TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Di tengah menjamurnya kedai kebab di berbagai sudut Kota, Harikafe hadir dengan cerita yang sedikit berbeda.
Kafe ini berlokasi di Jalan Haur Jaya II No.8, Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, dan berdiri satu lingkungan dengan TK Enderun Islamic Bogor.
Meski awalnya dikenal sebagai kantin sekolah, Harikafe kini terbuka untuk masyarakat umum.
"Iya, tapi kami juga terbuka untuk umum, karena juga masih satu lingkungan dengan sekolah kita yaitu TK Enderun Islamic Bogor," ujar Ramdhani Nugraha, staf yayasan yang mengelola operasional kafe ini.
Harikafe tidak lahir begitu saja. Usaha ini merupakan hasil pengembangan dari badan usaha milik pesantren di bawah naungan yayasan yang sama dengan sekolah tersebut, dengan sebagian pendanaan berasal dari Kementerian Agama.
"Ini sebenarnya perkembangan usaha dari badan usaha milik pesantren, alhamdulillah kita lolos proposal usaha milik pesantren," kata Ramdhani.
Ia menjelaskan, usaha ini awalnya bergerak di bidang frozen food sebelum akhirnya berkembang menjadi kafe yang menyajikan makanan siap saji.
Menonjolkan Keaslian Rasa Khas Turki
Dari sisi konsep, Harikafe secara khusus mengangkat makanan dan minuman khas Turki, dengan kebab dan kopi Turki sebagai andalan.
Di tengah banyaknya kedai kebab yang sudah ada, Ramdhani mengaku Harikafe berupaya mempertahankan keotentikan rasa.
"Kita memang menggunakan daging atau ayam 100 persen, tidak menggunakan campuran yang lainnya, dan tentunya kita menggunakan daging yang halal," jelasnya.
Soal menu, kebab ayam dan kebab daging sapi menjadi primadona di Harikafe.
Selain itu, minuman bernama Osmanlı Şerbeti juga banyak diminati karena terbuat dari bahan rempah- rempah alami tanpa pewarna buatan, di mana warna merahnya berasal dari bunga rosella.
Tak kalah menarik, kopi Turki di Harikafe turut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang penasaran.
"Kopinya juga asli dari Turki, kita bawa dari Turki, jadi roastingnya dari Turki juga. Rasanya khas kopi Turki dengan cara masaknya juga khas, yaitu di pasir," terang Ramdhani.
Pada mulanya, Harikafe hanya menyasar wali murid TK yang menunggu jam penjemputan anak.
Namun seiring berjalannya waktu, target pasar kafe ini melebar ke masyarakat sekitar, khususnya kalangan anak muda.
"Awal kita menargetkan wali murid saja, tapi kita di sini juga terbuka untuk umum jadi kita juga menargetkan masyarakat sekitar sini dan kaum muda," ujarnya.
Jaga Konsistensi Rasa Jadi Tantangan Utama
Ramdhani tak menampik bahwa menjaga kualitas dan menarik pelanggan menjadi tantangan tersendiri bagi Harikafe.
"Tantangan terbesar tentunya di konsistensi dari kualitas makanan kita, pelanggan juga bagaimana caranya untuk menarik pelanggan ke sini," katanya.
Di sisi lain, ia menilai media sosial cukup berperan dalam membantu perkembangan usaha, meski Harikafe baru mulai memanfaatkannya secara aktif.
"Sangat berpengaruh, karena sekarang kan semuanya menggunakan media sosial baik Instagram ataupun TikTok. Kita memang baru menggunakan media sosial dan alhamdulillah pelanggan sedikit-sedikit berdatangan," ungkapnya.
Ke depan, Ramdhani berharap Harikafe dapat terus berkembang dan menjadi salah satu pilihan kuliner khas Turki di Bogor, sekaligus menjaga jaminan kehalalan produknya.
(Fatih/Universitas Pakuan)