Dokter Spesialis Bedah Ganti Gelar Jadi SpB-ET, Ini Alasannya
GH News September 11, 2026 09:08 AM
Jakarta -

Sudah tahu belum? Penamaan gelar dokter spesialis bedah (SpB) saat ini berganti menjadi dokter spesialis bedah emergensi dan traumatologi (SpB-ET).

Hal tersebut tertuang dalam surat keterangan (SK) yang dikeluarkan oleh Konsil Kesehatan Indonesia pada 7 Mei 2026. dr Muhammad Iqbal El Mubarak, SpB-ET, FINACS dari Bidang Kemanusiaan dan Kebencanaan Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (BKK PABI) menjelaskan perubahan ini dilakukan untuk mempertegas tugas dari dokter bedah umum.

Dengan perubahan gelar ini, tugas dari dokter SpB-ET bisa jelas batasannya dan lebih terfokus.

"Jadi ini bedah umum ini tuh bisa dibilang tuh sentralnya bedah semuanya. Nah, cuman kan dikunci lagi dispesifikkan menjadi emergensi dan traumatologi, mempertegas gitu, mempertegas sikap," ungkap dr Iqbal ketika berbincang dengan detikcom, Kamis (10/9/2026).

"Karena kalau nama bedah umum ini kan nggak ada batasan ya. Karena bedah umum ini adalah punggungnya UGD, punggungnya kasus-kasus emergensi, disaster, dan terbanyak juga anggotanya di mana pun ada memenuhi hampir seluruh daerah Indonesia, makanya diperkuat dengan ada kata-kata 'ET' emergensi dan traumatologi," sambungnya.

Untuk penyesuaian, dr Iqbal menuturkan akan ada pengembangan kompetensi yang diberikan oleh Konsil Kedokeran Indonesia terkait dengan penambajan fellowship-fellowship yang akan diikuti oleh calon dokter SpB-ET. Harapannya, SpB-ET juga dapat melakukan prosedur yang biasanya hanya dapat dilakukan dokter bedah di bidang lain.

Ia lantas mencontohkan prosedur burr hole (operasi bedah saraf di tempurung kepala) yang selama ini hanya dilakukan dokter saraf. Dalam keadaan kedaruratan dokter spesialis bedah emergensi dan traumatologi juga bisa melakukan prosedur serupa.

"Burr hole itu penanganan emergensi kasus-kasus perdarahan di otak. Nah, itu selama ini kan bedah saraf. Nanti bedah umum akan dipertajam dengan kemampuan itu. Jadi walaupun nanti ada kasus-kasus pendarahan otak, nggak perlu nunggu bedah saraf," sambungnya.

Dengan kompetensi ini, nantinya pasien dengan kegawatdaruratan tertentu bisa segera diselamatkan. Khususnya di rumah sakit-rumah sakit di daerah yang lebih terpencil dan memiliki keterbatasan dalam ketersediaan spesialis bedah dengan spesialisasi tertentu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.