga Champions, dan Coppa Italia yang akan menguras tenaga dan fokus.
Namun, mau tak mau, hal itu yang harus mereka lakukan untuk mengambil langkah nyata meningkatkan kualitas tim.
Sebuah tim besar harus terbiasa bermain dari pertandingan ke pertandingan lainnya dalam waktu singkat.
Sebagaimana yang akan mereka lakukan dalam waktu dekat.
Kurang lebih Como hanya berjarak tiga hari saja dari pertandingan mereka selanjutnya.
Itu artinya, mereka memiliki kurang dari 2 hari untuk berlatih dan bersiap secara taktik, mental, dan fisik.
Untungnya mereka punya Cesc Fabregas yang sudah sangat berpengalaman tampil di Liga Champions saat masih bermain.
Sang pelatih tahu apa yang dibutuhkan dan dihadirkan untuk mendapatkan hasil maksimal.
"Kami adalah tim yang masih muda, kami mendapatkan suntikan energi dari Liga Champions, tetapi saya akan sangat marah jika setelah itu kami tidak memberikan seluruh kemampuan kami di Serie A," papar Fabregas.
"Kami harus tetap rendah hati dan mampu tampil setiap tiga hari sekali. Ini akan menjadi musim yang sangat berat, dan kami harus mempertahankan mentalitas yang tepat."
"Inilah alasan mengapa kami harus mampu beradaptasi dalam berbagai situasi, terutama menghadapi tim-tim yang pada momen tertentu bermain lebih baik daripada kami," lanjutnya.
(Tribunnews.com/Guruh)