TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Perpaduan suara deburan ombak dan embusan angin terdengar di Pantai Goa Cemara, Kalurahan Gadingsari, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Kamis (10/9/2026) sore.
Puluhan insan dari keluarga besar PT Pandafood Kreasi Indonesia berjalan menuju bibir pantai dengan membawa batok-batok kelapa kecil berisi tukik yang baru menetas dan siap dilepas kembali ke habitat aslinya.
Satu per satu, tukik tersebut dilepas ke pasir pantai. Perlahan, mereka merayap menuju laut, meninggalkan jejak-jejak kecil sebelum akhirnya menyongsong samudera.
Momen tersebut menjadi bagian dari perayaan hari jadi ke-11 PT Pandafood Group sekaligus menjadi simbol langkah perusahaan untuk mulai memperkuat komitmen terhadap lingkungan yang keberlanjutan.
Direktur Utama PT Pandafood Kreasi Indonesia, Davistian Parmana atau yang akrab disapa Davis, mengatakan pelepasan tukik bukan sekadar agenda dalam rangka memperingati perjalanan Pandafood selama 11 tahun.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi simbol penting bagi perusahaan untuk menanamkan nilai keberlanjutan, baik dalam aktivitas bisnis maupun kepada seluruh insan Pandafood.
“Pelepasan tukik ini bukan sekadar bagian dari refleksi perjalanan Pandafood, tetapi juga menjadi simbol penting bagi kami di usia ke-11. Kami ingin terlibat dalam upaya menjaga keberlanjutan alam dan CSR ini untuk mendukung kelestarian lingkungan,” kata Davis kepada Tribunjogja.com di Pantai Goa Cemara.
Pandafood merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi makanan olahan, khususnya produk berbasis rumput laut.
Baca juga: Semarak HUT ke-81 RI, PT Pandafood Kreasi Indonesia Perluas Dampak Sosial di Jongke Tengah
Perusahaan memiliki visi menghadirkan produk camilan yang berkualitas tinggi dan aman bagi konsumen Indonesia dengan harga yang tetap terjangkau.
Berawal dari UMKM yang tumbuh di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Pandafood kini telah bertransformasi menjadi perusahaan makanan olahan dengan jangkauan pemasaran yang semakin luas.
“Pelepasan tukik ini merupakan symbolic movement bagi kami. Kami ingin memberikan pemahaman kepada seluruh tim bahwa di usia ke-11, Pandafood mulai menempatkan sustainability sebagai salah satu fokus penting perusahaan,” terang Davis.
Sebanyak 35 karyawan dari berbagai divisi turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Mereka hadir sebagai perwakilan dari masing-masing divisi, mulai dari operasional hingga fungsi pendukung di perusahaan.
Keterlibatan lintas divisi tersebut diharapkan membuat nilai keberlanjutan tidak berhenti pada tingkat manajemen, tetapi dapat dipahami dan diterapkan oleh seluruh jajaran insan Pandafood.
Hal itu sejalan dengan tema perayaan Hari Jadi ke-11 Pandafood, yakni “Berinovasi, Bertumbuh, dan Berkelanjutan.”
Ketiga pilar tersebut menjadi arah perjalanan Pandafood ke depan.
Perusahaan tidak hanya ingin tumbuh semakin besar dan memperluas jangkauan pasar, tetapi juga memastikan pertumbuhan tersebut berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan serta kebermanfaatan bagi masyarakat sekitar.
“Dasar itulah yang menjadi alasan kami melakukan pelepasan tukik. Kami juga sengaja memilih Pantai Goa Cemara karena Pandafood berada di Yogyakarta. Kami ingin mendukung dan berkolaborasi dengan komunitas pelaku konservasi di sekitar Yogyakarta untuk turut serta menjaga kelestarian alam,” papar Davis.
Menurut Davis, pelepasan tukik di Pantai Goa Cemara juga menjadi langkah awal dari rencana kolaborasi lanjutan antara Pandafood dengan berbagai pihak ke depannya nanti.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat berkembang menjadi kolaborasi yang lebih konkret dan tepat guna dalam beberapa tahun ke depan. Rencana tersebut saat ini masih terus dimatangkan oleh jajaran Pandafood.
Komitmen terhadap lingkungan menjadi salah satu bagian dari perjalanan Pandafood di usia ke-11.
Di sisi lain, dua pilar lainnya, yakni inovasi dan pertumbuhan, juga terus diperkuat melalui perluasan jejaring bisnis dan eksplorasi pasar baru.
Saat ini, pemasaran produk Pandafood telah menjangkau pasar nasional. Perusahaan pun mulai mempersiapkan langkah untuk mengeksplorasi pasar ekspor ke sejumlah negara di Asia.
Menariknya, langkah menuju pasar internasional tersebut tetap bertumpu pada kekuatan lokal.
Pandafood saat ini sedang mengkurasi potensi petani, perajin dan UMKM di Yogyakarta dan sekitarnya.
Potensi dan keunikan produk lokal dipadukan dengan standar produksi serta kualitas yang diterapkan Pandafood, merupakan bentuk kolaborasi yang bisa membawa produk lokal untuk bisa menjangkau pasar yang lebih luas.
“Kami mencoba menyelaraskan antara inovasi produk dengan apa kekuatan potensi lokal di Jogja. Dengan standar produksi dan kualitas yang dijaga, produk hasil kolaborasi ini dapat bersaing di pasar premium maupun pasar internasional tanpa kehilangan identitas ke-Jogja-annya,” urainya.
Salah satu produk hasil kolaborasi tersebut dijadwalkan meluncur pada Oktober mendatang.
Produk anyar itu akan memadukan potensi lokal dengan standar kualitas Pandafood sehingga dapat menjangkau segmentasi pasar yang lebih luas, baik di pasar domestik maupun ke depannya pasar internasional.
Bagi Pandafood, menjaga konsistensi kualitas menjadi bagian penting dalam mempertahankan kepercayaan konsumen, baik untuk segmen mass market maupun premium market.
Pada akhirnya, perjalanan 11 tahun Pandafood tidak hanya berbicara mengenai pertumbuhan bisnis, tetapi juga tentang bagaimana perusahaan membawa nilai dan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan serta masyarakat di sekitarnya.
“Bagi Pandafood, usia 11 tahun adalah titik balik untuk melangkah lebih jauh. Jejaring penjualan yang telah terbangun luas tidak hanya kami manfaatkan untuk pertumbuhan bisnis, tetapi juga untuk menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar tempat kami tumbuh,” tandas Davis. (nei)