Emak-emak Banyuasin Rela Antre Sejak Pagi, Beras SPHP 5 Kg Langka di Pasaran, 'Kalau Ada Rp68 Ribu'
Welly Hadinata September 11, 2026 12:27 PM

SRIPOKU.COM, BANYUASIN - Sejak pagi, emak-emak di Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, sudah mengantre untuk mendapatkan beras SPHP kemasan 5 kilogram dan minyak goreng MinyaKita dalam operasi pangan murah, Jumat (11/9/2026).

Operasi pangan murah tersebut digelar Badan Ketahanan Pangan Banyuasin di depan Kantor Camat Talang Kelapa.

Antusiasme warga terlihat sejak pagi. Tanpa dikomandoi, emak-emak yang datang langsung membuat barisan agar bisa mendapatkan beras SPHP dan MinyaKita yang berasal dari Perum Bulog Wilayah Sumsel Babel.

Secara bergantian, warga maju untuk membeli dua karung beras SPHP kemasan 5 kilogram dan dua kantong minyak goreng.

Wajah para emak-emak pun tampak sumringah setelah berhasil mendapatkan kebutuhan pokok tersebut.

Salah seorang warga, Oma Poi, mengaku terbantu dengan adanya operasi pangan murah tersebut.

"Alhamdulillah, walau hanya dapat 2 karung dan 2 kantong minyak goreng, tetapi ini sangat membantu. Setidaknya, bisa memperoleh beras dengan harga yang murah," kata Oma Poi saat ditemui Sripoku.com di lokasi.

Warga lainnya, Desi, mengatakan saat ini beras SPHP kemasan 5 kilogram cukup sulit ditemukan di pasaran.

Kalaupun tersedia, harga yang harus dibayar masyarakat juga lebih tinggi.

"Beras SPHP di pasar sekarang, kalaupun ada sudah Rp 68 ribu. Sekarang malah sulit cari beras kemasan 5 kg, untung ada pasar murah ini dan memang sangat membantu," ungkap Desi.

Ia berharap operasi pangan murah tersebut dapat kembali digelar secara rutin, bahkan jika memungkinkan setiap minggu.

Menurutnya, masih banyak warga yang tidak kebagian beras SPHP kemasan 5 kilogram dan MinyaKita karena tingginya antusiasme masyarakat.

"Harapannya bisa dilaksanakan lagi setiap minggunya. Sehingga warga tidak kesulitan lagi untuk membeli beras kemasan 5 kg," harapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan Banyuasin Masita Liani mengatakan, gerakan pangan murah digelar sebagai salah satu langkah pemerintah mengatasi kelangkaan beras kemasan 5 kilogram di pasaran.

Selain membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah.

"Selain untuk mengatasi langkanya beras 5 kg, juga sebagai langkah untuk pengendalian inflasi daerah. Saya lihat, animo masyarakat terhadap gerakan pangan murah ini sangat tinggi, sehingga akan terus kami laksanakan," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.