TRIBUNNEWS.COM - Nama Gubernur Kalimatan Utara (Kaltara), Zainal Paliwang disorot setelah penyelenggaraan turnamen Mini Soccer Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di wilayah tersebut.
Tak hanya itu, aksi Zainal yang turun langsung membantu memadamkan karhutla di Kawasan Selimau, Tarakan juga sempat menjadi sorotan.
Adapun turnamen Mini Soccer IKA Unhas Kaltara berlangsung pada 4-6 September 2026.
Turnamen itu digelar dalam rangka menyemarakkan Dies Natalis ke70 Universitas Hasanuddin Makassar.
Kegiatan tersebut menjadi sorotan karena diselenggarakan di tengah penanganan karhutla di Kaltara.
Muncul anggapan penyelenggaraan turnamen itu menunjukkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara berfoya-foya di tengah karhutla.
Menanggapi isu itu, Zainal membantah penyelenggaraan kegiatan tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kaltara.
"Wilayah Kaltara IKA UNHAS sebagai penyelenggara, dan dalam kegiatan tersebut satu rupiah pun tidak ada menggunakan anggaran dari provinsi."
"Maksud saya tidak ada APBD di situ, satu rupiah pun tidak ada," tegas Zainal, Kamis (10/9/2026), dikutip dari TribunKaltara.com.
Zainal menegaskan, seluruh pembiayaan dalam turnamen tersebut bersumber dari partisipasi para alumni dan sponsor yang berkomitmen menyukseskan acara.
"Semua adalah partisipasi dari alumni Unhas dan beberapa sponsor yang berpartisipasi memberikan bantuan, sehingga acara tersebut dapat terselenggara dengan baik," ujarnya.
Baca juga: Bareskrim Polri Tetapkan 72 Tersangka Kasus Karhutla, Pengusutan Keterlibatan Korporasi Disorot
Ia pun memastikan, penanganan bencana daerah, termasuk karhutla tetap berjalan optimal tanpa terganggu oleh agenda turnamen tersebut.
"Saya tidak pernah mengesampingkan penanganan Karhutla di wilayah Kaltara, kita terus berupaya memberikan menanganan yang terbaik," tandas Zainal.
Mengutip kaltaraprov.go.id, nama lengkap beserta gelarnya, DR. (H.C) H. Zainal Arifin Paliwang, M. Hum.
Ia lahir di Makassar, 6 Desember 1962. Usianya saat ini 63 tahun.
Zainal merupakan Gubernur Kalimantan Utara petahana yang menjabat selama dua periode yakni, 2021-2025 dan 2025-2030.
Dia adalah purnawirawan Polri yang memiliki jabatan terakhir sebagai Analisis Kebijakan Utama bidang pidana umum (Pidum) Bareskrim Polri.
Lulusan Akabri 1986 tersebut berpengalaman dalam bidang reserse.
Sebelumnya, dia menjabat sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat II Bareskrim Polri.
Dirinya juga menjabat sebagai Anggota Dewan Penasehat DPP Partai Gerindra.
Baca juga: Daftar Daerah dengan Kualitas Udara Berbahaya dan Sangat Tidak Sehat Imbas Karhutla
Nama Zainal Paliwang juga menjadi sorotan setalah turun langsung membantu pemadaman karhutla di Selimau, Tarakan.
Bahkan, video saat dirinya melakukan pemadaman karhutla itu viral di media sosial.
Ia turun ke lokasi yang telah dilakukan pemadaman oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama personel TNI-Polri dan Dinas Kehutanan Kaltara.
Namun, api kembali muncul setelah sebelumnya dinyatakan padam.
Zainal mengatakan, kondisi itu terjadi berkaitan dengan karakter lahan gambut yang membuat api sulit dipantau hngga ke bagian dalam.
"Ya, kita kan sudah dapat mengatasi kebakaran hutan. Ada memang yang sudah padam, tiba-tiba muncul lagi. Karena itu kan gambut, susah diprediksi."
"Karena di atas itu dia padam, tetapi di dalam gambutnya kita tidak bisa pantau. Kita belum punya alat untuk itu," kata Gubernur Kaltara, Zainal, Rabu (9/9/2026).
Saat melihat api kembali menyala, Zainal lantas membantu proses pemadaman.
Ia menegaskan, keputusannya turun langsung bukan untuk mencari popularitas.
Namun, dirinya ingin melihat dan merasakan kondisi petugas yang bekerja di lapangan.
"Bukan saya mau apa, mau cari popularitas, mau cari apa, tidak. Saya ingin merasakan bagaimana susahnya petugas kita di lapangan dalam memadamkan api."
"Saya tidak pegang pipa, tapi saya injak api itu dengan sepatu, membantu memadamkan," ungkapnya.
Setelah viral, Zainal menuai beragam respons dari warganet.
Sebagian dari mereka memberikan apresiasi, namun sebagian lainnya justru melontarkan komentar negatif.
Zainal mengungkapkan, ada warganet yang menyebut dirinya bodoh karena ikut turun memadamkan api.
"Kita berupaya untuk membantu petugas, tapi ada juga yang bilang saya bodoh. Ya, biarlah saya bodoh, enggak apa-apa. Ya, biarlah saya bodoh."
"Yang bilang saya bodoh itu memang dia orang hebat. Dia itu orang pintar, orang berpendidikan. Ya, tidak apa-apa, biar Allah yang membalas," beber Zainal.
(Tribunnews.com/Nanda Lusiana, TribunKaltara.com/Desi Kartika Ayu)