TRIBUNNEWS.COM - Kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke pemerintahan Siprus Yunani di Siprus Selatan diwarnai aksi protes kelompok-kelompok pro-Palestina dan organisasi hak asasi manusia.
Menurut laporan Cyprus Mail, Kamis (10/9/2026), para demonstran berkumpul di luar Istana Kepresidenan di Nicosia saat Herzog melakukan kunjungan resmi ke wilayah tersebut.
Aksi tersebut diselenggarakan oleh sejumlah kelompok, antara lain:
Para demonstran membawa sejumlah spanduk, di antaranya bertuliskan 'Kebebasan untuk Palestina' dan 'Tidak untuk Perang!'.
Mereka juga meneriakkan sejumlah slogan, termasuk seruan untuk mengakhiri apa yang mereka sebut sebagai genosida serta penolakan terhadap perang imperialis.
Protes berlangsung di tengah pengamanan ketat dari Kepolisian Siprus.
Aparat memberlakukan langkah-langkah keamanan ekstensif untuk mengamankan kunjungan Herzog sekaligus mengendalikan situasi di sekitar lokasi demonstrasi.
Sejumlah jalan dan lorong di Nicosia ditutup selama kunjungan dan aksi berlangsung.
Herzog berada di Siprus atas undangan Presiden Siprus Nikos Christodoulides.
Kunjungan tersebut berlangsung di tengah situasi regional yang masih tegang akibat konflik Israel-Palestina.
Kehadiran presiden Israel di Nicosia pun menjadi sorotan kelompok-kelompok pro-Palestina yang menilai pemerintah dan masyarakat internasional perlu mengambil sikap lebih tegas terhadap situasi kemanusiaan di Palestina.
(*)