TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Stasiun Geofisika Mataram mencatat 99 kejadian gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) selama periode 4-11 September 2026.
Dari jumlah tersebut, tidak ada gempa yang dirasakan masyarakat.
Berdasarkan informasi geofisika Stasiun Geofisika Mataram, kejadian gempa selama periode tersebut didominasi aktivitas dari sumber gempa subduksi Lempeng Indo-Australia dan sesar aktif di darat sekitar Gunung Tambora.
Informasi tersebut disampaikan Stasiun Geofisika Mataram melalui laporan kondisi geofisika wilayah NTB.
Selain aktivitas gempa, BMKG juga mencatat 76 kejadian sambaran petir selama periode 4-10 September 2026.
Baca juga: Krisis Air Bersih di Gili Trawangan, PT TCN Kembali Operasi
Kabupaten Sumbawa menjadi wilayah dengan kejadian petir terbanyak, yakni mencapai 69 sambaran.
Sementara itu, dari pemantauan kemagnetan bumi selama periode 4-10 September 2026, tercatat nilai indeks K sebesar 4 dan indeks A maksimum 16.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya gangguan magnet aktif, tetapi tidak sampai menimbulkan badai magnet.
BMKG mengimbau masyarakat tetap mengikuti informasi resmi terkait kondisi geofisika di wilayah NTB sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kejadian alam.
(*)