Dewan Pertahanan Yaman: Kemenangan Houthi Hanya Sementara, Tak Akan Jadi Kekuasaan Permanen
Garudea Prabawati September 11, 2026 10:38 AM

 

 
TRIBUNNEWS.COM - Dewan Pertahanan Nasional Yaman menegaskan bahwa setiap kemajuan yang diraih kelompok Houthi di medan perang hanya bersifat sementara dan tidak akan berubah menjadi “ealitas geografis yang permanen.

Dewan menyatakan upaya Houthi untuk mengubah keuntungan sementara di medan perang menjadi realitas politik atau geografis permanen hanyalah sebuah ilusi yang pada akhirnya akan digagalkan oleh rakyat dan angkatan bersenjata Yaman.

Dewan juga meninjau perkembangan di wilayah pesisir barat Provinsi Taiz serta penempatan kembali pasukan di kawasan tersebut.

Mereka menegaskan bahwa kemajuan militer sementara tidak memberikan hak kepada Houthi untuk memaksakan fait accompli melalui kekerasan.

Menurut Dewan Pertahanan Nasional, perjuangan untuk memulihkan lembaga-lembaga negara harus mencakup seluruh wilayah Republik Yaman.

Tidak boleh ada bagian wilayah negara yang berada di luar kedaulatan pemerintah atau digunakan sebagai basis untuk mengancam Yaman, negara-negara tetangga, maupun pelayaran internasional, mengutip Anadolu Agency, Jumat (11/9/2026).

Baca juga: Yaman Hadapi Risiko Perang Skala Besar, PBB: Krisis Memburuk, 11.400 Keluarga Telah Mengungsi

Bab al-Mandab Jadi Perhatian

Dewan menegaskan pemerintah Yaman akan terus menjalankan tanggung jawab konstitusional dan nasionalnya hingga konflik dan ancaman yang telah memengaruhi Yaman, kawasan, serta dunia berakhir.

Yaman juga menekankan pentingnya menjaga Selat Bab al-Mandab, garis pantai, pulau-pulau, dan perairan teritorialnya.

Menurut pemerintah Yaman, upaya tersebut bukan hanya untuk mempertahankan wilayah nasional, tetapi juga untuk melindungi kebebasan navigasi, keamanan maritim, dan stabilitas perdagangan global.

Dewan menyerukan masyarakat internasional untuk mencegah selat, pantai, dan pulau-pulau Yaman digunakan sebagai alat pemerasan atau sebagai basis untuk mengancam pelayaran dan perdagangan internasional.

Pemerintah Yaman juga meminta dunia internasional menerapkan resolusi-resolusi yang berkaitan dengan legitimasi internasional serta mendukung upaya pemerintah dalam mempertahankan wilayah, kedaulatan, perairan teritorial, dan lembaga-lembaga nasional.

Dalam pernyataannya, Dewan Pertahanan Nasional menuding Houthi bertanggung jawab atas konsekuensi eskalasi yang terjadi dan menyebut kelompok tersebut sebagai pihak yang memulai perang.

Dewan juga mengecam serangan terbaru Houthi terhadap wilayah Arab Saudi dan menegaskan kembali solidaritas penuh Yaman kepada kerajaan tersebut.

Pertempuran Kembali Meningkat

Pernyataan pemerintah Yaman muncul ketika wilayah pesisir barat negara itu mengalami peningkatan aktivitas militer.

Media Yaman melaporkan bahwa pasukan Houthi telah memasuki sejumlah wilayah di distrik Hays dan Al-Khawkhah, Provinsi Al-Hudaydah selatan, setelah pasukan pemerintah dan sekutunya dilaporkan mundur dari sejumlah posisi.

Kawasan Mocha dan pesisir di sekitarnya memiliki nilai strategis karena berdekatan dengan Bab al-Mandab, salah satu jalur pelayaran penting dunia yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.

Yaman kembali mengalami peningkatan eskalasi antara pasukan pemerintah dan Houthi sejak Juli, setelah periode relatif tenang menyusul gencatan senjata yang dimulai pada April 2022.

Houthi telah menguasai ibu kota Sanaa dan sebagian besar wilayah utara serta barat Yaman sejak 2014.

Sementara itu, pemerintah Yaman dan pasukan sekutunya masih menguasai sejumlah wilayah di bagian selatan dan timur negara tersebut.

(*)
 


© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.