TRIBUNTRENDS.COM - Kasus dugaan keracunan setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di sejumlah daerah.
Dikutip dari Youtube Kompas TV pada 11 September 2026, peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Kabupaten Rembang dan Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Penanganan di masing-masing daerah terus dilakukan. Di Karo, keluarga korban bahkan menempuh jalur hukum karena menilai penanganan terhadap korban berjalan lambat.
Sementara di Rembang, ratusan siswa dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu MBG. Adapun Pemerintah Kabupaten Pati menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) menyusul dugaan keracunan massal yang terjadi di Kecamatan Gembong.
Baca juga: Siswa di Blora Keracunan MBG, SPPG Taruh Tempe di Lantai Depan Toilet, Rekomendasi Tutup Permanen
Keluarga korban dugaan keracunan MBG di Kabupaten Karo memilih menempuh jalur hukum.
Laporan tersebut telah dibuat di Polres Tanah Karo pada 31 Agustus 2026.
Pihak keluarga melalui kuasa hukum melaporkan sejumlah pihak yang dinilai memiliki keterkaitan dengan penyelenggaraan program MBG.
Mereka melaporkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Badan Gizi Nasional (BGN), serta pihak sekolah.
Kuasa hukum keluarga menilai terdapat dugaan kelalaian, terutama dalam proses penerimaan makanan yang kemudian dikonsumsi oleh para siswa.
Menurut pihak keluarga, langkah hukum tersebut dilakukan karena hingga saat ini belum terdapat kejelasan mengenai pihak yang harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Selain laporan pidana, kuasa hukum juga berencana menyiapkan gugatan secara perdata.
Langkah tersebut, menurut pihak keluarga, diharapkan dapat menjadi evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan korban.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Karo melakukan pemeriksaan terhadap sisa makanan dalam kasus dugaan keracunan MBG.
Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan adanya bakteri pada sisa makanan yang diamankan untuk pengujian.
Temuan tersebut menjadi bagian dari proses penyelidikan untuk mengetahui penyebab munculnya keluhan kesehatan pada para korban.
Di sisi lain, pemeriksaan medis juga masih dilakukan terhadap korban yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan MBG.
Salah satu korban, Febiona Purba, menjalani pemeriksaan di dua rumah sakit berbeda. Pemeriksaan aktivitas listrik saraf otak menggunakan elektroensefalografi atau EEG menunjukkan hasil dalam batas normal.
Meski demikian, penanganan medis terhadap korban masih dilanjutkan karena korban masih mengalami sejumlah keluhan. Tim medis juga masih melakukan pendalaman untuk memastikan kondisi korban.
Kasus serupa juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Sebanyak 271 siswa di wilayah Lasem dilaporkan mengalami sejumlah keluhan kesehatan setelah menyantap menu MBG.
Para siswa rata-rata mengeluhkan pusing, mual, hingga lemas. Keluhan tersebut muncul setelah mereka mengonsumsi makanan yang dibagikan pada Selasa.
Namun, gejala kesehatan baru dirasakan oleh sejumlah siswa pada Rabu hingga Kamis.
Ratusan siswa kemudian mendapatkan penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Lasem.
Pihak sekolah menyebut jumlah korban yang tercatat masih bersifat sementara karena kondisi sebagian siswa relatif ringan.
Menu MBG yang dikonsumsi siswa di antaranya terdiri dari melon, ayam dengan bumbu kari, tahu, serta jagung.
Pihak terkait masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan tersebut.
Kasus dugaan keracunan MBG juga terjadi di Kabupaten Pati.
Pemerintah Kabupaten Pati menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) setelah ratusan siswa dan guru mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan MBG.
Penetapan status KLB dilakukan sebagai langkah untuk mempercepat penanganan dan mengutamakan keselamatan masyarakat.
Plt Bupati Pati Risma Ardi Candra mengatakan pemerintah daerah akan melakukan evaluasi terhadap seluruh SPPG yang beroperasi di Kabupaten Pati.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan setiap dapur penyedia MBG menjalankan operasional sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional untuk melakukan pemeriksaan terhadap dapur-dapur MBG di wilayah Pati.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Pati hingga Kamis sore, tercatat sebanyak 269 orang mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan kasus keracunan MBG.
Dari jumlah tersebut, 59 orang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Sementara itu, 159 orang lainnya menjalani rawat jalan.
Sebagian korban disebut mulai menunjukkan kondisi yang membaik dan masih menjalani proses pemulihan.
Pemerintah Kabupaten Pati memastikan pelayanan kesehatan menjadi prioritas utama selama penanganan kasus tersebut.
Badan Gizi Nasional juga menegaskan akan memberikan sanksi terhadap SPPG yang terbukti melakukan pelanggaran berat.
SPPG Gembong 1 menjadi salah satu yang mendapat perhatian setelah dikaitkan dengan kasus dugaan keracunan yang menyebabkan ratusan siswa dan guru mengalami keluhan kesehatan.
BGN menyatakan SPPG yang melakukan pelanggaran berat dapat dikenai penghentian operasional secara permanen.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan makanan yang diberikan melalui program MBG memenuhi standar keamanan dan kelayakan konsumsi.
Pemerintah daerah dan BGN kini masih melakukan evaluasi serta pemeriksaan untuk mengetahui penyebab masing-masing kasus.
Dengan munculnya kasus di beberapa daerah, pengawasan terhadap proses pengolahan, distribusi, hingga penerimaan makanan MBG di sekolah menjadi perhatian penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.
(TribunTrends.com)