Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Arnold Welianto
POS-KUPANG.COM,MAUMERE - Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami erupsi disertai longsoran, Jumat 11 September 2026 pagi.
Berdasarkan laporan dari Petugas Pos Pengamatan, Gunung Ili Lewotolok mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 700 meter di atas puncak, Jumat pagi, sekitar pukul 09:06 WITA
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi kurang lebih 1 menit 25 detik.
Di saat yang sama, erupsi yang disertai gemuruh sedang ini, menyebabkan longsoran karena material hasil erupsi tidak stabil.
Baca juga: Dua Bandara Ditutup Dampak Erupsi Gunung Ili Lewotolok Lembata
"Material yang hasil erupsi tidak stabil sehingga terjadi longsor," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok, Syawaludin.
Sementara itu, akibat erupsi terus menerus ini, dia kecamatan yakni kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur terdampak hujan pasir dan abu vulkanik, meski demikian warga tetap beraktivitas ditengah rasa kekhawatiran.
"Khawatir, takut , cemas, ya abu juga dapat, kami tetap sekolah, nanti guru bagi kami masker, berlangsung sejak lama, tiap hari ada pasir," ujar Paula Ina Diken, siswa SMPS Ile Lewotolok.
Saat ini Gunung Ili Lewotolok berada pada Status Level dua atau Waspada dengan rekomendasi, masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dan 3 km sektor selatan dan tenggara dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok. (awk)