WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Kemarahan tak lagi bisa dibendung oleh warga RW 01 Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.
Sebuah rumah kos bernama Omah Vonny yang berlokasi di Jalan Cibubur III akhirnya digerebek massa bersama aparat setempat pada Kamis (10/9/2026) sore.
Tragedi moral dan hukum perlahan terbongkar di balik pintu-pintu kamar kos tersebut.
Dalam operasi gabungan yang melibatkan Satpol PP, Babinsa, dan Binmas Kelurahan Cibubur, kecurigaan warga selama ini terbukti benar.
Bukan sekadar tempat singgah, kos Omah Vonny diduga kuat telah lama beralih fungsi menjadi sarang prostitusi online dan peredaran barang haram.
Fakta di lapangan berbicara dengan lantang sekaligus miris.
Petugas menemukan sejumlah alat kontrasepsi dari berbagai merek dan tisu magic yang berserakan.
Namun, yang paling meremukkan hati adalah temuan kartu tanda pengenal milik seorang penghuni—yang ternyata masih berstatus sebagai siswi SMK.
Seolah belum cukup mencoreng lingkungan, di dalam sebuah sepatu di lokasi tersebut, petugas mendapati plastik klip kecil berisi sisa ganja sintetis.
Jerit Amarah Ibu-Ibu dan Insiden Penolakan
Sebelum aparat turun tangan, emosi warga—terutama barisan ibu-ibu—telah memuncak.
Membawa toa pengeras suara dan membentangkan spanduk bertuliskan "Stop Narkoba" hingga "Bubarkan Penghuni Kos Omah Vonny Sekarang Juga", mereka menggeruduk lokasi dengan penuh amarah.
Saat warga mendemo, suasana kos mendadak sepi bak kuburan.
Tidak ada satu pun sepeda motor terparkir, memunculkan dugaan kuat bahwa para penghuni telah melarikan diri sebelum massa tiba.
Suasana yang panas semakin tegang ketika seorang wanita muda yang mengaku sebagai cucu pemilik kos (Oma Vonny) tiba di lokasi.
Alih-alih meredakan situasi, wanita berpakaian abu-abu itu justru memicu histeria.
Sembari menangis, ia tiba-tiba mendorong kerumunan massa yang menolak bubar.
Kartini, istri Ketua RT 06, terdorong kencang ke belakang dan nyaris tersungkur ke aspal jika tak segera ditahan oleh warga lainnya.
"Iya, tadi didorong hampir jatuh," ujar Kartini dengan napas memburu usai insiden tersebut.
Tindakan Tegas dan Pengawasan Ketat
Merespons keresahan warga yang sebelumnya telah mengumpulkan petisi penolakan, Lurah Cibubur Rony Abdullah memastikan pihaknya tidak akan tinggal diam.
Usai penggerebekan yang menghebohkan tersebut, sebuah Satuan Tugas (Satgas) khusus langsung dibentuk untuk mengawasi lokasi secara ketat.
Baca juga: Warga Demo Kost Omah Vonny di Cibubur, Lurah Ungkap Temuan Alat Kontrasepsi
"Menurut keterangan warga, hal ini sudah berlangsung lama. Pembentukan Satgas ini adalah respons tegas kami untuk menindaklanjuti aduan masyarakat, memastikan tidak ada lagi aktivitas prostitusi online di lingkungan ini," tegas Rony pada Jumat (11/9/2026).
Kini, seluruh barang bukti mulai dari alat kontrasepsi, obat keras, hingga sisa ganja sintetis telah diserahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian.
Aparat berwenang kini mengambil alih penyelidikan untuk memburu para pelaku, termasuk dugaan adanya muncikari yang mengendalikan bisnis gelap yang menjerat anak di bawah umur tersebut.
"Penyelidikan tindak pidananya kami serahkan penuh ke pihak kepolisian. Bersama aparat Binmaspol dan Babinsa, kami akan pastikan kasus ini diusut," tutup Rony.
Warga Cibubur kini menanti tegaknya keadilan, berharap lingkungan mereka kembali bersih dari noda hitam prostitusi dan jerat narkoba yang mengancam masa depan generasi muda.